<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758</id><updated>2012-02-16T14:48:09.930-08:00</updated><category term='Mistikus'/><category term='Mengenal Istilah Tasawuf'/><category term='Teknik Whirling Dervishes'/><category term='Sifat-sifat Orang yang  mendapat Amalan Batin'/><category term='Sufistik Jawa'/><category term='Sebab-sebab Hati Terhijab'/><category term='Keutamaan bulan Ramadhan'/><category term='Artikel'/><category term='Enam Perkara Yang Allah Sembunyikan di Dalam 6 Perkara'/><category term='Syeikh Bin Baz dan Buya Hamka Bicara Tentang Keturunan Nabi saw'/><category term='Membentengi Rumah dari Syaitan'/><category term='Ruh dan Jiwa'/><category term='Serat Wujil'/><category term='Nasehat'/><category term='Etika Penempuh Jalan Allah'/><category term='Ringkasan Kitab Nashaihul Ibad'/><category term='Petikan Kitab Nashaihul Ibad'/><category term='Hakikat Wali'/><category term='Hijab'/><category term='Manunggaling Kawulo Gusti'/><category term='Martabat 7'/><category term='Dakwah'/><category term='Semboyan Dakwah Walisongo'/><category term='Wejangan Sunan Kalijogo'/><category term='Menilai Diri Sendiri Yang Paling Buruk'/><category term='Faktor-Faktor Kesalahan Akal Menurut al-Qur&apos;an'/><category term='Dunia Ilmu Pengetahuan'/><category term='Whirling Dervishes'/><category term='Hadrah'/><category term='Cahaya Dzikrullah'/><category term='Tasawuf'/><category term='Puasa Ramadhan'/><category term='Tiga Hal Yang Membinasakan Meninggikan derajat dan Menghapuskan Dosa Manusia'/><category term='Kajian Al-Qur&apos;an'/><category term='Serat Dewo Ruci'/><category term='Mengenal Wali-Wali Allah dan Karomah Mereka'/><category term='Sejarah Tanah Jawa'/><title type='text'>Khazanah Sufi</title><subtitle type='html'>-Tasawuf-Kajian Sufistik-Dunia Ilmu Pengetahuan-Dakwah-Nasehat-</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-6603344455386573732</id><published>2012-01-05T02:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T02:05:58.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Wali'/><title type='text'>Hakikat Wali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tradisi keilmuan Nusantara, dikenal istilah wali. Diantara kata wali yang paling populer adalah 'walisanga' yang berarti wali sembilan sebagai penyebar Islam pertama di Nusantara. Wali juga biasa diidentikkan dengan seseorang yang memiliki kelebihan (karomah). Sebagian dari masyarakat muslim mempercayai keberadaan dan 'kelebihan' yang dimiliki para wali dan sangat menaruh hormat kepada mereka. Kepercayaan itu diungkapkan dalam bentuk mengunjungi maqbaroh untuk bertawassul kepada mereka. Akan tetapi sebagian masyarakat yang lain tidak percaya dengan keberadaan wali bahkan menganggap para wali sebagai sarang ke-bid'ah-an. Hal ini terjadi karena miskinnya pengetahuan atau seringnya pemaknaan kata wali yang merujuk pada hal-hal negatif. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut bahasa, kata wali itu kebalikan dari ‘aduw, musuh. Bisa jadi berarti sahabat, kawan atau kekasih. Umumnya wali Allah diartikan kekasih Allah. Menurut istilah ahli hakikat, wali mempunyai dua pengertian, Pertama, orang yang dijaga dan dilindungi Allah, sehingga dia tidak dan tidak perlu menyandarkan diri dan mengandalkan pada dirinya sendiri. Seperti dalam al-Qur’an Surah al-A’raf 196 :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Artinya&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Sesungguhnya pelindungku ialah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, orang yang melaksanakan ibadah kepada Allah dan menaati-Nya secara tekun terus menerus tak pernah kendur dan tidak diselingi dengan berbuat maksiat, maka Allah pun mencintainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua-duanya merupakan syarat kewalian. Wali haruslah orang yang terpelihara (mahfudz) dari melanggar syara’ dan karenanya dilindungi oleh Allah, sebagaimana nabi adalah orang yang terjaga (ma’shum) dari berbuat dosa dan dijaga oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ada beberapa hal yang dapat dijadikan penanda bagi wali Allah :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Himmah atau seluruh perhatiannya hanya kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Tujuannya hanya kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Kesibukannya hanya kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada juga yang mengatakan tanda wali Allah adalah senantiasa memandang rendah dan kecil kepada diri sendiri serta khawatir jatuh dari kedudukannya (di mata Allah) di mana ia berada. (baca Jamharatul Auliya wa A’lamu Ahlit Tatsawwuf, hal 73-110).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau menurut al-Qur’an, ini tentu saja paling benar, wali Allah adalah orang-orang mu’min yang senantiasa bertakqwa dan karenanya mendapat karunia tidak mempunyai rasa takut (kecuali kepada Allah) dan tidak pernah bersedih. Seperti dalam al-Qur’an surah Yunus : 62-63.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Artinya&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Alloh tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, (Yaitu mereka) adalah orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau dengan kata lain, wali Allah adalah orang mu’min yang senantiasa mendekat (taqarrub) kepada Allah dengan terus mematuhi-Nya dan mematuhi Rasul-Nya. sehingga akhirnya dia dianugrahi karomah, semacam ‘sifat ilmu linuwih’ (seperti mukjizat Nabi. Bedanya, mu’jizat nabi melalui pengakuan –dan sebagai bukti- kenabian; sedang karomah wali tidak mengikuti pengakuan kewalian).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah hadits qudsi (hadits Nabi saw. yang menceritakan firman Allah) yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Shahabat Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إن الله تعالى قال: من عادى لي وليا فقد أذنته بالحرب وما تقرب إلـي عبدى بشيئ أحب إلـي مما افترضته عليه ولايزال عبدى يتقرب الـي بالنوافل حتى احبه فاذا احببته كنت سمعه الذى يسمع به وبصره الذى يبصربه ويده التى يبطش بها ورجله التى يمشى بها وإن سألنى لأعطينه وإن استعاذنـي لأعيذنه &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Artinya &lt;/b&gt;: &lt;i&gt;Allah Ta’ala telah berfirman: Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku benar-benar mengumumkan perang terhadapnya. Hamba-Ku tidak berdekat-dekat, taqarrub, kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai melebihi apa yang telah aku fardhukan kepadanya. Tak henti-hentinya hamba-Ku mendekat-dekat kepada-Ku dengan melaksanakan kesunahan-kesunahan sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka Akulah pendengarannya dengan apa ia mendengar. Akulah penglihatannya dengan apa ia melihat. Akulah tangannya dengan apa ia memukul. Akulah kakinya dengan apa ia berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Boleh saja orang mempunyai ‘sifat linuwih’ misalnya bisa membaca pikiran orang, bisa berkomunikasi dengan binatang atau orang yang sudah mati, bisa berjalan di atas air, atau kesaktian-kesaktian lainnya, tetapi tentu saja dia tidak otomatis bisa disebut wali. Sebab dajjal, dukun, tukang sihir, ‘ahli hikmah’ tukang sulap atau paranormal pun bisa memperlihatkan kesaktian semacam itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya bisa saja seorang wali dalam kehidupannya sama sekali tidak tampak lain dari orang-orang biasa. Lihat saja dari kesembilan wali Tanah Jawa, yang terkenal punya kesaktian hanya Sunan Kalijogo yang mempunyai kesaktian membuat soko guru masjid Demak dari tatal dan Sunan Bonang yang mengubah buah pinang tampak menjadi emas. Jadi kewalian seseorang tidak diukur dengan keanehan dan kesaktiannya, perilaku ataupun pakaiannya melainkan kedekatan dan ketakwaan kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt; : Fikih Keseharian Gus Mus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Diambil dari&lt;/b&gt; : http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/10/34818/Ubudiyyah/Hakikat_Wali.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-6603344455386573732?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/6603344455386573732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=6603344455386573732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6603344455386573732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6603344455386573732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2012/01/hakikat-wali.html' title='Hakikat Wali'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-6602127354748516206</id><published>2011-11-12T00:03:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T00:03:28.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syeikh Bin Baz dan Buya Hamka Bicara Tentang Keturunan Nabi saw'/><title type='text'>Syeikh Bin Baz dan Buya Hamka Bicara Tentang Keturunan Nabi saw</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pihak, entah karena kejahilan, atau disebabkan kedengkian, berusaha mengingkari bahwa para Sayyid/Syarif/Habib adalah keturunan/dzurriyah Nabi Muhammad saw. dan mereka berhak dalam pandangan agama disebut sebagai putra-putra beliau saw. syubhat-syubhat murahan biasa dilontarkan tanpa tanggung jawab, di antaranya dengan mengatakan bahwa para dzurriyah ini hanya bersambung kepada Nabi saw. melalui anak perempuannya… dan itu tidak dapat disebut cucu Nabi saw. sebab anak itu dinisbatkan kepada ayahnya, bukan kepada ibunya!!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka lupa atau menutup mata terhadap puluhan atau bahkan ratusan dalil yang menegaskan bahwa dzurriyah/anak turun Fatimah az Zahra ra. adalah sah disebut Dzurriyah Nabi saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini tidak dalam kapasitas mengungkap secara detail bukti-bukti itu, hanya saja ia menyajikan pandangan dua tokoh yang tidak asing lagi bagi kita dan juga disanjung oleh kaum Wahhabi-Salafi. Paling tidak untuk Syeikh Bin Baz.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah saya yang walaupun bukan keturunan arab apalagi keturunan Nabi saw. tetapi sejak kecil oleh para kyai selalu didik untuk menghormati keturunan Nabi saw apalagi ulama dari kalangan mereka, dan ini adalah keyakinan yang diajarkan dan dicontohkan oleh para aimmah ahlissunnah waljama’ah seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi dan Imam-imam lainnya, dan tidak menyelisihinya ini kecuali sisa-sia pendukung “fiatun baghiyah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Syeikh Abdul ‘Aziz Bin Baz&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Mufti resmi kerajaan Saudi Arabia salah satu ulama dari golongan Wahabi Syeikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya oleh saudara kita dari Iraq mengenai anak cucu Rasulallah saw. yang memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang tidak semestinya mereka lakukan. Jawaban Syeikh terhadap pertanyaan saudara dari Iraq ini dimuat dalam majalah ‘AL-MADINAH’ halaman 9 nomor 5692 tanggal 07- Muharram 1402 H bertepatan tanggal 24 oktober 1982 sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang seperti mereka (cucu Nabi saw.) itu terdapat di berbagai tempat dan negeri. Mereka terkenal juga dengan gelar ‘Syarif ’. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang mengetahui, mereka itu berasal dari keturunan ahlulbait Rasulallah saw. Diantara mereka itu ada yang silsilahnya berasal dari Al-Hasan ra. dan ada pula yang berasal dari Al-Husain ra. Ada yang dikenal dengan gelar ‘Sayyid’ dan ada juga yang dikenal dengan gelar ‘Syarif’. Itu merupakan kenyataan yang diketahui umum di Yaman dan di negeri-negeri lain. Mereka itu sesungguhnya wajib bertaqwa kepada Allah dan harus menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Allah bagi mereka. Semestinya mereka itu harus menjadi orang-orang yang paling menjauhi segala macam keburukan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kemuliaan silsilah mereka wajib dihormati dan tidak boleh disalah gunakan oleh orang yang bersangkutan. Jika mereka diberi sesuatu dari Baitul-Mal itu memang telah menjadi hak yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Pem- berian halal lainnya yang bukan zakat, tidak ada salahnya kalau mereka itu mau menerimanya. Akan tetapi kalau silsilah yang mulia itu disalahgunakan, lalu ia beranggapan bahwa orang yang mempunyai silsilah itu dapat mewajibkan orang lain supaya memberi ini dan itu, sungguh itu merupakan per buatan yang tidak patut. Keturunan Rasulallah saw. adalah keturunan yang termulia dan Bani Hasyim adalah yang paling afdhal/utama dikalangan orang-orang Arab. Karenanya tidak patut kalau mereka melakukan sesuatu yang  mencemarkan kemuliaan martabat mereka sendiri, baik berupa perbuatan, ucapan ataupun perilaku yang rendah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Adapun soal menghormati mereka, mengakui keutamaan mereka dan memberikan kepada mereka apa yang telah menjadi hak mereka, atau memberi maaf atas kesalahan mereka terhadap orang lain dan tidak mempersoalkan kekeliruan mereka yang tidak menyentuh soal agama, semuanya itu adalah kebajikan. Dalam sebuah hadits Rasulallah saw. berulang-ulang mewanti-wanti: ‘Kalian kuingatkan kepada Allah akan ahlulbaitku…kalian kuingatkan kepada Allah akan ahlulbaitku’. Jadi, berbuat baik terhadap mereka, memaafkan kekeliruan mereka yang bersifat pribadi, menghargai mereka sesuai dengan derajatnya, dan membantu mereka pada saat-saat membutuhkan, semuanya itu merupakan perbuatan baik dan kebajikan kepada mereka.”. Demikianlah pengakuan Syeikh Abdul Aziz bin Baz tentang masih wujudnya cucu nabi saw.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Prof.Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;H.Rifai, seorang Indonesia Islam yang tinggal di Florijn 211, Amsterdam Bijlmermeer, Belanda pada tanggal 30 desember 1974 telah mengirim surat kepada Menteri Agama H.A. Mukti Ali dimana ia mengajukan pertanyaan, ‘Benarkah habib Ali Kwitang dan habib Tanggul keturunan Rasulallah saw.’ ?, dan mohon penjelasan secukupnya mengenai beberapa hal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Menteri Agama hal ini diserahkan kepada Prof.Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) untuk menjawabnya melalui Panji Masyarakat, dengan pertimbangan agar masalahnya dapat diketahui umum dan manfaatnya lebih merata. Sebagian isi yang kami kutip mengenai penjelasan Prof.Dr.H. HAMKA tentang gelar Sayyid yang dimuat dalam majalah tengah bulanan “Panji Masyarakat” No.169/ tahun ke XV11 15 februari 1975 (4 Shafar 1395 H) halaman 37-38 sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Rasulallah saw. mempunyai empat anak-anak lelaki yang semuanya wafat waktu kecil dan mempunyai empat anak wanita. Dari empat anak wanita ini hanya satu saja yaitu (Siti) Fathimah yang memberikan beliau saw. dua cucu lelaki dari perkawinannya dengan Ali bin Abi Thalib. Dua anak ini bernama Al-Hasan dan Al-Husain dan keturunan dari dua anak ini disebut orang Sayyid jamaknya ialah Sadat. Sebab Nabi sendiri mengatakan, ‘kedua anakku ini menjadi Sayyid (Tuan) dari pemuda-pemuda di Syurga’. Dan sebagian negeri lainnya memanggil keturunan Al-Hasan dan Al-Husain Syarif yang berarti orang mulia dan jamaknya adalah Asyraf. Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan Al-Hasan dan Al-Husain itu datang ketanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu, kepulauan Indonesia dan Pilipina.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Harus diakui banyak jasa mereka dalam penyebaran Islam diseluruh Nusantara ini. Diantaranya Penyebar Islam dan pembangunan kerajaan Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh. Syarif kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam ke Mindanao dan Sulu. Yang pernah jadi raja di Aceh adalah bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail, di Pontianak pernah diperintah bangsa Sayyid Al-Qadri. Di Siak oleh keluaga Sayyid bin Syahab, Perlis (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayyid Jamalullail. Yang dipertuan Agung 111 Malaysia Sayyid Putera adalah Raja Perlis. Gubernur Serawak yang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang dari keluarga Alaydrus.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kedudukan mereka dinegeri ini yang turun temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi Ulama. Mereka datang dari hadramaut dari keturunan Isa Al-Muhajir dan Fagih Al-Muqaddam. Yang banyak kita kenal dinegeri kita yaitu keluarga Alatas, Assegaf, Alkaff, Bafaqih, Balfaqih, Alaydrus, bin Syekh Abubakar, Alhabsyi, Alhaddad, Al Jufri, Albar, Almusawa, bin Smith, bin Syahab, bin Yahya …..dan seterusnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Yang terbanyak dari mereka adalah keturunan dari Al-Husain dari Hadra- maut (Yaman selatan), ada juga yang keturunan Al-Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan syarif-syarif Makkah Abi Numay, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain dipanggil Tuan Sayid mereka juga dipanggil Habib. Mereka ini telah tersebar didunia. Di negeri-negeri besar seperti Mesir, Baqdad, Syam dan lain-lain mereka adakan NAQIB, yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan Sadat tersebut. Disaat sekarang umum- nya mencapai 36-37-38 silsilah sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidati Fathimah Az-Zahra ra.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dalam pergolakan aliran lama dan aliran baru di Indonesia , pihak Al-Irsyad yang menantang dominasi kaum Ba’alwi (Alawiyyun), menganjurkan agar yang bukan keturunan Al-Hasan dan Al-Husain memakai juga titel Sayyid dimuka namanya. Gerakan ini sampai menjadi panas. Tetapi setelah keturunan Arab Indonesia bersatu, dengan pimpinan A.R.Baswedan, mereka anjurkan menghilangkan perselisihan dan masing-masing memanggil temannya dengan ‘Al-Akh’ artinya Saudara.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Selanjutnya kesimpulan dari makalah Prof.Dr.HAMKA: Baik Habib Tanggul di Jawa Timur dan Almarhum Habib Ali di Kwitang, Jakarta, memanglah mereka keturunan dari Ahmad bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah/Iraq ke Hadramaut, dan Ahmad bin Isa ini cucu yang ke tujuh  dari cucu Rasulallah saw. Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.”. (Demikianlah nukilan dan susunan secara bebas mengenai penjelasan Prof.Dr.HAMKA tentang gelar Sayyid).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*******************&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut beberapa yang membahas tentang nasab keturunan Rasululullah saw, Barangsiapa ingin meneliti kitab-kitab tersebut berikut ini bisa didapati di perpustakaan umum atau khusus di Hadramaut, Yaman, Al-Haramain As-Syarifain, Kuwait, Darul Kutub di Mesir atau diperpustakaan manuskrip-manuskrip Arab. Nama-nama (sebagian) penulis dari kalangan ulama Hadramaut, Yaman dan Al-Haramain As-Syarafain dan Sejarah wafat mereka sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tabaqat Fugahail Yaman oleh Bahauddin Abu Abdillah Muhammad bin  Yusuf Bin Ya’kub Al-Jundi  Wafat tahun 732 H;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;At-Tuhfatun Nuraniyyah oleh Abdullah bin Abdurrahman Bawazir wafat tahun 850 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;At-Tarfatu Gharbiyah Bi Akhbar Hadramaut Alajibah oleh Al-Maqrizi wafat tahun 845 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Manaqib Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’Alawi dan Wafayat A’yanil Yaman oleh Abdurrahman bin Ali Hasan tinggal di Raidah Almasyqa Hadramaut wafat tahun 818 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Al-Jauharus Sayafaf Fi Fadhail Wa Manaqibis Sadah Al-Asyraf oleh Abdurrahman Sohibul Wa’al Al-Khatib Al-Ansari Al-Hadrami wafat 855 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tabaqatul Khawas Ahlis-Sidqi Wal Ikhlas oleh Ahmad bin Ahmad Abdul Latif As-Syarji Az-Zubaidi Al-Yamani wafat tahun 893 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Al-Barqatul Masyiqah oleh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman Assegaf wafat tahun 895 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mawahibul Qudrus Fi Manaqib Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus oleh Muhamad bin Omar bin Mubarak Al-Hadrami terkenal dengan sebutan Bahriq wafat tahun 930 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tarikh Syambal oleh Ahmad bin Abdullah bin Alwi dikenal dengan Ibnu Syambal Al-Hadrami wafat tahun 945 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tarikh Thaghri And Wa-Qalaidin Nahr oleh Muhammad At-Tayyib Ba-Makhramah wafat tahun 947 H;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tuhfatul Muhibbin Wal Ashab Fi Makrifati Ma Lil-Madaniyyina Minal Ansab oleh Abdurrahman Al-Ansari wafat tahun 1195 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Nasyrun Nuri Wazzahr Fi Tarajim Al-Qarnil Asyir Ilal Qarni Rabi’ Asyar oleh As-Syeikh Abdullah Murad Abul Khair wafat tahun 1343 H ;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Siyar Wa Tarajim Ba’dhi-Ulamana Fil Qarnir Rabi’ Asyar oleh Omar Abdul Jabbar wafat tahun 1391 H.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt; : &lt;a href="http://www.everyoneweb.com/"&gt;http://www.everyoneweb.com/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-6602127354748516206?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/6602127354748516206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=6602127354748516206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6602127354748516206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6602127354748516206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/11/syeikh-bin-baz-dan-buya-hamka-bicara.html' title='Syeikh Bin Baz dan Buya Hamka Bicara Tentang Keturunan Nabi saw'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-3682905431628274403</id><published>2011-08-03T10:45:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T10:48:04.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadrah'/><title type='text'>Hadrah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LCc_TZ5knF8/TjmIvKo38tI/AAAAAAAAArk/rgfr8mGxm7o/s1600/hadrah3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://3.bp.blogspot.com/-LCc_TZ5knF8/TjmIvKo38tI/AAAAAAAAArk/rgfr8mGxm7o/s400/hadrah3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikenal sebagai &lt;b&gt;pesta penyambutan Sayyidina Rasulullah SAW&lt;/b&gt; di jamannya. Hadrah selalu menjadi acara meriah yang dilakukan dengan penuh kegembiraan akan Cinta Kekasih Terkasih Allah SWT. Lantunan &lt;b&gt;Shalawat&lt;/b&gt;, gerakan serta hentakan &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Ya Hayy!”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang berarti &lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;, ditujukan untuk membangunkan ruh atau spiritual yang telah lama tertidur dan dikendalikan oleh ego. Ketika ruh atau spiritual terbangun, maka pancaran Cahaya Kehidupan yang sesungguhnya atau Illahi akan tertuang pada masing-masing orang yang melakukan Hadrah tersebut. Kebahagiaan yang Hakiki akan mengalir dari hati lewat rasa dan memenuhi ruang-ruang yang selama ini terasa kosong. Gerakan yang dilakukan dengan iringan tangan dari mulut menuju seluruh tubuh, agar kata “Hayy!” yang keluar dari mulut mencapai seluruh tubuh dan membangunkan seluruh sel-sel di tubuh kepada kecintaan untuk kembali kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CXk7WQ7Axns/TjmI7GtkSoI/AAAAAAAAAro/fys54EU_r3Y/s1600/hadrah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://2.bp.blogspot.com/-CXk7WQ7Axns/TjmI7GtkSoI/AAAAAAAAAro/fys54EU_r3Y/s400/hadrah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://jalalsufi.blogspot.com/"&gt;http://jalalsufi.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-3682905431628274403?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/3682905431628274403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=3682905431628274403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3682905431628274403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3682905431628274403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/08/hadrah.html' title='Hadrah'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LCc_TZ5knF8/TjmIvKo38tI/AAAAAAAAArk/rgfr8mGxm7o/s72-c/hadrah3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-7512699086803001660</id><published>2011-08-03T10:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T10:36:44.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknik Whirling Dervishes'/><title type='text'>Teknik Whirling Dervishes</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Adab; bertawassul dan meditasi sufi pada mursyid tarekat, (Naqshbandi Haqqani) Mawlana Shaykh Nazim Adil Al'Qubrusi Haqqani. Meditasi sufi diperlukan agar menjaga keseimbangan hati dalam berputar, sehingga tidak mudah lelah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JBwm2z5QxU0/TjmGdCszYaI/AAAAAAAAArU/nBYS1xY_xHg/s1600/Adab+dan+Tawasul+pada+Mursyid+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://4.bp.blogspot.com/-JBwm2z5QxU0/TjmGdCszYaI/AAAAAAAAArU/nBYS1xY_xHg/s320/Adab+dan+Tawasul+pada+Mursyid+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Berdiri, kemudian menyilangkan tangan didepan dada, mencengkram bahu, berzikir "Allah..." sembari menarik nafas, dan "Huu..." ketika menghembuskannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MsoiKEumG3c/TjmGzMe5l8I/AAAAAAAAArY/hM3w9H41B-M/s1600/adab2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://3.bp.blogspot.com/-MsoiKEumG3c/TjmGzMe5l8I/AAAAAAAAArY/hM3w9H41B-M/s320/adab2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Adab; membungkuk memberi salam, dikenal dengan nama "Salam Penyatuan Illahiah Pertama".&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-syvYkATeqBw/TjmHG0iYY7I/AAAAAAAAArc/gKpWNGlDBo0/s1600/huu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-syvYkATeqBw/TjmHG0iYY7I/AAAAAAAAArc/gKpWNGlDBo0/s320/huu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Dengan membuat kaki kiri menjadi tumpuan, berputar ke arah kiri dengan berzikir "Allah..Allah..", serta menggunakan kaki kanan untuk membantu putaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Setelah berputar 3x, barulah tangan kanan dibuka. Dengan posisi telapak tangan terbuka menghadap langit, fokuskan arah mata ke telapak tangan kanan. Tetapi jagalah agar tetap terkonsentrasi dalam zikir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Secara perlahan tangan kiri dibuka. Telapak tangan kiri menghadap bumi. Maka seperti mawar cinta yang mengembang, perlahan-lahan pula "Tennure" (jubah/pakaian yang dikenakan para darwis) mengembang dengan indahnya menyebarkan cinta Illahia disekelilingya.&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://jalalsufi.blogspot.com/"&gt;http://jalalsufi.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-7512699086803001660?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/7512699086803001660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=7512699086803001660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7512699086803001660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7512699086803001660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/08/teknik-whirling-dervishes.html' title='Teknik Whirling Dervishes'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JBwm2z5QxU0/TjmGdCszYaI/AAAAAAAAArU/nBYS1xY_xHg/s72-c/Adab+dan+Tawasul+pada+Mursyid+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2794837188079221333</id><published>2011-08-02T23:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T23:47:43.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Whirling Dervishes'/><title type='text'>Tentang Whirling Dervishes</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-j1BPDWp2Veg/Tjjh-QZeJvI/AAAAAAAAAoI/b4FkfeLQ19I/s1600/Putaran+Tubuh.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://3.bp.blogspot.com/-j1BPDWp2Veg/Tjjh-QZeJvI/AAAAAAAAAoI/b4FkfeLQ19I/s320/Putaran+Tubuh.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh &lt;b&gt;Sulthan Awliya Quthubul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al Qubrusi An Naqshabandi Al Haqqani yang diwakili oleh Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani An Naqshbandi Al Haqqani Ar Rabbani&lt;/b&gt;. Pada suatu hari saat Sayyidina Rasulullah SAW khobah Jum'at, datanglah seorang Baduy Arab seraya bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, kapankah kiamat itu datang?”. Sayyidina Rasulullah SAW tidak menjawab, Beliau hanya diam. Baduy Arab itu terus bertanya sampai 3 kali hingga Sayyidina Jibril a.s datang menghadap Sayyidina Rasulullah SAW dan berkata, “Tanyakanlah padanya apakah bekal yang dia bawa untuk menyambut hari kiamat itu?”. Lalu Sayyidina Rasulullah SAW menyampaikannya dan orang Baduy Arab itu menjawab, “Bukankah aku memiliki Cinta kepadaMu Ya Rasulullah SAW.” Dan Sayyidina Rasulullah berkata, “Cukuplah itu membuatmu berdekatan dengan orang yang kau cintai seperti dua jari yang berdekatan.”Dan seketika itu juga orang Baduy Arab itu pergi tanpa mengikuti sholat jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-VhICaBDHmIQ/Tjji8M07sRI/AAAAAAAAAoM/5B1taVYbffc/s1600/MSN+Memperlihatkan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-VhICaBDHmIQ/Tjji8M07sRI/AAAAAAAAAoM/5B1taVYbffc/s320/MSN+Memperlihatkan.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Shaykh Hisham Kabbani memperlihatkan bagaimana Sayyidina Abu Bakar Shiddiq Whirling &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat mendengar percakapan itu, Sayyidina Abu Bakar Shiddiq RA(1) yang selama ini risau akan pertanyaan yang sama, bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Sayyidina Rasulullah SAW, apakah cukup hanya dengan Cinta?”. Kemudian Sayyidina Rasulullah SAW menjawab, “Syarat yang utama adalah Cinta!”. Mendengar jawaban itu, hati Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra sangat gembira, begitu bahagia hingga ia mulai berputar dengan jubahnya. Gerakan memutar inilah yang kemudian dikembangkan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi menjadi Whirling Dervishes.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu tarian ini kembali muncul beberapa abad setelahnya, yang dilakukan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi, seorang sufi yang juga merasakan cinta yang hampir sama kepada gurunya Mawlana Syamsuddin At-tibrizi, atau Syams-i-Tabriz. kemudian tarian ini terus dikembangkan oleh Thariqat Mawlawiyah atau Mevlevi, yang kemudian menjadi seni yang dipertontonkan keseluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun tarian ini mempunyai makna yang dalam dan esensi spiritual yang tinggi, namun dewasa ini, tarian ini pun sudah kehilangan maknanya, hanya menjadi penghias mata belaka. Tetapi karena sejarah dari tarian ini tidak sembarangan, maka akan selalu indah untuk dilihat. Oleh karena itu kami ingin mencoba menyingkap rahasia dan hakikat yang sebenarnya dari tarian ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian. Dibuktikan dengan dari sekian banyaknya tradisi dan ajaran-ajaran –yang saat ini sudah mulai dilupakan dan ditinggalkan– salah satunya adalah tarian whirling dervish, tarian yang dilakukan Atas nama Cinta, Dengan Cinta dan Untuk membawa Cinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarian Whirling Dervish dapat menarik siapa saja baik yang beragama islam atau yang tidak beragama islam. Karena Tarian ini memiliki keindahan putarannya yang dapat menyentuh kalbu lewat sentuhan spiritual yang tersirat di dalamnya. Di zaman sekarang, dimana islam sudah dianggap agama teroris, dan tidak lagi dipercaya sebagai agama pembawa kedamaian yang dibawa oleh Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW. Penyelewengan ini memicu kami untuk menyingkap Hakekat dari agama yang penuh dengan Cinta Kasih ini, lewat berbagai jalan yang mampu membawa kedamaian dalam hati setiap manusia. Seperti islam yang tidak menyebar lewat satu jalan, namun banyak jalan, demikian pula dengan seni yang mengatasnamakan Cinta Illahi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama tarian itu adalah Mevlevi Sema Ceremony atau lebih akrab disebut &lt;b&gt;Sema&lt;/b&gt; (dalam bahasa Arab berarti “mendengar”, atau jika diterapkan dalam definisi lebih luas adalah bergerak dalam suka cita sambil mendengarkan nada-nada musik sembari berputar-putar sesuai dengan arah putaran alam semesta). Di Barat, tarian ini lebih dikenal sebagai “Whirling Dervishes” atau para Darwis yang berputar, dan digolongkan sebagai &lt;b&gt;divine dance&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mevlevi Sema Ceremony&lt;/b&gt; juga telah dikukuhkan oleh &lt;b&gt;UNESCO&lt;/b&gt; sebagai salah satu karya agung dalam tradisi lisan yang tak ternilai harganya. &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Whirling Dervishes&lt;/b&gt;: &lt;b&gt;Adalah satu tarikan nafas&lt;/b&gt;, seperti halnya &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dan puisi-puisinya. Goethe menyebut &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; sebagai The greatest mystic poet of the world. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c9x3eqP1nZE/TjjkfTKR9FI/AAAAAAAAAoQ/Ia51XZhkHQM/s1600/Naqshbandi+Haqqani+WD.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://1.bp.blogspot.com/-c9x3eqP1nZE/TjjkfTKR9FI/AAAAAAAAAoQ/Ia51XZhkHQM/s320/Naqshbandi+Haqqani+WD.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Naqshbandi Haqqani Rabbani Whirling Dervishes&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang ketokohan &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;, rasanya tak perlu dibahas lagi. Jika pengaruhnya masih demikian luas setelah 800 tahun kepergiannya, manusia ini tentu luar biasa. William Dalrymple menulis bahwa pada saat masyarakat AS dicekam horror Bin Laden, ternyata buku puisi terlaris sepanjang 90-an bukanlah karya-karya penulis besar AS semacam Robert Frost, Robert Lowell, tidak juga karya-karya klasik raksasa Eropa seperti Shakespeare, Homer, Dante; tetapi justru karya-karya &lt;b&gt;Maulana Jalaluddin Rumi&lt;/b&gt;. Sedangkan &lt;b&gt;Rumi &lt;/b&gt;sendiri “hanya” menyebut dirinya sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;I am dust on the path of Muhammad, the chosen one.. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini nama &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dikenal cukup baik di Barat. Bahkan beberapa komunitas disana telah membentuk semacam perkumpulan &lt;b&gt;Sema&lt;/b&gt;, yang bertemu setiap minggu untuk berdiskusi dan menarikan &lt;b&gt;Whirling Dervishes&lt;/b&gt;. Komunitas ini terdapat di beberapa Negara Eropa seperti Swiss, Jerman, Belanda, dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah mereka muslim? Tentu saja ya, karena sebagian besar penari Whirling beragama islam. Komunitas ini menangkap ajaran &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; atas nama kemanusiaan yang berketuhanan dan beragamakan cinta. Sufisme yang mereka anut menjadi semacam liberal Sufism, bukan dalam konteks ortodoksi &amp;amp; ortopraksi sufisme Islam. Bagi mereka, Rumi adalah sosok yang telah membuka mata hati mereka, bahwa &lt;b&gt;manusia dengan seluruh peradabannya hanyalah setitik debu di hadapan Tuhan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senada dengan itu, kalangan Islam liberal juga kerap “mendewakan” &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; sebagai sosok pluralis. Mereka mengikuti petuah para pendekar pluralisme, misalnya John Hick--seorang tokoh pluralisme agama--yang kerap mengutip kata-kata &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; : “ Lampu-lampu itu berbeda, tapi cahayanya sama, datang dari sumber yang sama…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang kata-kata dan argumen &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dipakai oleh kalangan Islam liberal untuk menambah hujjah(2) mereka bahwa pluralisme agama adalah sebuah keniscayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Tentu saja hujjah ini dimaksudkan untuk melemahkan posisi argumen dari mereka yang berseberangan dengan para liberalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, bagi mereka yang agak konservatif (selain pengikut salaf), kerap menuding cara pandang liberalis telah membajak karya &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; untuk kepentingan ideologis mereka. &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dengan semua karyanya, hanya bisa dipahami di atas kerangka Al-Qur'an dan Hadist. &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; yang telah dilucuti ke-Islam-annya adalah tak lebih dari Kahlil Gibran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Samâ' bukanlah sembarang tarian, melainkan tarian yang memuat konsep spiritual didalamnya. Samâ' bisa dikatakan sebagai sebuah metode intuitif untuk membimbing setiap Individu untuk membuka jalan jiwanya menuju Tuhan. Ketika akal pikiran tak sanggup lagi menjangkau Tuhan, maka metode semacam ini ditempuh. Lewat samâ' , para dervishes atau darwis melakukan perjalanan &lt;i&gt;mistis spiritual&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; menuju kesempurnaan, untuk &lt;i&gt;meleburkan jiwanya dengan Tuhan&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Dengan membuang segala ego, menghampiri kebenaran hingga tiba di gerbang kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelahnya, mereka kembali lagi sebagai seorang dengan tingkat kesempurnaan yang meningkat, sehingga mampu menebar cinta kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan tanpa membedakan keyakinan atau ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bukunya yang berjudul Sufism: A Short Introduction , William C. Chittick mengatakan bahwa tujuan samâ' adalah memperkuat &lt;i&gt;dzikir&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(5)&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;kepada Allah seraya mengobarkan api yang membakar habis segala sesuatu kecuali Dia. Bagi penari samâ' , musik adalah bahasa rahasia, tanda-tanda Tuhan yang bersinar dan dapat didengar. Ketika mendengar bahasa rahasia tersebut, jiwa manusia mengingat tempat kediaman asalnya, yakni hari alastu , ketika Tuhan mengadakan perjanjian dengan Adam dan keturunannya, dengan mengatakan, &lt;i&gt;“Alastu bi rabbikum?”. “Bukankah Aku Tuhanmu?”, yang dijawab oleh mereka dengan: “ Ya! kami bersaksi .”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. 7:172)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya ada tiga unsur penting yang menjadi karakteristik samâ': pikiran, hati (lewat ekspresi perasaan, puisi dan musik), dan tubuh (dengan menggerakan kehidupan lewat putaran).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat rahasia tersembunyi dalam samâ'. Musik dan tari, masing-masing menyimpan muatan spiritual. Musik yang mengiringi merupakan media untuk membangkitkan gairah kalbu untuk mengingat Tuhan, yang bisa mengantarkan manusia ke dalam keadaan &lt;i&gt;dzauk &lt;/i&gt;(keadaan dimana manusia merasakan cinta kepada Allah sedemikian besarnya, sehingga mereka ingin segera bertemu dengan Allah), kepada asal mereka sendiri dalam ‘ketiadaan'.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sudut pandang sains, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dibangun dari kumpulan partikel atom. Di dalam atom terdapat elektron yang berputar mengitari intinya. Jika kita kaitkan, sesungguhnya seluruh benda di alam semesta ini dalam keadaan berputar. Hakikatnya manusia berputar karena ada atom di tubuhnya yang berputar menggerakkan sel sehingga darah dapat beredar. Kehidupan manusia pun berputar melewati beberapa fase. Dari tanah berputar melewati berbagai fase hidup, akhirnya kembali lagi menuju tanah. Demikian juga planet-planet berputar mengitari matahari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam samâ', putaran tubuh mengibaratkan elektron yang bertawaf mengelilingi intinya menuju sang Maha Kuasa. Harmonisasi perputaran di alam semesta, dari sel terkecil hingga ke sistem solar, dimaknai sebagai keberadaan Sang Pencipta. Pikirkan ciptaan-Nya, bersyukur dan berdoalah. “&lt;i&gt;Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu .”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. 64:1)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Asal Tarian&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Kota Turki &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Turki atau Konya adalah kota dimana &lt;b&gt;Mawlana Jalaludin Rumi&lt;/b&gt; memulai ajaran ajarannya. Dan disinilah Thariqat Mawlaw iyah berkembang. Jalaludin Rumi mendapatkan nama “Rumi” dari kota ini, yang dulunya bernama “Rum” atau “ Rome ”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini pun, tarian whirling masih sangat berkembang di Turki. Dan menjadi salah satu nilai sejarah budaya bangsa mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Cgp2z0FK4x0/TjjoZnPtb6I/AAAAAAAAAoU/s89VWYpPto8/s1600/Asal+Tarian.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://4.bp.blogspot.com/-Cgp2z0FK4x0/TjjoZnPtb6I/AAAAAAAAAoU/s89VWYpPto8/s320/Asal+Tarian.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Mawlana Jalaludin Rumi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Samâ', tarian sakral yang pertama kali diajarkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273), sang penyair-sufi agung asal Persia. Samâ’ adalah upacara atau ritual yang diadakan sebagai pengantar para penari kepada sublimasi antara makhluk dengan Penciptanya. Upacara ini berisi adab-adab yang masing-masing mengandung makna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarian mistis yang penuh simbolisme ini pertama kali menginspirasi Rumi setelah kehilangan guru spiritual yang sangat dicintainya, Syamsuddin Tabrizi. Ia adalah seorang darwis misterius yang bagaikan magnet mampu menyedot seluruh perhatian Rumi, hingga orientasi spiritual Rumi berubah secara dramatis, dari seorang teolog dialektis menjadi seorang penyair-sufi. Kemisteriusan Syams membuat putera Rumi menyepadankannya dengan &lt;i&gt;Khidr&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(6)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iqIksHRt-zU/Tjjo1AfrlLI/AAAAAAAAAoY/1OJuyQY_-tA/s1600/Lukisan+Rumi+1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-iqIksHRt-zU/Tjjo1AfrlLI/AAAAAAAAAoY/1OJuyQY_-tA/s320/Lukisan+Rumi+1.JPG" width="243" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Lukisan Rumi &amp;amp; Shalahuddin Faridun Zarkub oleh Omar Faruk Atabek &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan di suatu pagi, seorang pandai besi yang juga darwis bernama Shalahuddin Faridun Zarkub menempa besinya. Pukulan itu kontan membuat Rumi menari hingga mencapai keadaan ekstase. Lalu secara spontan dari mulut &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; mengalir ujaran-ujaran mistis dalam bentuk puisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, Shalahuddin dijadikan &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; sebagai khalifah (wakil) untuk menggantikan posisi Syams, tempat ia mencurahkan gagasan dan perasaannya. Setelah melembaga, tarian ini sering dilakukan &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; selepas shalat Isya di jalanan kota Konya, diikuti para darwis lainnya. Acara terakhir biasanya ditutup dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; menari adalah Cinta. Dan Rumi tak berhenti menari karena ia tak pernah berhenti mencintai Tuhan. Hingga tiba saatnya di suatu senja 17 Desember 1273, ia dipanggil Sang Maha Kuasa dalam keadaan diliputi Cinta Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah wafatnya &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;, tarekat Maulawiyah (beserta ritual samâ'-nya) berlanjut terus di bawah pimpinan Syaikh Husamuddin Hasan bin Muhammad, salah seorang sahabat karibnya, yang juga dijadikan &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; sebagai khalifah setelah kepergian Shalahuddin. Husamuddin adalah orang yang memberinya dorongan dan inspirasi sehingga lahirlah sebuah karya yang menjadi magnum opus &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;, yakni Matsnâwî. Kitab ini terdiri dari enam jilid dan berisi 25.000 untaian bait bersajak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Jika kau menulis sebuah buku seperti Ilahiname milik Sana'i atau Mantiq at-Thayr milik Fariduddin Attar, niscaya akan menarik minat sekumpulan penyanyi keliling. Mereka akan mengisi hatinya dengan apa yang kau tulis dan musik akan digubah untuk mengiringinya”, demikian saran Husamuddin kepada &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; di sebuah kebun anggur Meram di luar Konya. Bersama Husamuddin lah Matsnâwî tercipta. Sehingga karya monumental ini dikenal pula dengan sebutan Kitab-i Husam (Bukunya Husam).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terpesona dengan kandungan dari karya tersebut, seorang orientalis Inggris bernama R.A Nicholson –yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mengkaji karya &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;– mengatakan, Matsnâwî adalah sungai besar yang tenang dan dalam, mengalir melalui banyak dataran yang kaya dan beragam menuju samudera tak bertepi. Matsnâwî di mata para pengikut &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; dianggap sebagai uraian makna batin Al-Quran. Sementara Abdurahman Jami –penyair asal Persia– menyebutnya “Al-Quran dalam bahasa Persia.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CyRM5kcJf4w/TjjqC1DpGXI/AAAAAAAAAoc/PDn480OAwXE/s1600/Lukisan+Tekke.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://2.bp.blogspot.com/-CyRM5kcJf4w/TjjqC1DpGXI/AAAAAAAAAoc/PDn480OAwXE/s320/Lukisan+Tekke.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Lukisan Tekke di Istambul pada abad 18&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bab ke tiga Matsnâwî berisi tentang kefanaan dalam samâ'. “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tatkala gendang ditabuh, serta merta sebuah rasa ekstase merasuk laksana buih yang meleleh dari debur sang ombak.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, begitu senandung Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Husamuddin wafat, tarekat Maulawiyah berlanjut di bawah kepemimpinan putera tertua &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;, Sultan Walad. Di tangan puteranyalah tarekat ini terorganisir dengan baik, hingga ajaran ayahnya tersebut menyebar ke seluruh penjuru negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarekat Maulawiyah di Barat lebih dikenal dengan sebutan ‘The Whirling Dervishes' (darwis-darwis yang berputar), mengambil nama dari ciri utama tarekat ini. Selain di Eropa, kini tarekat Maulawiyah sudah merambat ke dataran Amerika hingga ke benua Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian abad lamanya pertunjukan samâ' menarik perhatian para pengembara spiritual, hingga lahir catatan-catatan penting tentangnya. Dalam bukunya yang berjudul Islamic Art and Spirituality, Seyyed Hossein Nasr mengatakan bahwa samâ' diawali dengan nostalgia tentang Tuhan, berlanjut dengan keterbukaan sedikit demi sedikit terhadap limpahan karunia dari surga, setelah itu mengalami keadaan ekstase (fana'), lebur bersama &lt;i&gt;Al-Haqq&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(7)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; menyebut samâ' sebagai simbolisme kosmos, sebuah misteri yang sedang menari. Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar. Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Teknik Tarian  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Setiap atom menari di darat atau di udara &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sadari baik-baik, seperti kita, ia berputar-putar tanpa henti di sana &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Setiap atom, entah itu bahagia atau sedih, &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Putaran matahari adalah ekstase yang tak terperikan &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rumi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NZK4udbsErc/Tjjrkh2NC2I/AAAAAAAAAog/Zx2IE_N-sSM/s1600/Lukisan+Rumi+2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-NZK4udbsErc/Tjjrkh2NC2I/AAAAAAAAAog/Zx2IE_N-sSM/s320/Lukisan+Rumi+2.JPG" width="209" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Satu-satunya lukisan Mawlana Jalaludin Rumi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalawat disenandungkan, gendang mulai bertabuh, seruling ney mulai ditiup. Sekelompok darwis mengenakan atribut yang seragam. Topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Di tengah-tengah mereka tampak seorang Syaikh, yang berperan sebagai pemimpin. Jubah hitam tetap ia kenakan. Ia maju mengambil tempat. Kini giliran syaikh tersebut membungkukkan badannya pada darwis lainnya, mereka pun balas menghormat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekelompok darwis itu kemudian membentuk barisan. Satu per satu maju. Setelah sang pemimpin memberi restu, maka ritual pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangan-tangan masih menyilang di bahu. Kaki-kaki yang telanjang mulai merapat. Lalu dimulailah gerakan berputar yang lambat, dengan tumit kaki dijadikan sebagai tumpuan secara bergantian, sementara kaki yang satunya sebagai pemutar. Perlahan-lahan tangan dilepas dari bahu dan mulai terangkat. Gerakan tangan yang anggun itu berangsur membentuk posisi horizontal. Telapak tangan kanan menghadap ke atas, yang kiri ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YK5qe3ysPUc/Tjjr-c0ERjI/AAAAAAAAAok/a3DlbJqnACE/s1600/Lukisan+WD.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://4.bp.blogspot.com/-YK5qe3ysPUc/Tjjr-c0ERjI/AAAAAAAAAok/a3DlbJqnACE/s320/Lukisan+WD.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Lukisan whirling dervishes di tekke di Konstantinopel pada abad 18 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin lama gerakan semakin cepat, selaras dengan ketukan irama yang mengiringinya. Mata-mata itu nampak semakin sayu, sebagian terpejam. Kepala mereka semakin condong ke salah satu pundaknya. Semakin cepat putaran, rok-rok putih yang mereka kenakan semakin mengembang sempurna laksana payung yang terbuka. Orang-orang itu semakin larut. Suasana magis seolah tercipta. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gendang belum berhenti bertabuh, &lt;i&gt;ney&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(8)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; masih mengalun syahdu. Tanpa isyarat dari sang pemimpin ritual untuk berhenti, mereka akan terus melambung dalam keadaan ekstase. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Atribut yang dikenakan juga merupakan metafora yang menyimpan makna. Topi Maulawi –yang biasanya berwarna merah atau abu-abu– melambangkan batu nisan ego, jubah hitam sebagai simbol alam kubur yang ketika dilepaskan melambangkan kelahiran kembali menuju kebenaran, baju putih adalah kain kafan yang membungkus ego, dan ney melambangkan jiwa yang dinafikan dari diri, digantikan dengan Jiwa Ilahi. Seruling buluh ini juga melambangkan terompet yang ditiupkan malaikat di hari kebangkitan untuk menghidupkan kembali orang yang mati. Karpet merah yang biasa diduduki oleh sang syaikh melambangkan keindahan matahari dan langit senja, yang waktu itu menghiasi kepergian Rumi untuk selamanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Samâ' bukanlah sembarang tarian, melainkan tarian yang memuat konsep spiritual didalamnya. Samâ' bisa dikatakan sebagai sebuah metode intuitif untuk membimbing setiap Individu untuk membuka jalan jiwanya menuju Tuhan. Ketika akal pikiran tak sanggup lagi menjangkau Tuhan, maka metode semacam ini ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam samâ', putaran tubuh mengibaratkan elektron yang bertawaf mengelilingi intinya menuju sang Maha Kuasa. Harmonisasi perputaran di alam semesta, dari sel terkecil hingga ke sistem solar, dimaknai sebagai keberadaan Sang Pencipta. Pikirkan ciptaan-Nya, bersyukur dan berdoalah. “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” &lt;b&gt;(QS. 64:1)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya kita saksikan sang pemimpin mulai berdiri. Tabuhan gendang terdengar dipercepat, seiring itu putaran tubuh pun semakin kencang. Kemudian syaikh itu memberikan isyarat untuk berhenti. Seketika itu musik dan para penari pun berhenti. Dan pertunjukan pun berakhir. Tanpa tepuk tangan, karena samâ' bukanlah sebuah pagelaran seni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta. Manusia diciptakan dengan Cinta untuk mencinta. &lt;i&gt;“Semua cinta adalah jembatan menuju Cinta. Siapa saja yang tak merasakannya tak akan tahu,”&lt;/i&gt; demikian kata &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makam &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; di Konya dikelola oleh pemerintah Turki sebagai obyek wisata. Setiap tahunnya, terutama antara tanggal 2-17 Desember, ribuan peziarah dari delapan penjuru mata angin berkunjung, menyaksikan para pengikut Maulawi berputar untuk memperingati “malam penyatuan”, malam di mana sang guru tercinta wafat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mausoleum Konya menyimpan kenangan. Saksi bisu sejarah tatkala ujaran sang penyair agung mengisi lembar peradaban luhur Islam melalui karya estetisnya, menjadi sumber inspirasi yang membakar jiwa para pecinta di segenap penjuru dunia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Seperti gelombang di atas putaran kepalaku, &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;maka dalam tarian suci Kau dan aku pun berputar &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Menarilah, Oh Pujaan Hati, &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;jadilah lingkaran putaran &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Terbakarlah dalam nyala api-bukan dalam nyala lilin-Nya &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa Tuhan menciptakan dan memberikan Cinta itu menjadi sebuah inti dari semua cinta, yang dapat menghilangkan semua batasan (batasan baik itu agama, budaya, ataupun ras). Di antara semua makhlukNya. Sehingga mereka dapat mencintai semua mahkluk manusia, dan mencintai mahkluk yang lain. Dan itu dapat menjadi sebuah obat untuk menyembuhkan penyakit individualis dan egoism dalam diri manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CjhBqeAiKKU/Tjjt7LyTrnI/AAAAAAAAAoo/2h0Iiw87Xk0/s1600/Lukisan+abad+17.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-CjhBqeAiKKU/Tjjt7LyTrnI/AAAAAAAAAoo/2h0Iiw87Xk0/s320/Lukisan+abad+17.JPG" width="273" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Lukisan abad 17 yang menunjukan upacara dervish di India &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; telah menterjemahkan itu semua dalam kesempurnaan bentuk, baik secara ucapan dalam bentuk puisi dan tarian Sema dalam putaran jasad. Untuk dirinya merasakan cinta itu, dan membagikan cinta itu kepada makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu disampaikan, bahwa penjelasan ini tidak bermaksud mengajak pembaca untuk menari di hadapan Tuhan, apalagi menganggapnya sebagai ritual yang sejajar dengan shalat, puasa, haji, dan sebagainya. Cerita Cinta ini sekadar untuk memperkenalkan khazanah keislaman yang dibawa oleh seorang Mawlana Jalaluddin Rumi, yang masyhur bukan saja di Timur, tapi juga di Barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari keberatan sebagian ulama fikih yang memandang musik dan tarian sebagai sesuatu yang diharamkan secara syariat, jalan spiritual melalui tasawuf –yang notabene sering menggunakan musik dan tarian sebagai media– telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi peradaban Islam. Terlebih, dalam prakteknya tasawuf mampu memainkan peranan sebagai obat bagi penyakit spiritual yang dilanda manusia modern yang semakin teralienasi dari poros eksistensi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Catatan Kaki: &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sayyidina Abu Bakar RA, adalah salah satu sahabat Rasulallah SAW. Yang merupakan salah satu pemegang rahasia terbesar tentang cintanya Rasulallah SAW. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Hujjah adalah persamaan arti dari acuan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Misitis Spiritual disini yang dimaksud adalah perjalan untuk mencitai Tuhan dengan benar. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Meleburkan cinta manusia kepada kecintaan terhadap Tuhannya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Dzikir adalah mengingat Allah, bukan hanya mengucapkan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sebagian ulama menyebut Khidr adalah seorang Nabi dan juga ada yang menyebut Awliya Allah yang mempunyai karakteristik yang aneh. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Al-Haqq ialah salah satu nama ALLAH SAW yang artinya Maha Benar. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Ney adalah seruling yang terbuat dari kayu yang berbeda dengan seruling kayu lainnya. Neyy juga adalah seruling khas asal Turki.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; &lt;a href="http://haqqanirabbani.asia/whirling-id.html"&gt;Rabbani Sufi Institute of Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2794837188079221333?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2794837188079221333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2794837188079221333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2794837188079221333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2794837188079221333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/08/tentang-whirling-dervishes.html' title='Tentang Whirling Dervishes'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j1BPDWp2Veg/Tjjh-QZeJvI/AAAAAAAAAoI/b4FkfeLQ19I/s72-c/Putaran+Tubuh.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-1330327321376325160</id><published>2011-08-01T10:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T10:15:54.390-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan bulan Ramadhan'/><title type='text'>Keutamaan bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, yaitu tentang puasa. Pada kesempaan kali ini kami akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan bulan ramadhan, khususnya amalan-amalan yang ada didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara keutamaan bulan ramadhan yaitu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 185)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.&lt;/i&gt; [1]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Awal Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diwajibkan berpuasa ketika diketahui telah masuk bulan Ramadhan. Untuk mengetahui masuknya bulan Ramadhan ada tiga cara yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;b&gt;Melihat Hilal&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. al Baqarah: 185)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah juga bersabda, &lt;i&gt;“…berpuasalah karena melihatnya (yaitu hilal).”&lt;/i&gt; [2]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;b&gt;Persaksian atas melihat hilal dari orang yang adil dan mukalaf&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana perkataan ibnu Umar, &lt;i&gt;“Banyak orang berusaha melihat hilal. Kemudian aku mengabarkan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa aku sungguh-sungguh melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa.”&lt;/i&gt; [3]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;b&gt;Menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaiman hadist dari Abu Hurairah, &lt;i&gt;“Jika kalian terhalang dari melihat bulan maka genapkanlah (Sya’ban )30 hari.”&lt;/i&gt; [4]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Amalan di bulan Ramadhan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;b&gt;Puasa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puasa ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Puasa ramadhan hukumnya wajib berdasar dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah dan ijma’ kaum muslimin. Allah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. al Baqarah:183)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang keutamaan puasa di bulan ramadhan ini dapat dilihat dalam hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”&lt;/i&gt; [5]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;b&gt;Shalat Tarawih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat tarawih termasuk shalat sunnah yang ditekankan (muakkadah), yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Dinamakan shalat tarawih karena orang-orang duduk istirahat antara setiap empat rakaat, karena mereka memanjangkan bacaan. Dalil pensyariatannya adalah Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam, &lt;i&gt;“Barangsiapa berdiri (shalat) dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”&lt;/i&gt; [6] Tidak ada masalah shalat tarawih dengan 23 raka’at atau 11 raka’at.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;b&gt;Iktikaf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. al Baqarah: 187)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disunnahkan beriktikaf di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam yang terakhir. ‘Aisyah berkata,&lt;i&gt;”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir pada bulan Romadhon.”&lt;/i&gt; Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &lt;i&gt;“Carilah malam lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon.”&lt;/i&gt; [7]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. &lt;b&gt;Membaca al Qur’an&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi ketika bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, &lt;i&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 185)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. &lt;b&gt;Shadaqah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Abbas berkata, &lt;i&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.”&lt;/i&gt; [8]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. &lt;b&gt;Umrah di bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata : &lt;i&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kalau bulan Ramadhan telah tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji.&lt;/i&gt; [9]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai ditulis di Riyadh, 15 Jumadil Akhir 1432 H (18 Mei 2011)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Zakariya Sutrisno&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Artikel:&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/l/kAQC_gyciAQAzjiUZQVaHgKlzuDOwxgoWiVunmi5k-tNAEg/www.thaybah.or.id%20/"&gt;http://www.facebook.com/l/kAQC_gyciAQAzjiUZQVaHgKlzuDOwxgoWiVunmi5k-tNAEg/www.thaybah.or.id / &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/l/_AQA0fYdiAQAsKXUlqPyQgVALUwAfJS4eSHkBLRHdLfcjzw/www.ukhuwahislamiah.com"&gt;http://www.facebook.com/l/_AQA0fYdiAQAsKXUlqPyQgVALUwAfJS4eSHkBLRHdLfcjzw/www.ukhuwahislamiah.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Notes:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[1]. HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[2]. Bukhari (1909),Muslim (19/1081)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[3]. Abu Dawud (2342), Ibnu Hibban (3447), Hakim (1541), Daruquthny (2127). Di shahihkan Ibnu Hibban dan Hakim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[4]. Bukhari (1909), Muslim (1083)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[5]. Muttafaqun ‘alaihi. Bukhori (1901), Muslim (760)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[6]. Dari hadist Abu Hurairah, Bukhari (37), Muslim (759)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[7]. Bukhori (2020)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[8]. HR. Bukhari (6)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[9]. Bukhari (1782), Muslim (1258)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nuansa Net Wonosobo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posted in Ponpes Madrasatul Qur'an AL KhasaniyNuansa Net Wonosobo31 July 03:51 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-1330327321376325160?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/1330327321376325160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=1330327321376325160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/1330327321376325160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/1330327321376325160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='Keutamaan bulan Ramadhan'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-8889373146915635749</id><published>2011-07-28T13:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T14:02:11.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa Ramadhan'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Berikut dalil Al Qur’an dan Hadits Puasa Ramadan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al – Baqarah : 183)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ayat di atas jelas bahwa puasa itu adalah wajib. Artinya jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan kita berdosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Puasa :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa mendirikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari – Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Seorang hamba yang berpuasa dalam sehari di jalan Allah, maka akan dijauhkan Allah orang tersebut pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh 70 musim dingin”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari – Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dua hari sebelum bulan Ramadan dan hari Raya kita dilarang berpuasa :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dari Abu Hurairah, dia berkata : &lt;i&gt;“Bersabda Rasulullah : “Janganlah kamu dahului puasa Ramadan dengan puasa satu hari atau dua hari, kecuali bagi orang yang biasa berpuasa (mis: puasa Daud, penulis), maka puasa sehari (sebelum Ramadan) itu diperbolehkan”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata &lt;i&gt;“Bahwasanya Rasulullah melarang berpuasa 2 hari, yaitu hari Idul Fitri (1 Syawal) dan hari Idul Adha.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari – Muslim)&lt;/b&gt; Berpuasa setelah Ru’yat (melihat bulan pertanda tanggal 1 Ramadan), begitu pula berhari raya (melihat bulan pertanda tanggal 1 Syawal) :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Ibnu Umar, ia berkata: &lt;i&gt;“Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Bila kamu telah melihat tanggal 1 bulan Ramadan, maka puasalah, dan bila kamu melihat tanggal 1 Syawal, maka berhari rayalah. Tetapi bila mendung, maka perkirakanlah (sesuai dengan hari perhitungan)”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada Riwayat Muslim disebutkan : &lt;i&gt;“Maka jika mendung terhadapmu, perkirakanlah sampai hari ketiga puluh.”&lt;/i&gt;  Pada Imam Bukhari: &lt;i&gt;“Maka Sempurnakanlah sampai hitungan 30 hari.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Hafsah, Ummul Mukminin : &lt;i&gt;“Bahwasanya Rasulullah telah bersabda: ‘Barang siapa yang tidak menetapkan (niat) berpuasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya (tidak sah puasanya).’&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Hadits diriwayatkan oleh Imam Lima)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata : &lt;i&gt;“Bahwasanya Rasulullah telah bersabda: ‘Amat baik orang-orang itu senantiasa menyegerakan berbuka (dalam puasanya)”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Salman bin Amir Adh Dhabiyyi, dari Rasulullah, beliau bersabda : &lt;i&gt;“Bila seseorang di antara kamu berbuka puasa, hendaklah dengan buah korma, bila tidak ada, maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci&amp;nbsp; &lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(Hadits diriwayatkan oleh Imam Lima)&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Sahur (Makan sebelum puasa):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dari Anas bin Malik, ia berkata: &lt;i&gt;“Bersabda Rasulullah : ‘Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari - Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Ummatku selalu dalam kebaikan selagi mensegerakan berbuka dan mengakhirkan (melambatkan) sahur”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya mengakhirkan sahur itu merupakan sunnah dari para rasul”&lt;/i&gt; (HR Ibnu Hibban)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Yang dilarang dalam Puasa :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan diri dari ucapan palsu (jelek) dan tetap mengerjakannya, maka tidak berguna bagi Allah puasanya&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari – Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat (malam) tidak mendapat pahalanya kecuali berjaga”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Al Hakim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: &lt;i&gt;“Bersabda Rasulullah: ‘Tidak ada puasa orang yang berpuasa selama-lamanya (tidak sahur dan berbuka)”&lt;/i&gt; (HR Bukhari – Muslim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : &lt;i&gt;“Bersabda Rasulullah : ‘ Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak ada qadha baginya, dan barang siapa sengaja muntah, maka wajib qadha atasnya (batal puasanya)”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[Hadits Diriwayatkan oleh Imam Lima]&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : &lt;i&gt;“Seorang lelaki datang kepada Rasulullah mengadukan hal dirinya, lalu ia berkata: ‘Ya Rasulullah, celakalah aku’ Kemudian Rasulullah bertanya: ‘Mengapa?’ Jawabnya: ‘Aku telah menyetubuhi istriku pada siang hari bulan Ramadan.” Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah kamu punya hamba sahaya yang dapat dimerdekakan?’ Jawabnya: ‘Tidak punya,’ maka beliau bertanya lagi: ‘Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut?’ Jawabnya: ‘Tidak mampu.’ Lalu beliau bertanya lagi: ‘Dapatkah kamu memberi makan 60 orang miskin?’ Jawabnya: ‘Tidak dapat.’ Lalu Rasulullah duduk dan menyerahkan sekarung korma kepadanya, sambil bersabda: ‘Sedekahkanlah ini.” Maka orang itu berkata lagi: ‘Apakah disedekahkan kepada orang yang paling fakir dari ?kami, sebab tidak ada seorangpun di antara orang yang berdiam pada batu hitam dari ahli Madinah yang paling membutuhkan lebih daripada kami.” Kemudian Rasulullah tersenyum, sehingga jelas terlihat gigi beliau yang putih, kemudian beliau bersabda: ‘Pergilah, berilah makan keluargamu.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Hadits Diriwayatkan oleh Imam Tujuh)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya puasa itu perisai. Maka jika salah seorang dari kamu berpuasa, jangan berkata keji dan kasar. Kalau dia dicela atau hendak diperangi seseorang, hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasa” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR Bukhari – Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mustaine Mudhiun posted in Ponpes Madrasatul Qur'an AL Khasaniy 27 July 14:05  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-8889373146915635749?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/8889373146915635749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=8889373146915635749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8889373146915635749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8889373146915635749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/07/puasa-ramadhan.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-7941847726614838287</id><published>2011-07-25T09:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T09:48:26.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enam Perkara Yang Allah Sembunyikan di Dalam 6 Perkara'/><title type='text'>Enam Perkara Yang Allah Sembunyikan di Dalam 6 Perkara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 6 perkara yang Allah sembunyikan didalam 6 perkara diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan Keridhoannya di dalam taat kepadanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan Kemurkaannya di dalam maksiat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan LaiLatur Qodar di dalam bulan Ramadhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan Para Wali di tengah-tengah manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan Kematian di dalam Umur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menyembunyikan Shalat Yang paling Utama (shalat wustha) di dalam Shalat 5 waktu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-7941847726614838287?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/7941847726614838287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=7941847726614838287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7941847726614838287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7941847726614838287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/07/enam-perkara-yang-allah-sembunyikan-di.html' title='Enam Perkara Yang Allah Sembunyikan di Dalam 6 Perkara'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-3179090210231952133</id><published>2011-07-23T09:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:57:57.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ringkasan Kitab Nashaihul Ibad'/><title type='text'>Ringkasan Kitab Nashaihul Ibad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ringkasan Kitab Nashoihul Ibad.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ringkasan berikut saya ambil dari kitab Nashoihul Ibad karangan Ibnu Hajar Al-Asqolani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3 HAL YANG DAPAT MERUSAK DIRI SENDIRI :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang yang sangat kikir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mengikuti kehendak nafsu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memandang diri sendiri dengan pandangan sempurna, tanpa memandang kenikmatan Allah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3 HAL YANG MENJADI SEBAB MEMPEROLEH KEDUDUKAN TINGGI DI AKHIRAT :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membudayakan ucapan salam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi makan kepada orang yang lapar dan tamu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat tahajud ditengah malam ktika orang lelap tidur&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3 HAL YANG DAPAT MENGHAPUSKAN DOSA :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyempurnakan wudlu disaat udara sangat dingin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melangkahkan kaki menuju sholat berjamaah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunggu sholat selanjutnya, setelah melaksanakan sholat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7 HAL YANG DAPAT MENERANGI ALAM KUBUR :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ikhlas dalam beribadah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbakti kepada ibu dan bapak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempererat tali silaturahmi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menyia-nyiakan usia dalam kemaksiatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengikuti kehendak hawa nafsu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersungguh-sungguh dalam taat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbanyak dzikir kepada Allah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;MANFAATKAN 5 PERKARA SEBELUM DATANG 5 PERKARA YANG LAIN :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masa mudamu sebelum kamu tua&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa sehatmu sebelum kamu sakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa kayamu sebelum kamu fakir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa hidupmu sebelum kamu mati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa senggangmu sebelum kamu sibuk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7 GOLONGAN YANG MENDAPAT PERLINDUNGAN DARI PANASNYA MATAHARI DI HARI KIAMAT :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang yang saling mencintai karena Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang terpelihara dari perbuatan zina&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang penuh semangat dalam beribadah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang gemar bersedekah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang suka menangisi dosa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang suka sholat tahajud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imam (pemimpin) yang adil&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6 HAL YANG DAPAT MENGHAPUS AMAL KEBAIKAN :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gemar memperhatikan aib orang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keras hati (tidak mau menerima nasihat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cinta dunia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurang memiliki rasa malu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak mengkhayal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terus-menerus berbuat dholim&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10 SAUDARA-SAUDARA IBLIS :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemimpin yang tidak bisa menjaga amanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang sombong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang kaya yang tidak tahu darimana dia memperoleh harta dan untuk apa hartanya dimanfaatkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang alim (ulama’) yang membenarkan penguasa dholim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pedagang yang curang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang suka menimbun harta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berzina&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang suka memakan harta riba’ (rentenir)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang kikir yang tidak mau menginfaqkan hartanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang suka minum arak&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;20 CIRI-CIRI MANUSIA YANG DIMUSUHI IBLIS :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang berilmu dan mengamalkannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muadzin (orang yang adzan) dalam sholat 5 waktu dengan niat karena Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang menyayangi fakir miskin dan anak yatim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mempunyai hati penuh kasih sayang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berpegang teguh pada kebenaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang taat pada Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang hanya makan barang yang halal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua orang pemuda-pemudi yang saling mencintai karena Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang selalu membiasakan sholat jamaah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang gemar sholat tahajud disaat orang lelap tidur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang senantiasa menjaga diri dari perbuatan haram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang menasehati orang lain tanpa pamrih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang selalu menjaga wudlunya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang ringan tangan membantu orang lain (dermawan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mempunyai akhlak mulia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mempunyai keyakinan kuat bahwa Allah penjamin dirinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berbuat kebajikan kepada para janda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mempersiapkan kematian dengan bekal amal kebaikan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10 surat dalam Al-Qur’an dapat mencegah 10 perkara :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Fatihah mencegah kemarahan Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Yasin mencegah kehausan dihari kiamat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Ad-Dukhan mencegah kesusahan dihari kiamat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Waqiah mencegah kefakiran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Mulk mencegah siksa kubur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Kautsar mencegah permusuhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Kafirun mencegah kekufuran ketika dicabut roh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Ikhlas mencegah kemunafikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Al-Falaq mencegah iri hati seseorang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat An-Nas mencegah was-was&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Postingan dari ukhti Chairunisa Ulfa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-3179090210231952133?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/3179090210231952133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=3179090210231952133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3179090210231952133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3179090210231952133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/07/ringkasan-kitab-nashoihul-ibad.html' title='Ringkasan Kitab Nashaihul Ibad'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-7095682989088585667</id><published>2011-07-23T09:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:02:13.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petikan Kitab Nashaihul Ibad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menilai Diri Sendiri Yang Paling Buruk'/><title type='text'>Menilai Diri Sendiri Yang Paling Buruk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Abdul Qodir Al Jaelany berkata “Apabila engkau bertemu dengan seseorang, hendaklah engkau memandangnya lebih utama dari kamu, dan engkau mengatakan ‘Mungkin ida lebih baik di sisi Allah daripada diriku, dan lebih tinggi derajatnya’. Apabila dia lebih kecil, hendaklah engkau mengatakan, ‘Orang ini tidak berbuat dosa kepada Allah sedangkan aku telah berbuat dosa, maka tidak ragu lagi bahwa dia lebih baik daripada diriku’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Apabila keadaan orang yang engkau lihat itu lebih tua, hendaklah engkau mengatakan, ‘Orang ini telah banyak beribadah kepada Allah sebelum aku’. Apabila keadaan orang yang engkau pandang adalah seorang alim (kiai), hendaklah engkau mengatakan, ‘Orang ini telah diberi sesuatu (anugrah) yang belum aku dapatkan dan ia telah mengetahui apa yang belum kuketahui serta telah mengamalkan ilmunya’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Apabila orang yang engkau jumpai itu orang bodoh, hendaklah engkau mengatakan, ‘Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sementara aku berbuat dosa padahal aku berilmu. Aku tidak tahu dengan apa aku diakhiri atau dengan apa dia diakhiri kehidupannya (Husnul Khotimah atau Su’ul Khotimah)’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Apabila keadaan orang yang engkau jumpai adalah orang kafir, hendaklah engkau mengatakan, ‘Aku tidak tahu, mungkin aku menjadi kafir sehingga aku berakhir dengan amal yang jelek’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diambil dari &lt;b&gt;Kitab Nashaihul Ibad&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-7095682989088585667?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/7095682989088585667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=7095682989088585667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7095682989088585667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/7095682989088585667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/07/menilai-diri-sendiri-yang-paling-buruk.html' title='Menilai Diri Sendiri Yang Paling Buruk'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2514241974314559695</id><published>2011-07-04T03:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T03:11:44.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Tanah Jawa'/><title type='text'>Tanah Jawa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai Tanah Jawa (sekarang bernama Pulau Jawa) mengapa dari sejak jaman Raja Jayabaya diramalkan bakal menjadi mercu suar dunia, tentunya “ada apa-apanya“. Marilah kita telaah dengan seksama :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LzEsd5-wO1Q/ThGMc8bb9kI/AAAAAAAAAiE/KIHfjeeFGCU/s1600/Peta+Pulau+Jawa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="61" src="http://4.bp.blogspot.com/-LzEsd5-wO1Q/ThGMc8bb9kI/AAAAAAAAAiE/KIHfjeeFGCU/s400/Peta+Pulau+Jawa.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata pada tanah Jawa ini terbentang sebuah jalur yang merupakan lafadz&amp;nbsp; &lt;b&gt;MUHAMMAD&lt;/b&gt;. Bila kita kunjungi (ikuti) jalur lafadz ini maka di daerah-daerah itu memang dikenal sebagai daerah ilmu batin. Baik ilmu kesempurnaan, ketuaan maupun kemudaan. Juga pada jalur daerah ini banyak dijumpai kuburan (makam) keramat yang terkenal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-RzrozVnAJ44/ThGNKKxGSPI/AAAAAAAAAiI/DGGdFqW9dXA/s1600/Mim+Awal.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-RzrozVnAJ44/ThGNKKxGSPI/AAAAAAAAAiI/DGGdFqW9dXA/s1600/Mim+Awal.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Dimulai dari daerah &lt;i&gt;&lt;b&gt;MIM AWAL&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Jawa Timur&lt;/b&gt;), di daerah ujung timur tanah Jawa ini, termasuk pula daerah  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hEiJ9_Ao8JA/ThGNbE6LmSI/AAAAAAAAAiM/b1hu2n3CgIU/s1600/Dhammah.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-hEiJ9_Ao8JA/ThGNbE6LmSI/AAAAAAAAAiM/b1hu2n3CgIU/s1600/Dhammah.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;ham-mah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; nya dijumpai ilmu kesempurnaan. Di daerah &lt;b&gt;Jawa Tengah&lt;/b&gt; terdapat dijalur &lt;b&gt;Semarang&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Solo&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Yogyakarta&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Madiun&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Tulungagung&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Ponorogo&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Kediri&lt;/b&gt;. Sedangkan untuk &lt;b&gt;Jawa Barat&lt;/b&gt; terdapat pada jalur &lt;b&gt;Cirebon&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; Kuningan&lt;/b&gt;, daerah &lt;b&gt;Banyumas&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kroya&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Banjar&lt;/b&gt; terus sampai ke &lt;b&gt;Bogor&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gJfFZoJ2dk0/ThGN_QJSmfI/AAAAAAAAAiQ/6UctLt9_7xw/s1600/Dal+2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-gJfFZoJ2dk0/ThGN_QJSmfI/AAAAAAAAAiQ/6UctLt9_7xw/s1600/Dal+2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Khusus untuk daerah &lt;i&gt;&lt;b&gt;DAL&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; terdapat di daerah &lt;b&gt;Banten&lt;/b&gt; (ujung Barat) Tanah Jawa. Maka di daerah ini banyak diketemukan mereka yang &lt;b&gt;mengaji ilmu batin agar dapat hidup kembali dengan sempurna&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulau &lt;b&gt;Madura&lt;/b&gt; bagian Barat, &lt;b&gt;Surabaya&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Sidoarjo&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Mojokerto&lt;/b&gt; termasuk pada jalur &lt;i&gt;&lt;b&gt;DHAM-MAH&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;&lt;b&gt;MIM AWAL&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Maka di daerah-daerah itu juga ditemui mereka yang memiliki ilmu kesempurnaan sejati. Artinya  mati dengan selamat untuk dapat kembali ke Usul (&lt;b&gt;alam Lauhul Makhfuz&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya bukti ini, maka tidaklah heran bila Tanah Jawa ada seorang UtusanNya dalam menyelamatkan umat manusia. Dan tidak heran pula bila apinya Islam akan terdapat di Tanah Jawa. Jadi tidaklah benar bila ada anggapan bahwa golongan Ma’rifat Islam itu sudah tidak ada. Masih ada bahkan semakin berkembang. Hanya saja pemiliknya tidak berterang-terangan memproklamirkan diri, Apalagi mengaku-ngaku. Sebab sebagian besar dari golongan ilmu tua itu bersembunyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja yang perlu dikaji, mana ilmu Ma’rifat Islam yang benar. Dan mana yang hanya setengah-setengah. Kelak bakal muncul ilmu atau ajaran yang justru bakal menyesatkan umat manusia. Oleh sebab itu sebelum menganut atau mengikuti sesuatu ajaran, wajib terlebih dahulu diketahui sumbernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelak banyak orang yang pandai bicara. Pandai mengemukakan dalil atau kebenaran. Tetapi belum tentu ajarannya itu membawa penganutnya ke jalan yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAJARAN ILMU MA’RIFAT ISLAM &lt;/b&gt;- Disusun Oleh : &lt;i&gt;Sri Soedjanmo Widodo&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2514241974314559695?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2514241974314559695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2514241974314559695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2514241974314559695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2514241974314559695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/07/tanah-jawa.html' title='Tanah Jawa'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LzEsd5-wO1Q/ThGMc8bb9kI/AAAAAAAAAiE/KIHfjeeFGCU/s72-c/Peta+Pulau+Jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2497723136431932547</id><published>2011-06-30T20:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T20:55:25.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Istilah Tasawuf'/><title type='text'>Isthilahat as-Shufiyyah Mengenal Istilah-Istilah Tasawuf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KITAB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Oleh Nashih Nashrullah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KITAB ITU DITULISNYA SEBAGAI BENTUK KEKHAWATIRANNYA ATAS MARAKNYA PENGGUNAAN ISTILAHISTILAH ATAUPUN SIMBOL-SIMBOL YANG KERAP TAK DIPAHAMI PUBLIK DALAM DUNIA TASAWUF&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia para sufi menyimpan teka-teki yang bagi kalangan awam akan sulit dimengerti dan dicerna. Istilah-istilah yang beredar di komunitas ahli tasawuf hanya akan dipahami oleh mereka yang memiliki pengetahuan luas tentang olah spiritual, setidaknya para pegiat tasawuf yang memang terlibat secara langsung dengan aktivitas olah batin itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dunia Islam, banyak beredar istilah tasawuf dalam komunitas para sufi. Munculnya kata-kata baru di kalangan ahli tasawuf tak elak memicu penafsiran yang beragam. Sebagaimana istilah bahasa Arab lainnya, tak jarang kata-kata tersebut mengandung varian definisi dan makna isytirak al-lafzhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada abad ke-7 H, tasawuf mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Sejumlah pakar tasawuf memandang, perlu memberikan definisi yang tegas tentang istilah-istilah tasawuf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abd Ar-Razzaq Al-Kasyani (730 H) adalah satu di antara ulama yang hendak berkontribusi meletakkan batasan-batasan pada istilah-istilah tersebut. Paling tidak, langkah ini dalam pandangan Al-Kasyani akan memberikan kemudahan bagi khalayak —tanpa memandang latar belakang kompetensi—untuk mendapatkan definisi sederhana, tapi jelas mengenai istilahistilah yang masyhur di dunia tasawuf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan tidak mungkin langkah yang sama dapat menghindarkan seseorang dari kesalahpahaman terhadap penggunaan istilah-istilah itu. Sumbangsih pemikiran yang dipersembahkan oleh Al-Kasyani itu tertuang jelas dalam kitabnya, Isthilahat as-Shufiyyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab itu berupa ensiklopedia yang mengu pas beragam istilah tasawuf. Al-Kasyani secara sengaja menulis kitab tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bergulir seputar istilahistilah yang terdapat dalam dunia tasawuf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari aspek kronologi penulisan, al-Kasyani menulis karyanya itu setelah merampungkan tiga kitab di bidang yang sama, yakni tasawuf. Kitab pertamanya berjudul Syarh Manazil as-Sairin. Ia juga menulis dua kitab lainnya, yakni Syarah Fushush al-Hikamdan kitab tentang penafsiran Alquran dengan corak tasawuf yang berjudul Ta’wilat al-Quran al-Karim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut al-Kaysani, kitab Isthilahat as-Shufiyyahsecara spesifik menjelaskan istilah-istilah tasawuf. Kitab itu ditulisnya sebagai bentuk kekhawatiran atas maraknya penggunaan istilah-istilah ataupun simbol-simbol yang kerap tak dipahami publik di dalam tasawuf. Penggunaan istilah yang tidak tepat dapat memicu kontraproduktif, termasuk distorsi pada tingkat aplikasi, terlebih jika melihat tingkat pengetahuan khalayak awam. Kitab Isthilahatditulis dengan konsep sederhana, singkat, tapi tak menghilangkan esensi dan kualitas kitab. Kitab itu terbagi dalam dua bagian utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bab pertama, dijelaskan istilahistilah tasawuf, selain “maqamat” (tingkatan-tingkatan). Pada bab ini, dijelaskan pula istilah-istilah yang dibahas secara umum. Terdapat 28 bab di bagian pertama. Keseluruhan bab disusun sesuai dengan urutan abjad hijaiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan bagian pertama, pada bagian kedua, al-Kasyani fokus pada istilah-istilah tasawuf yang berkaitan dengan “maqamat”secara khusus. Terdapat subbab pada bagian ini. Sistematika bab pun tidak tertulis secara urut sebagaimana bagian pertama. Al-Kasyani mengklaim terdapat 1.000 maqam. Per 100 maqamyang ditulisnya terangkum masing-masing dalam 10 kategori.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi ahwal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian pertama, al-Kasyani menjelaskan makna kata-kata yang diawali dengan huruf hamzah. Salah satunya adalah kata “ahwal”. Menurut al-Kasyani, yang dimaksud dengan ahwaladalah anugerah berupa sikap ataupun posisi yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Ahwalbisa datang akibat usaha dan amal saleh untuk membersihkan hati dan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahwaldapat pula diperoleh murni sebagai pemberian dari Allah. Isitilah ahwal sendiri dalam pengertian bahasa berarti beralih. Ahwaldalam tasawuf digunakan untuk menggambarkan peralihan hamba dari sifat-sifat manusiawi menuju sifat yang hak dan derajat kedekatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;As-Suhrawardi dalam kitab Awarif al-Ma’arifmengategorikan ahwal sebagai rasa cinta (hub), rindu (syauq), ketenangan (uns), kedekatan (qurb), malu (haya), keterikatan (ittishal), fana (larut), dan kekal (baqa’).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait pemaknaan “ihsan”, al-Kasyani mendefinisikannya sebagai upaya merealisasikan ibadah dengan musyahadahatau melihat seakan-akan Allah hadir menyaksikan. Penglihatan itu akan muncul seiring dengan cahaya mata hati. Bentuk penglihatan hamba saat berihsan itu adalah penglihatan nonpancaindera dan bukan penglihatan hakikat. Karena itu, dalam sabda Rasulullah, ditekankan kalimat, “Seakan-akan engkau melihat-Nya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia tasawuf, dikenal pula “baitul hikmah”. Jika pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah, istilah tersebut identik dengan pusat kajian ilmu, tetapi penggunaannya jauh berbeda di kalangan para sufi. Baitul hikmah yang mereka maksudkan adalah hati yang didominasi oleh rasa ikhlas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah lain yang dipakai untuk menyatakan kondisi hati yang bersih dan tidak ada ketergantungan dengan perkara lainnya adalah “al-bait al-muqaddas”. Ungkapan lain terkait kondisi hati para pegiat tasawuf yang masyhur digunakan adalah “bait al-muharram”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini hanya dapat diraih oleh manusia yang berhasil mencapai titik kesempurnaan insan kamil. Biasanya, mereka yang memenuhi kriteria ini terjaga dari hal-hal yang batil. Apa yang diterima dan dilakukannya adalah pengejawantahan dari prinsip-prinsip yang hak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan, “bait al-izzah” dijadikan sebagai istilah untuk menggambarkan tingkatan hati sampai pada tingkatan fana terhadap Zat Yang Mahahak. Pada bagian lain, al-Kasyani menjelaskan makna “jadzab”dalam tasawuf. Istilah jadzablebih dikenal dengan jadzbah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut al-Kasyani, jadzbahadalah kondisi tatkala seorang hamba didekatkan dengan pertolongan Tuhan. Bantuan dan inayahyang diberikan tersebut untuk menapaki tingkatan-tingkatan menuju yang hak, tanpa beban dan usaha sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah jam'iyyah dikenal pula dalam dunia tasawuf, tetapi jam'iyyah yang dimaksud bukan jam'iyyah yang bermakna organisasi atau perkumpulan, melainkan kata tersebut bermakna berkumpulnya minat dan kemauan untuk menghadap dan ber- tawajjuhkepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah tersebut diiringi dengan mengurangi fokus dan perhatian teradap eksistensi selain-Nya. Lawan dari jam'iyyah adalah tafriqat, sedangkan definisi tafriqatitu sendiri berarti terpecahnya konsentrasi untuk bersibuk ria dengan makhluk. ed: heri ruslan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber &lt;/b&gt;: &lt;a href="http://www.koran.republika.co.id/koran/0/137847/Isthilahat_as_Shufiyyah_Mengenal_Istilah_Istilah_Tasawuf"&gt;Republika Online &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2497723136431932547?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2497723136431932547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2497723136431932547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2497723136431932547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2497723136431932547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/06/isthilahat-as-shufiyyah-mengenal.html' title='Isthilahat as-Shufiyyah Mengenal Istilah-Istilah Tasawuf'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-5162000868348128362</id><published>2011-05-31T20:21:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T20:21:58.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Wali-Wali Allah dan Karomah Mereka'/><title type='text'>Mengenal Wali-Wali Allah dan Karomah Mereka</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;MENGENAL WALI-WALI ALLAH DAN KAROMAH MEREKA.&lt;br /&gt;Dalam setiap era kemodenan, kehidupan manusia sentiasa berkembang ke arah kesempurnaan, sehingga terwujudlah adat-istiadat, pengetahuan, budaya, moral, kepercayaan, aturan kemasyarakatan, pendidikan, undang-undang dan pemerintahan. Dalam perkembangannya, aturan moral ini tetap mengalami pasang surutnya. Namun, setiap kali mengalami masa surutnya, pasti akan muncul insan-insan yang digelar wali-wali Allah yang sentiasa berjuang untuk mengembalikan nilai moral ke tahap yang tertinggi, sehingga nilai-nilai ini diserapi kembali ke dalam jiwa manusia. Perkembangan adat dan nilai akhlak ini terjadi pula dikalangan dunia Islam sejak Allah s.w.t. telah menjelaskan bahawa Nabi saw mempunyai moral yang paling sempurna . Nabi s.aw.pun mengenalkan dirinya sebagai utusan yang akan menyempurnakan keperibadian moral dan akhlak.Justeru itu, Allah s.w.t. telah menyeru umat Islam untuk menjadikan RasulNya sebagai insan yang sentiasa dicontohi.Nabi Muhammad s.a.w. telah berhasil membina sahabatsahabatnya menjadi manusia-manusia sufi yang boleh dibanggakan di hadapan seluruh umat manusia. Padahal pada waktu sebelumnya mereka adalah manusia-manusia jahiliyah yang berada di tepi jurang neraka. Tentunya keberhasilan beliau itu tidak lain karena bantuan Allah dan bimbingan Baginda s.a.w.Dalam kehidupan sehariannya Nabi s.a.w. menyeru dan mempamerkan cara hidup yang sederhana, selalu prihatin,berharap penuh keridhaan Allah dan kesenangan di akhirat, dan selalu menjalani kehidupan sufistik dalam segala tingkah laku dan tindakannya. Kehidupan sufistik ini dilanjutkan oleh generasi tabi’in, tabi’-tabi’in dan seterusnya hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Rasulullah s.a.w. tidak berhenti setakat masa hidupnya sahaja, namun segala ilmu-ilmu dan nilai-nilai akhlak Islamiyah telah diwarisi oleh wali-wali yang sentiasa mendokong dan meneruskan perjuangan Rasulullah s.a.w. sepertimana yang disifatkan oleh Allah s.w.t. dalam salah satu hadis qudsi yang berbunyi :&lt;br /&gt;“Wali-waliKu berada di bawah kubah-kubahKu. Tidak ada yang mengetahuinya selain Aku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wujudnya para wali-wali Allah tidak dapat dinafikan dan mereka merupakan para kekasih Allah yang terdapat diseluruh pelusuk bumi di mana sahaja terdapat orang yang beriman. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengingatkan hakikat wujudnya para wali serta karamah mereka sebagaimana tercatit dalam kitabnya&lt;br /&gt;Fatwa Ibnu Taimiyah :&lt;br /&gt;“Wali Allah adalah orang-orang mukmin yang bertaqwa kepada Allah. Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan pada diri mereka dan mereka tidak merasa khuwatir. Mereka beriman dan bertaqwa kepada Allah, bertaqwa dalam pengertian mentaati firman-firmanNya, penciptaanNya, izinNya, dan kehendakNya yang termasuk dalam ruang lingkungan agama. Semua itu kadang-kadang menghasilkan berbagai karamah pada diri mereka sebagai hujjah dalam agama dan bagi kaum muslimin, tetapi karamah tersebut tidak akan pernah ada kecuali dengan menjalankan syariat yang dibawa Rasulullah s.a.w.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan wali hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang telah nyata ketaqwaannya. Sementara orang yang nyata telah melanggar syari’ah tidak dapat diberikan kedudukan yang mulia ini. Sayangnya, di kalangan manusia, ada orang yang mengaku bahawa dirinya adalah wali dan memperoleh karamah dari Allah, padahal dalam kehidupannya sehari-hari mereka tidak melaksanakan syariat Islam dengan baik sehingga mustahil bagi Allah untuk memberikan darjat ‘wali’ kepada orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diwaspadai juga, syaitan pun dapat membantu manusia untuk mewujudkan keajaiban-keajaiban di mata manusia. Itulah yang dinamakan sihir. Syaitan pun berupaya membantu seseorang menghilang dirinya dari pandangan orang lain, dan juga memberi maklumat kejadian yang akan datang. Dan inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak beriman untuk menipu manusia. Maka, peri pentingnya bagi umat Islam mengetahui juga akan perkara-perkara luar biasa yang wujud di alam ini supaya dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Para wali-wali Allah juga diberi kurniaan yang luar biasa dikenali sebagai Karamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karamah adalah sesuatu pemberian Allah swt yang sifatnya seakan-akan dengan mukjizat para nabi dan rasul, iaitu kebolehan melakukan hal-hal yang luar biasa yang diberikan kepada orangorang yang dikasihiNya yang dikenal sebagai wali Allah. Mudah-mudahan dengan pembentangan secebis pengetahuan tentang wali-wali Allah dan karamah mereka ini, pintu keberkahan para wali-wali Allah akan terbuka bagi kita, sehingga dapat kita meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN WALI DARI SEGI BAHASA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wali dari segi bahasa bererti:-&lt;br /&gt;1. Dekat. Jika seseorang sentiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, dengan memperbanyakkan kebajikan, keikhlasan dan ibadah, dan Allah menjadi dekat kepadanya dengan limphan rahmat dan pemberianNya, maka di saat itu orang itu menjadi wali.&lt;br /&gt;2. Orang yang senantiasa dipelihara dan dijauhkan Allah dari perbuatan maksiat dan ia hanya diberi kesempatan untuk taat sahaja.&lt;br /&gt;Adapun asal perkataan wali diambil daripada perkataan al wala’ yang bererti : hampir dan juga bantuan. Maka yang dikatakan wali Allah itu orang yang menghampirkan dirinya kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diwajibkan keatasnya, sedangkan hatinya pula sentiasa sibuk kepada Allah dan asyik untuk mengenal kebesaran Allah. Kalaulah dia melihat, dilihatnya dalil-dalil kekuasaan Allah. Kalaulah dia mendengar, didengarnya ayat-ayat atau tandatanda Allah.Kalaulah dia bercakap, maka dia akan memanjatkan puji-pujian kepada Allah. Kalaulah dia bergerak maka pergerakannya untuk mentaati Allah. Dan kalau dia berijtihad, ijtihadnya pada perkara yang menghampirkan kepada Allah. Seterusnya dia tidak jemu mengingat Allah, dan tidak melihat menerusi mata hatinya selain kepada Allah. Maka inilah sifat wali-wali Allah. Kalau seorang hamba demikian keadaannya, nescaya Allah menjadi pemeliharanya serta menjadi penolong dan pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang digelar wali?&lt;br /&gt;1. Ibnu Abas seperti yang tercatit dalam tafsir Al Khazin menyatakan “ Wali-wali Allah itu adalah orang yang mengingat Allah dalam melihat”.&lt;br /&gt;2. Al Imam Tabari meriyawatkan daripada Saeed bin Zubair berkata bahawa Rasulullah s.a.w. telah ditanya orang tentang Wali-wali Allah. Baginda mengatakan “Mereka itu adalah orang yang apabila melihat, mereka melihat Allah”.&lt;br /&gt;3. Abu Bakar Al Asam mengatakan “Wali-wali Allah itu adalah orang yang diberi hidayat oleh Allah dan mereka pula menjalankan kewajiban penghambaan terhadap Allah serta menjalankan dakwah menyeru manusia kepada Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGGUNAAN ISTILAH WALI DALAM AL-QURAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Allah adalah wali bagi orang-orang yang beriman”.1&lt;br /&gt;“Dia menjadi wali bagi orang-orang shalih”.2&lt;br /&gt;“Engkau adalah wali kami, maka kurniakanlah kami kemenangan atas orang-orang kafir”.3&lt;br /&gt;1 Surah Al-Baqarah: 257&lt;br /&gt;2 Surah Al-‘Araf: 196&lt;br /&gt;3 Surah Al-Baqarah: 286&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah kerana Allah itu adalah wali bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak ada wali bagi mereka”.4&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wali kamu adalah Allah dan RasulNya”.5&lt;br /&gt;4 Surah Muhammad: 11&lt;br /&gt;5 Surah Al-Maidah: 55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua ayat itu dapat kita lihat bahawa Allah disebut wali, orang mukmin disebut wali, seorang yang dewasa yang diberi tugas melindungi dan memelihara anak kecil juga disebut wali. Demikian juga orang yang lemah yang tidak dapat mengurus harta-bendanya sendiri, lalu dipelihara oleh keluarga yang lain, maka keluarga tersebut itu juga dipanggil wali. Penguasa pemerintah yang diberi tanggung jawab pemerintahan disebut wali. Ayah atau mahram yang berkuasa yang menikahkan anak perempuannya juga disebut wali. Lantaran itu dapatlah kita mengambail kesimpulan makna yang luas sekali dari kalimat wali ini. Terutama sekali ertinya ialah hubungan yang amat dekat (karib), baik kerana pertalian darah keturunan, atau kerana persamaan pendirian, atau kerana kedudukan, atau kerana kekuasaan atau kerana persahabatan yang karib. Allah adalah wali dari seluruh hambaNya dan makhlukNya, kerana Dia berkuasa lagi Maha Tinggi. Dan kuasaNya itu adalah langsung. Si makhluk tadi pun wajib berusaha agar dia pun menjadi wali pula dari Allah. Kalau Allah sudah nyata tegas dekat atau karib kepadanya dia pun hendaklah beraqarrub, ertinya mendekatkan pula dirinya kepada Allah. Maka timbullah hubungan perwalian yang timbal balik. Segala usaha memperkuatkan iman, memperteguhkan takwa, menegakkan ibadah kepada Allah menurut garis-garis yang ditentukan oleh Allah dan RasulNya, semuanya itu adalah usaha dan ikhtiar mengangkat diri menjadi wali Allah. Segala amal salih, sebagai kesan dari iman yang mantap, adalah rangka usaha mengangkat diri menjadi wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Segi Penggunaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wali pada mafhumnya bererti :-&lt;br /&gt;1. Seseorang yang senantiasa taat kepada Allah tanpa menodainya dengan perbuatan dosa sedikitpun.&lt;br /&gt;2. Seseorang yang sentiasa mendapat perlindungan dan penjagaan, sehingga ia senantiasa taat kepada Allah tanpa melakukan dosa sedikit pun, meskipun ia dapat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DALIL-DALIL WUJUDNYA WALI ALLAH DARI ALQURAN DAN AS-SUNNAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-quran&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka itu ialah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”6&lt;br /&gt;6 Surah Yunus: 62- 64&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah swt. menyatakan bahawa para wali-wali Allah itu mendapat berita gembira, baik di dunia mahu pun di akhirat. Apakah yang dimaksudkan dengan berita gembira (Busyra) itu?&lt;br /&gt;Pengertian Al-Busyra (Berita Gembira)&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan berita gembira di kehidupan dunia adalah:&lt;br /&gt;1. Mimpi yang baik seperti yang tersebut di dalam hadis:&lt;br /&gt;“Al busyraa adalah mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang mukmin atau yang diperlihatkan baginya”7&lt;br /&gt;“Mimpi yang baik adalah seperempat puluh enam bahagian dari kenabiaan.”&lt;br /&gt;2. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksud dengan berita yang gembira di dunia ialah turunnya malaikat untuk menyampaikan berita gembira kepada seseorang mukmin yang sedang sakaratul maut.&lt;br /&gt;3. Ada pula yang mengatakan bahawa yang dimaksud dengan berita yang gembira di dunia ialah turunnya malaikat kepada seorang mukmin yang sedang sakaratul maut yang memperlihatkan tempat yang akan disediakan baginya di dalam syurga, seperti yang disebutkan dalam firman Allah swt.:&lt;br /&gt;7 Hadis riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim, menurut Al Hakim hadis ini sahih&lt;br /&gt;“Para malaikat turun kepada mereka sambil mengatakan:&lt;br /&gt;“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu susah dan&lt;br /&gt;bergembirakah kamu dengan syurga yang pernah dijanjikan kepada&lt;br /&gt;kamu”8&lt;br /&gt;8 Surah Fushshilat: 62&lt;br /&gt;4. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan berita yang gembira di dunia ialah pujian dan kecintaan dari orang banyak kepada seorang yang suka beramal saleh, seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;“Abu Dzar menuturkan bahawa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah: “Apakah pandanganmu jika ada seseorang yang suka beramal saleh, sehingga ia dipuji oleh orang ramai?” Sabda beliau: “Itu adalah berita gembira kepada seorang mukmin.”&lt;br /&gt;5. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan berita yang gembira di dunia ialah karamah dan dikabulkannya segala permintaan seorang mukmin ketika ia masih di dunia, sehingga segala keperluannya dipenuhi oleh Allah dengan segera. Seorang ulama berkata: “Jika seorang mukmin rajin beribadah, maka hatinya bercahaya, dan pancaran cahayanya melimpah ke wajahnya, sehingga terlihat pada wajahnya tanda khusyu’ dan tunduk kepada Allah, sehingga ia dicintai dan dipuji oleh banyak orang, itulah tanda kecintaan Allah kepadanya, dan itulah berita gembira yang didahulukan baginya ketika ia di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keterangan di atas adalah benar. Sedangkan berita gembira yang sebenarnya adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah kepada seorang mukmin untuk rajin beribadah dan keasyikannya untuk beramal saleh. Manakala, yang dimaksudkan dengan berita gembira di akhirat ialah:&lt;br /&gt;1. Syurga beserta segala macam kesenangannya yang bersifat abadi, seperti yang disebutkan dalam firman Allah yang ertinya:&lt;br /&gt;“Iaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin lelaki dan perempuan, sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka):&lt;br /&gt;“Pada hari ini ada berita gembira untukmu, iaitu syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah kejayaan yang besar.”9&lt;br /&gt;9 Surah Al Hadiid: 12&lt;br /&gt;2. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan berita gembira di akhirat ialah sambutan baik dari para malaikat kepada kaum Muslimin di akhirat, iaitu ketika mereka diberi berita gembira dengan keberhasilan, diputihkannya wajah-wajah mereka dan diberikannya buku catatan amal-amal mereka dari sebelah kanan dan disampaikannya salam dari Allah kepada mereka dan beberapa berita gembira yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TANDA-TANDA WALI ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya: “Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingati mereka.”10&lt;br /&gt;10 Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal. 6&lt;br /&gt;Dari Said ra, ia berkata: “Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika&lt;br /&gt;dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”11&lt;br /&gt;11 Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6).&lt;br /&gt;2. Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.&lt;br /&gt;Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya: “Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’adz ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”12&lt;br /&gt;12 Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal. 6&lt;br /&gt;3. Mereka bertakwa kepada Allah.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”13&lt;br /&gt;Abul Hasan As Sadzili pernah berkata: “Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”14&lt;br /&gt;13 Surah Yunus: 62 – 64&lt;br /&gt;14 Hadisriwayat.Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104&lt;br /&gt;4. Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.&lt;br /&gt;Dari Umar Ibnul Khattab ra berkata:&lt;br /&gt;“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah mahupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbarmimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”15&lt;br /&gt;15 Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5&lt;br /&gt;5. Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa“Rasulullah saw&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”16&lt;br /&gt;“Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut. Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi untuk mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana takut akan shubhahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia. Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapapun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat.”17&lt;br /&gt;16 Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’&lt;br /&gt;17 Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya&lt;br /&gt;7. Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra, katanya:&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikitpun oleh bencana yang datang.”18&lt;br /&gt;18 Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6&lt;br /&gt;8. Hati mereka selalu terkait kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka. Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’I kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka.”19&lt;br /&gt;19 Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal. 80&lt;br /&gt;9. Mereka senang bermunajat di akhir malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali menyebutkan: “Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Akupun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Akupun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu. “ Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu. Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andaikata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”20&lt;br /&gt;20 Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358&lt;br /&gt;10. Mereka suka menangis dan mengingat Allah.&lt;br /&gt;‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Malaikat memberitahu kepadaku: “Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya. Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang.Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak congkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya. Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arsy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang artinya:“Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”21&lt;br /&gt;21 Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I, hal 16&lt;br /&gt;11. Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.&lt;br /&gt;Dari Anas ibnu Malik ra berkata: “Rasul saw bersabda:“Berapa banyak manusia lemah dan dekil yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”&lt;br /&gt;Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andaikata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.&lt;br /&gt;Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.&lt;br /&gt;12. Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.&lt;br /&gt;Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:&lt;br /&gt;“Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan, maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasuulllah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: “Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum‘abathan” sampai akhir surah.” Maka Rasul saw bersabda: “Andaikata seseorang yakin kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”22&lt;br /&gt;22 Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANAKAH SESEORANG ITU MENJADI WALI ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sesesorang itu menjadi wali dengan salah satu dari dua cara iaitu:-&lt;br /&gt;1. Kerana Kurnia Allah&lt;br /&gt;Adakalanya seorang menjadi wali kerana mendapat kurnia dari Allah meskipun ia tidak pernah dibimbing oleh seorang syeikh mursyid. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Allah menarik kepada agama ini orang yang di kehendakiNya dan memberi petunjuk kepada agamaNya orang yang suka kembali kepadaNya.”23&lt;br /&gt;23 Surah A-Syuara’ : 13&lt;br /&gt;2. Kerana Usaha Seseorang&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits Qudsi:&lt;br /&gt;“Allah berfirman: “Seorang yang memusuhi waliKu, maka Aku akan mengumumkan perang kepadanya. Tidak seorang pun dari hambaKu yang mendekat dirinya kepadaKu dengan amal-amal fardhu ataupun amal-amal sunnah sehinggai Aku menyayanginya. Maka pendengarannya, pandangannya, tangannya dan kakinya Aku beri kekuatan. Jika ia memohon sesuatu atau memohon perlindungan, maka Aku akan berkenan mengabulkan permohonannya dan melindunginya. Belum Aku merasa berat untuk melaksanakan sesuatu yang Aku kehendaki seberat ketika Aku mematikan seorang mukmin yang takut mati, dan Aku takut mengecewakannya.”24&lt;br /&gt;24 Hadis riwayat Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;APAKAH SEORANG WALI MENGETAHUI BAHWA DIRINYA SEORANG WALI?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini, para ulama mempunyai dua pendapat. Di antara mereka, ada yang berpendapat bahawa seorang wali tidak mengetahui bahawa dirinya adalah seorang wali. Sebab, ada kemungkinan pengetahuannya tentang dirinya dapat menghilangkan rasa takutnya kepada Allah dan ia merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ada pula yang berpendapat bahwa seorang wali tahu bahwa dirinya seorang wali. Syeikh Al Qusyairi berkata: “Menurut kami, tidak semua wali mengetahui bahawa dirinya seorang wali. Tetapi ada pula yang mengetahui bahawa ia adalah seorang wali. Jika seorang wali mengetahui bahwa dirinya seorang wali, maka pengetahuannya itu adalah sebahagian dari karamahnya yang sengaja diberikan kepadanya secara khusus.”25&lt;br /&gt;25 Risalah Al Qusyairiyah jilid II hal 662&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TINGKATAN PARA WALI ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti para nabi-nabi dan rasul-rasul yang martabat serta kedudukan mereka tidak sama di antara satu sama lain, para Aulia juga diberi martabat berlainan. Di kalangan para Anbia dan Rasul yang jumlahnya sangat ramai itu pun (Nabi lebih 124,000 dan Rasul 315) yang wajib diketahui hanya 25 orang sahaja (Nabi dan Rasul) sedangkan yang bakinya tidak wajib diketahui. Daripada 25 orang Nabi dan Rasul itu ada pula lima orang yang dikurniakan martabat tinggi, dipanggil ‘Ulul Azmi’, iaitu Muhammad s.a.w., Ibrahim a.s., Musa a.s., Isa a.s. dan Nuh a.s. Para Aulia juga mempunyai martabat yang berbeza-beza. Namun tidak ada siapa yang dapat mengenal pasti siapakah di antara para Aulia itu yang tertinggi martabatnya kecuali Allah, kerana fungsi atau peranan para nabi dan Rasul. Seperti dijelaskan dahulu, para nabi dan rasul yang diutus kepada manusia harus membuktikan bahawa mereka dibekalkan oleh mukjizat yang dikurniakan Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi para Aulia tidak wajib membuktikan diri mereka sebagai Aulia melalui karamah yang dikurniakan oleh Allah kepada mereka. Bahkan para Aulia dikehendaki merahsiakan kewalian mereka, apalagi martabat mereka, kecuali dalam keadaan darurat atau terdesak sahaja. Sebab itu para Aulia tidak dapat dikenal pasti yang lebih tinggi martabatnya daripada yang lain, sedangkan bilangan mereka sangat ramai. Mungkin martabat para Aulia itu dapat dikenal hanya melalui karamah mereka, sedangkan karamah mereka pun tidak wajib ditontonkan kepada orang ramai, kecuali jika terdesak. Tingkatan para wali dapat dibahagikan kepada beberapa tingkatan sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing di sisi Allah swt. Di antara mereka ada yang terbatas jumlahnya di setiap masanya, tetapi ada pula yang tidak terbatas jumlahnya Sehubungan dengan hal ini, Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi memberikan penjelasan tentang tingkatan dan pembahagian para wali seperti yang diterangkan dalam kitabnya FUTUHATUL MAKKIYAH pada bab ke tujuh puluh tiga yang diringkas oleh Syeikh Al Manawi dalam mukaddimah Thabaqat Sughrahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMBAHAGIAN WALI-WALI ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Aqtab&lt;br /&gt;Al Aqtab berasal dari kata tunggal Al Qutub yang mempunyai erti penghulu. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Al Aqtab adalah darjat kewalian yang tertinggi. Jumlah wali yang mempunyai darjat tersebut hanya terbatas seorang saja untuk setiap masanya. Seperti Abu Yazid Al Busthami dan Ahmad Ibnu Harun Rasyid Assity. Di antara mereka ada yang mempunyai kedudukan di bidang pemerintahan, meskipun tingkatan taqarrubnya juga mencapai darjat tinggi, seperti para Khulafa’ur Rasyidin, Al Hasan Ibnu Ali, Muawiyah Ibnu Yazid, Umar Ibnu Abdul Aziz dan Al Mutawakkil.&lt;br /&gt;2. Al-A immah&lt;br /&gt;Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang mempunyai erti pemimpin. Setiap masanya hanya ada dua orang saja yang dapat mencapai darjat Al Aimmah. Keistimewaannya, ada di antara mereka yang pandangannya hanya tertumpu ke alam malakut saja, ada pula yang pandangannya hanya tertumpu di alam malaikat saja.&lt;br /&gt;3. Al-Autad&lt;br /&gt;Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang mempunyai erti pasak. Yang memperoleh darjat Al Autad hanya ada empat orang saja setiap masanya. Kami menjumpai seorang di antara mereka dikota Fez di Morocco. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelusuk bumi.&lt;br /&gt;4. Al-Abdal&lt;br /&gt;Al Abdal berasal dari kata Badal yang mempunyai erti menggantikan. Yang memperoleh darjat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini mempunyai tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, amalan apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Muaz Bin Asyrash: “Para wali Abdal mendapatkan darjat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.&lt;br /&gt;5. An-Nuqaba’&lt;br /&gt;An Nuqaba’ berasal dari kata tunggal Naqib yang mempunyai erti ketua suatu kaum. Jumlah wali Nuqaba’ dalam setiap masanya hanya ada dua belas orang. Wali Nuqaba’ itu diberi karamah mengerti sedalam-dalamnya tentang hukum-hukum syariat. Dan mereka juga diberi pengetahuan tentang rahsia yang tersembunyi di hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu untuk meramal tentang watak dan nasib seorang melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di tanah. Sebenarnya hal ini tidaklah aneh. Kalau ahli jejak dari Mesir mampu mengungkap rahsia seorang setelah melihat bekas jejaknya. Apakah Allah tidak mampu membuka rahsia seseorang kepada seorang waliNya?&lt;br /&gt;6. An-Nujaba’&lt;br /&gt;An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang mempunyai erti bangsa yang mulia. Wali Nujaba’ pada umumnya selalu disukai orang. Dimana sahaja mereka mendapatkan sambutan orang ramai. Kebanyakan para wali tingkatan ini tidak merasakan diri mereka adalah para wali Allah. Yang dapat mengetahui bahawa mereka adalah wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi darjatnya. Setiap zaman jumlah mereka hanya tidak lebih dari lapan orang.&lt;br /&gt;7. Al-Hawariyun&lt;br /&gt;Al Hawariyun berasal dari kata tunggal Hawariy yang mempunyai erti penolong. Jumlah wali Hawariy ini hanya ada satu orang sahaja di setiap zamannya. Jika seorang wali Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan diganti orang lain. Di zaman Nabi hanya sahabat Zubair Bin Awwam saja yang mendapatkan darjat wali Hawariy seperti yang dikatakan oleh sabda Nabi: “Setiap Nabi mempunyai Hawariy. Hawariyku adalah Zubair ibnul Awwam”. Walaupun pada waktu itu Nabi mempunyai cukup banyak sahabat yang setia dan selalu berjuang di sisi beliau. Tetapi beliau saw berkata demikian, kerana beliau tahu hanya Zubair sahaja yang meraih darjat wali Hawariy. Kelebihan seorang wali Hawariy biasanya seorang yang berani dan pandai berhujjah.&lt;br /&gt;8. Al-Rajbiyun&lt;br /&gt;Ar Rajbiyun berasal dari kata tunggal Rajab. Wali Rajbiyun itu adanya hanya pada bulan Rajab saja. Mulai awal Rajab hingga akhir bulan mereka itu ada. Selanjutnya keadaan mereka kembali biasa seperti semula. Setiap masa, jumlah mereka hanya ada empat puluh orang sahaja. Para wali Rajbiyun ini berpecah di berbagai wilayah. Di antara mereka ada yang saling mengenal, tapi kebanyakannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahawa ada sebahagian orang dari Wali Rajbiyun yang dapat melihat hati orang-orang Syiah melalui kasyaf. Ada dua orang Syiah yang mengaku sebagai Ahlu Sunnah dihadapan seorang wali Rajbiyun. Lalu keduanya diusir, kerana wali Rajbiyun itu melihat keduanya berupa dua ekor babi, sebab keduanya membenci Abu Bakar, Umar dan sahabat-sahabat lain. Keduanya hanya mencintai Ali dan sejumlah sahabatnya. Ketika keduanya bertanya padanya, maka si wali tersebut berkata: “Aku lihat kamu berdua berupa dua ekor babi, kerana kamu menganut mazhab Syiah dan membenci para sahabat Nabi”. Ketika berita itu disedari kebenarannya oleh keduanya, maka keduanya mengaku benar dan segera memohon ampun kepada Allah. Demikianlah secebis kisah kasyaf seorang wali Rajbiyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, di bulan Rajab, sejak awal harinya, para wali Rajbiyun menderita sakit, sehingga mereka tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Selama bulan Rajab, mereka senantiasa mendapat berbagai pengetahuan secara kasyaf, kemudian mereka memberitahukannya kepada orang lain. Anehnya penderitaan mereka hanya berlangsung di bulan Rajab. Setelah bulan Rajab berakhir, maka kesehatan mereka kembali seperti semula.&lt;br /&gt;9. Al-Khatamiyun&lt;br /&gt;Al Khatamiyun berasal dari kata Khatam yang mempunyai erti penutup atau penghabisan. Maksudnya darjat AlKhatamiyun adalah sebagai penutup para wali. Jumlah mereka hanya seorang. Tidak ada darjat kewalian umat Muhammad yang lebih tinggi dari tingkatan ini. Jenis wali ini hanya akan ada di akhir masa, iaitu ketika Nabi Isa as.datang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya, ada para Wali yang hatinya seperti Nabi Adam as. Jumlah mereka hanya tiga ratus orang. Sabda Nabi saw: “Mereka berhati seperti hati Adam as”. Mereka diberi anugerah tersendiri oleh Allah swt. Syeikh Muhyidin berkata: “Jumlah wali jenis ini bukan hanya tiga ratus orang saja dikalangan umatnya, tetapi ada juga dikalangan umat-umat lain. Tentang keberadaan mereka hanya dapat diketahui secara kasyaf. Setiap masanya dunia tidak pernah kosong dari keberadaan mereka. Mereka mempunyai budi pekerti Ilahi, mereka amat dekat disisi Allah. Doa mereka selalu diterima oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka senang dengan doa: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami suka menganiaya diri kami. Jika Engkau tidak berkenan memberi ampunan dan kasih sayang kepada kami, pasti kami akan termasuk orang-orang yang rugi”. Di antara mereka ada pula yang berhati seperti hati Nabi Nuh as. Jumlah mereka hanya empat puluh orang di setiap zamannya. Hati mereka seperti hatinya Nabi Nuh as. Beliau adalah Nabi dan Rasul pertama. Mereka suka berdoa, seperti doa Nabi Nuh as yang ertinya: “TuhanKu, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sesiapa sahaja dari orang beriman, lelaki ataupun wanita yang masuk ke dalam rumahku dan jangan Engkau tambahkan bagi orang-orang yang berbuat aniaya kecuali kebinasaan”. Tingkatan wali dari jenis ini sukar diraih orang, sebab ciri khas mereka sangat keras dalam menegakkan agama, seperti sifat Nabi Nuh as. Mereka selalu memperhatikan sabda Nabi saw yang ertinya: “Barangsiapa yang beribadah selama empat puluh hari dengan penuh ikhlas, maka akan terpancar ilmu hakikat dari lubuk hatinya ke lidahnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang berhati seperti hati Nabi Ibrahim. Jumlah wali jenis ini hanya ada tujuh orang dalam setiap zamamnya. Rasulullah saw pernah menceritakan tentang mereka dalam salah satu sabdanya. Mereka suka dengan doa Nabi Ibrahim as yang ertinya: “Tuhanku, berikan kepadaku kebijaksanaan, dan ikutkan aku kepada orang-orang salih”. Mereka diberi keistimewaan yang luar biasa, hati mereka dibersihkan dari rasa ragu, rasa dengki dan rasa buruk sangka terhadap Khalik maupun makhluk, mereka terlindung dari sebarang perbuatan buruk. Syeikh Muhyiddin berkata: “Aku pernah menemui salah seorang dari jenis wali tersebut, aku kagum dengan kemuliaan budi pekertinya, luas pengetahuannya dan kesucian hatinya, sampai aku beranggapan bahwa kesenangan syurga telah dipercepatkan baginya”. Di antaranya pula ada yang berhati seperti hati Malaikat Jibril. Jumlah wali jenis ini hanya ada lima orang sahaja dalam setiap zamannya. Rasulullah saw pernah menyebut tentang mereka dalam salah satu sabdanya. Mereka diberi kekuatan seperti yang diberikan kepada malaikat Jibril yang amat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kiamat kelak, mereka akan dikumpulkan dengan malaikat Jibril. Dan malaikat Jibril senantiasa membantu rohani mereka, sehingga mereka selalu terpimpin. Di antaranya pula ada yang berhati seperti hati Malaikat Mikail as. Jumlah mereka hanya ada tiga orang sahaja dalam setiap masanya. Keistimewaan mereka suka berlemahlembut terhadap semua orang, dan mereka diberi kekuatan seperti Malaikat Mikail. Di antaranya pula ada yang berhati seperti hati Malaikat Israfil. Jumlah mereka hanya ada satu orang sahaja dalam setiap zamann. Nabi saw pernah menyebut tentang mereka dalam salah satu sabdanya. Menurut pengamatan kami,Syeikh Abu Yazid Al Bustami termasuk salah seorang dari jenis wali ini. Termasuk juga Nabi Isa as. Syeikh Al Muhyiddin berkata: “Di antara tokoh-tokoh sufi ada yang diberi hati seperti hati Nabi Isa, kedudukan mereka sangat tinggi di sisi Allah swt”. Di antaranya pula ada yang diberi hati seperti hati Nabi Daud as. Jumlah mereka di setiap masa hanya terbatas beberapa orang saja. Mereka diberi berbagai keistimewaan, kedudukan tinggi di dunia dan ketebalan iman.&lt;br /&gt;10. Rijalul Ghaib&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang diberi pangkat Rijalul Ghaib atau manusia-manusia misteri. Jumlah wali jenis ini hanya sepuluh orang di setiap masa. Mereka orang-orang yang selalu khusyu’, mereka tidak berbicara kecuali dengan perlahan atau berbisik, kerana mereka merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi mereka. Mereka sangat misteri, sehingga keberadaan mereka tidak banyak dikenal kecuali oleh ahlinya. Mereka selalu rendah hati, malu dan mereka tidak banyak mementingkan kesenangan dunia. Boleh dikata segala tindak tanduk mereka selalu misteri. Di antaranya pula ada yang selalu menegakkan agama Allah. Jumlah mereka hanya lapan belas orang di setiap masa. Ciri khas mereka adalah selalu menegakkan hukum-hukum Allah. Dan mereka bersikap keras terhadap segala penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abu Madyan termasuk salah seorang di antara mereka. Beliau berkata kepada murid-muridnya: “Tampilkan kepada manusia tanda redha kamu sebagaimana kamu menampilkan rasa ketidaksenangan kamu, dan perlihatkan kepada manusia segala nikmat yang diberikan Allah, baik yang zahiriyah mahupun batiniyah seperti yang dianjurkan Allah dalam firmanNya berikut:&lt;br /&gt;“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaknya engkau menyebut-nyebutnya sebagai tanda bersyukur”26&lt;br /&gt;26 Surah Adh Dhuha: 11&lt;br /&gt;11. Rijalul Quwwatul Ilahiyah&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada wali yang dikenal dengan nama Rijalul Quwwatul Ilahiyah ertinya orang-orang yang diberi kekuatan oleh Tuhan. Jumlah mereka hanya lapan orang sahaja di setiap zaman. Wali jenis ini mempunyai keistimewaan, iaitu sangat tegas terhadap orang-orang kafir dan terhadap orang-orang yang suka memperkecilkan agama. Sedikit pun mereka tidak takut oleh kritikan orang. Di kota Fez ada seorang yang bernama Abu Abdullah Ad Daqqaq. Beliau dikenal sebagai seorang wali dari jenis Rijalul Quwwatul Ilahiyah. Di antaranya pula ada jenis wali yang sifatnya keras dan tegas. Jumlah mereka hanya ada 5 orang disetiap zaman. Meskipun watak mereka tegas, tetapi sikap mereka lemah lembut terhadap orang-orang yang suka berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;12. Rijalul Hanani Wal Athfil Ilahi&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada jenis wali yang dikenal dengan nama Rijalul Hanani Wal Athfil Illahi ertinya mereka yang diberi rasa kasih sayang Allah. Jumlah mereka hanya ada lima belas orang di setiap zamannya. Mereka selalu bersikap kasih sayang terhadap manusia baik terhadap yang kafir mahupun yang mukmin. Mereka melihat manusia dengan pandangan kasih sayang, kerana hati mereka dipenuhi rasa insaniyah yang penuh rahmat.&lt;br /&gt;13. Rijalul Haibah Wal Jalal&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Haibah Wal Jalali. Jumlah mereka hanya empat orang di setiap masa. Jenis wali tingkatan ini dikenal sebagai orang-orang yang hebat dan mengkagumkan, meskipun sifat mereka lemah lembut, tetapi orang-orang yang menemui mereka akan tunduk. Mereka tidak dikenal di bumi, tapi mereka adalah orang-orang yang dikenal di langit. Di antara mereka ada yang mempunyai hati seperti Nabi Muhammad saw, ada pula yang mempunyai hati seperti Nabi Syuaib, Nabi Salleh dan Nabi Hud. Sayyid Muhyiddin berkata: “Aku pernah menemui wali golongan ini di kota Damsyik”.&lt;br /&gt;14. Rijalul Fathi&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Fathi. Ertinya rahsia-rahsia Allah swt selalu terbuka bagi mereka. Jumlah mereka hanya ada 24 orang di setiap masanya. Jumlah mereka sama dengan bilangan jam, yaitu 24 orang. Meskipun demikian, mereka tidak pernah berkumpul di satu tempat dalam jumlah sebanyak itu. Adanya mereka menyebabkan terbukanya pintu-pintu pengetahuan, baik yang nyata mahupun yang rahsia.&lt;br /&gt;15. Rijalul Ma’arij Al’-‘Ula&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam kelompok Rijalul Ma’arij Al ‘Ula. Jumlah mereka hanya tujuh orang di setiap masa. Mereka termasuk wali-wali tingkatan tinggi, hamper setiap saatnya mereka naik ke alam malakut, mereka adalah orang-orang pilihan.&lt;br /&gt;16. Rijalu Tahtil Asfal&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalu Tahtil Asfal, iaitu mereka yang berada di alam terbawah di bumi. Jumlah mereka tidak lebih dari 21 orang di setiap masa. Ciri khas wali ini, hati mereka selalu hadir di hadapan Allah.&lt;br /&gt;17. Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kaun&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kauni, iaitu mereka yang selalu mendapat kurniaan Ilahi. Jumlah mereka tidak lebih dari tiga orang di setiap masa. Mereka selalu mendapat pertolongan Allah untuk menolong manusia sesamanya. Sikap mereka dikenal lemah lembut dan berhati penyayang. Mereka senantiasa menyalurkan anugerah-anugerah Allah kepada manusia. Pokoknya, adanya mereka menunjukkan berpanjangannya kasih sayang Allah kepada makhlukNya.&lt;br /&gt;18. Ilahiyun Rahmaniyun&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Ilahiyun Rahmaniyun, iaitu manusia-manusia yang diberi rasa kasih sayang yang luar biasa. Jumlah mereka ini hanya tiga orang di setiap masa. Sifat mereka seperti wali-wali Abdal, meskipun mereka tidak termasuk didalamnya. Kegemaran mereka suka mengkaji firman-firman Allah.&lt;br /&gt;19. Rijalul Istithaalah&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Istithaalah, iaitu manusia-manusia yang selalu mendapat pertolongan Allah. Jumlah mereka hanya seorang dalam setiap masa. Yang termasuk kelompok ini adalah Syeikh Abdul Qadir Jilani. Mereka selalu menolong manusia dan mereka sangat ditakuti.&lt;br /&gt;20. Rijalul Ghina Billah&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Ghina Billah, iaitu orang-orang yang tidak memerlukan kepada manusia sedikit pun. Jumlah mereka hanya dua orang di setiap masanya. Mereka selalu mendapat siraman rohani dari alam malakut, sehingga kelompok ini tidak memerlukan kepada bantuan sesiapa pun, selain bantuan Allah.&lt;br /&gt;21. Rijalu ‘Ainut Tahkim Waz Zawaid&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalu ‘Ainut Tahkim Waz Zawaid. Jumlah mereka hanya sepuluh orang di setiap zamannya. Mereka senantiasa meningkatkan keyakinannya terhadap masalah-masalah yang ghaib. Seluruh hidup mereka terlihat aktif di semua aktivitas ibadah.&lt;br /&gt;22. Rijalul Isytiqaq&lt;br /&gt;Diantaranya pula ada yang termasuk dalam golongan RijalulIsytiqaq, iaitu mereka yang selalu rindu kepada Allah. Jumlah mereka hanya lima orang di setiap zamannya. Kegemaran mereka hanya memperbanyakkan solat di siang hari dan di malam hari.&lt;br /&gt;23. Al-Mulamatiyah&lt;br /&gt;Di antaranya, ada yang termasuk dalam golongan Al Mulamatiyah. Mereka tergolong dari wali darjat yang tinggi, pimpinan tertingginya adalah Nabi Muhammad saw. Mereka sangat berhati-hati dalam melaksanakan syariat Islam. Segala sesuatu mereka tempatkan di tempatnya yang tepat. Tindak tanduk mereka selalu didasari rasa takut dan hormat kepada Allah. Sudah tentu keberadaan mereka sangat diperlukan, meskipun mereka tidak terbatas. Ada kalanya jumlah mereka meningkat, tetapi ada kalanya pula jumlah mereka berkurangan.&lt;br /&gt;24. Al-Fuqara’&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan AlFuqara’. Jumlah mereka ada kalanya meningkat dan ada kalanya berkurangan. Ciri khas mereka ini selalu merendahkan diri. Mereka merasa rendah di hadapan Allah.&lt;br /&gt;25. As-Sufiyyah&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam kelompok As Sufiyyah. Jumlah mereka tidak terbatas. Ada kalanya membesar dan ada kalanya pula berkurangan. Mereka dikenal sebagai wali yang amat luhur budi pekertinya. Mereka selalu menghias diri mereka dengan kebajikan-kebajikan yang sesuai dengan ketinggian budi pekerti mereka.&lt;br /&gt;26. Al-‘Ibaad&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al ‘Ibaad. Mereka dikenali sebagai orang-orang yang suka beribadah. Pokoknya, ibadah merupakan kegiatan mereka sehari-hari, mereka suka mengasingkan diri di gunung-gunung, di lembah-lembah dan di pantai-pantai. Di antara mereka ada yang mahu bekerja, tetapi kebanyakan dari mereka meninggalkan semua kegiatan duniawi. Puasa sepanjang masa dan beribadah di malam hari merupakan syiar mereka. Sebab, menurut mereka dunia ini adalah tempat untuk menyuburkan amal-amal di akhirat. Abu Muslim Al Khaulani adalah di antara wali tingkatan ini. Biasanya jika ia merasa letih ketika beribadah di malam hari, maka ia memukul kedua kakinya seraya berkata: “Kamu berdua lebih pantas dipukul dari binatang ternakanku”.&lt;br /&gt;27. Az-Zuhaad&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Az Zuhaad. Mereka termasuk orang-orang yang suka meninggalkan kesenangan duniawi. Mereka mempunyai harta, tetapi mereka tidak pernah menikmatinya sedikitpun, sebab, seluruh hartanya mereka nafkahkan pada jalan Allah. Sayyid Muhyiddin berkata: “Di antara bapa saudaraku ada yang tergolong dari wali tingkatan ini”. Disebutkan bahawa Syeikh Abdullah At Tunisi, seorang ahli ibadah di masanya, ia dikenal sebagai salah seorang wali Az Zuhad. Pada suatu hari, penguasa kota Tilmasan menghampiri tempat Syeikh Abdullah seraya berkata kepadanya: “Wahai Syeikh Abdullah, apakah aku boleh solat dengan pakaian kebesaranku ini?” Mendengar pertanyaan itu, Syeikh Abdullah tertawa. Tanya si penguasa: “Mengapa engkau tertawa, wahai Syeikh? Jawab Syeikh Abdullah: “Aku tertawa kerana lucunya pertanyaanmu tadi, sebab mengapa engkau bertanya kepadaku seperti itu, padahal pakaianmu dan makananmu dari harta yang haram?” Mendengar jawaban Syeikh Abdullah seperti itu, maka si penguasa menangis dan menyatakan taubatnya kepada Syeikh, selanjutnya ia meninggalkan kekuasaannya demi untuk mengabdikan diri kepada Syeikh Abdullah, sehingga beliau berkata: “Mintalah doa kepada Yahya Bin Yafan, sesungguhnya ia adalah seorang penguasa dan seorang ahli zuhud, andaikata aku diuji sepertinya, mungkin aku tidak dapat melaksanakannya”.&lt;br /&gt;28. Rijalul Maa’i&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Rijalul Maa’i. Mereka adalah para wali yang senantiasa beribadah di pinggir-pinggir laut dan sungai. Mereka tidak banyak dikenal, kerana mereka suka mengasingkan diri. Disebutkan, bahwa Syeikh Abu Saud Asy Syibli pernah berada di pinggir sungai Dajlah di Baghdad. Ketika hatinya bergerak: “Apakah ada di antara hamba-hamba Allah yang beribadah di dalam air?” Tiba-tiba ada seorang yang muncul dari dalam air seraya berkata: “Ada, wahai Abu Saud. Di antara hamba-hamba Allah ada juga yang beribadah di dalam air dan aku termasuk di antara mereka. Aku berasal dari negeri Takrit, aku sengaja keluar, kerana beberapa hari mendatang akan terjadi musibah di negeri Baghdad”. Kemudian ia menghilang ke dalam air. Kata Abu Saud: “Ternyata tidak lebih dari lima belas hari musibah memang terjadi.”&lt;br /&gt;29. Al-Afrad&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Afrad. Mereka termasuk wali-wali berkedudukan tinggi. Di antara mereka adalah Syeikh Muhammad Al ‘Awani, sahabat karib Syeikh Abdul Qodir Al Jailani. Mereka ini jarang dikenal manusia awam, kerana kedudukan mereka terlalu tinggi. Jumlah mereka tidak terbatas. Ada kalanya jumlah mereka meningkat dan ada kalanya pula berkurangan.&lt;br /&gt;30. Al-Umana’&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Umana’ artinya orang-orang yang dapat diberikan kepercayaan. Di antara mereka adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, sepertimana yang disebutkan oleh Nabi saw: “Abu Ubaidah adalah orang yang paling dapat diberi kepercayaan di antara umat ini”. Jumlah mereka tidak terbatas. Mereka jarang dikenal manusia, kerana mereka tidak pernah menonjol ditengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;31. Al-Qurra’&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Qurra’. Mereka ahli membaca Al Quran. Menurut sebuah hadis, wali-wali ini termasuk orang-orang yang dekat dengan Allah, kerana mereka ahli Al Quran. Dan mereka harus dimuliakan. Syeikh Sahal Bin Abdullah At Tusturi termasuk di antara mereka.&lt;br /&gt;32. Al-Ahbab&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Ahbab, iaitu orang-orang yang dikasihi. Jumlah mereka tidak terbatas, adakalanya meningkat, adakalanya pula berkurangan. Mereka mencapai tingkatan ini disebabkan mereka melaksanakan segala ibadah dan takarrub kerana cinta kepada Allah. Ibadah yang didasari cinta, lebih baik dari ibadah yang berharap pahala dan syurga. Maka sebagai imbalan baik bagi mereka, mereka mendapat kasih sayang Allah yang luar biasa.&lt;br /&gt;33. Al-Muhaddathun&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Muhaddathun, iaitu orang-orang yang selalu diberi ilham oleh Allah. Menurut hadits Nabi, ada sebahagian dari umatku yang diberi ilham dari Allah. Maka Umar Bin Al Khattab termasuk salah satu dari mereka. Sayyid Muhyiddin Ibnu Arabi ra berkata: “Di zaman kami ada pula wali-wali Al Muhaddathun, di antaranya adalah Abul Abbas Al Khasyab dan Abu Zakariya Al Baha-i”. Para wali yang tergolong dalam golongan ini senantiasa mendapat bisikan-bisikan rohani dari penduduk alam malakut, misalnya dari Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail, sebab rohani mereka sudah dapat menembus alam arwah atau alam malakut.&lt;br /&gt;34. Al-Akhilla’&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Akhilla’. Mereka adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebab segala ibadah yang mereka lakukan selalu didasari cinta kepada Allah. Jumlah mereka tidak terbatas, adakalanya meningkat dan adakalanya berkurangan.&lt;br /&gt;35. As-Samra’&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan As Samra’. Erti kata As Samra’ adalah berkulit hitam manis. Jumlah mereka tidak terbatas. Mereka termasuk orang-orang yang senantiasa berdialog dengan Allah, sebab hati mereka selalu dipenuhi rasa ketuhanan yang tiada taranya.&lt;br /&gt;36. Al-Wirathah&lt;br /&gt;Di antaranya, ada pula yang termasuk dalam golongan Al Wirathah, iaitu mereka yang mendapat warisan dari Allah. Mereka adalah para ulama, pewaris para Nabi. Kelompok ini termasuk orang-orang yang gemar beribadah sampai melebihi dari batas kemampuannya. Mereka suka mengasingkan diri di tempat-tempat terpencil demi untuk memenuhi kecintaannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CERITA TENTANG WALI-WALI ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kisah Wali Allah yang Solat Di Atas Air&lt;br /&gt;Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka. Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terumbangambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air. Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!” Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, “Apa hal?” Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, “Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini? “Wali itu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah.” Para penumpang itu berkata, “Apa yang mesti kami buat?” Wali Allah itu berkata, “Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat.” Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, “Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.” Wali Allah itu berkata lagi, “Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut. Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu. Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, “Siapakah kamu wahai wali Allah?” Wali Allah itu berkata, “Saya ialah Awais Al-Qarni.” Peniaga itu berkata lagi, “Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir.” WaliAllah berkata, “Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?” Peniaga itu berkata, “Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah swt agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang. Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karamah merupakan perkara luar biasa yang berlaku ke atas ulama atau wali Allah. Mereka adalah golongan insan yang beriman dan beramal soleh, ikhlas dalam perkataan, perbuatan serta menjadikan seluruh kehidupan mereka hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Para kekasih Allah sangat menumpukan seluruh perhatiannya kepada Allah dan Allah pun senantiasa memperhatikannya bahkan menjadikan insan soleh tersebut lebih dekat kepadaNya. Karamah berlaku sepanjang zaman sejak dahulu hingga ke hari ini. Begitu halnya dari kalangan para sahabat, ramai memiliki karamah atau kelebihan yang luar biasa. Mereka beriman dengan kejernihan kalbu, kecintaan terhadap Allah dan RasulNya melebihi segala-galanya bahkan kasih sayang mereka terhadap orang mukmin sangat mendalam, sehingga akhirnya mereka memperoleh darjat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karamah berasal dari kata Ikraam yang mempunyai erti penghargaan dan pemberian. Allah mengurniakan wali-waliNya berbagai kejadian luar biasa atau yang biasa disebut karamah. Hal itu diberikan kepada mereka sebagai rahmat dari Allah dan bukan kerana hak mereka. Karamah biasa disebut sebagai kejadian yang luar biasa yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang selalu meningkatkan taraf ibadahnya dan ketaatannya. Karamah itu diberikan sebagai suatu pembekalan ilmu atau sebagai ujian bagi seorang wali. Dan karamah boleh terjadi tanpa sebab dan tanpa adanya tentangan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENJELASAN TENTANG KEJADIAN-KEJADIAN LUAR BIASA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menganugerahkan kepada manusia khusus dan awam 8 perkara luar biasa yang mencarit adat yang boleh berlaku ke atas manusia. Perkara luar biasa itu bolehlah dibahagikan kepada 2 bahagian iaitu, 4 perkara yang dipuji dan 4 perkara yang dikeji dan menyalahi ajaran Islam. Ramai daripada kalangan orang Islam sendiri yang terkeliru tentang konsep dan perbezaan perkaraperkara tersebut, kadang-kala masyarakat tidak dapat membezakan yang mana baik dan yang mana mesti dijauhi. Bagi menjelaskan kekeliruan itu maka dijelaskan serba ringkas tentang perkara-perkara tersebut, agar kita semua dapat membuat penilaian dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada seorang nabi atau rasul untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karamah &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada seorang hamba yang salih atau wali, dan ia tidak mengaku sebagai seorang nabi atau rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’unah &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada sebagian orang awam untuk melepaskan dirinya dari kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihaanah &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada seorang pembohong yang mengaku sebagai nabi, seperti yang pernah diberikan kepada Musailamah Al Kadzab. Ia pernah meludah di sebuah sumur dengan harapan agar airnya bertambah banyak, tetapi pada kenyataannya airnya mengering, dan ia pernah meludah pada mata seorang yang juling, agar matanya sembuh, tetapi pada kenyataannya mata orang itu menjadi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istidraj &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada orang fasik yang mengaku sebagai wakil Tuhan dengan mengemukakan berbagai dalil untuk menguatkan kebohongannya.Menurut Ijma’, biasanya seorang yang mengaku sebagai nabi, maka ia tidak akan diberi kejadian luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irhaas &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang diberikan kepada seorang nabi meskipun ia belum diutus, seperti adanya naungan awan bagi Rasulullah saw di masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir &lt;br /&gt;Suatu cara yang dapat menampilkan berbagai perbuatan yang aneh bagi yang tidak mengerti seluk beluknya, tetapi seluk beluknya itu dapat dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sya’wazah &lt;br /&gt;Kejadian luar biasa yang biasa timbul di tangan seseorang, sehingga menimbulkan pesona bagi yang melihatnya meskipun kejadian itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERBEZAAN ANTARA KARAMAH DAN ISTIDRAJ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang menginginkan sesuatu, kemudian Allah memberinya, maka pemberian itu tidak menunjukkan bahawa orang itu mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah, baik pemberian itu bersifat biasa ataupun tidak. Kemungkinan pemberian itu merupakan anugerah dari Allah, tetapi kemungkinan pula merupakan istidraj, iaitu pemberian sebagai ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Istidraj mempunyai beberapa nama atau istilah yang berbagai:&lt;br /&gt;1. Adakalanya seseorang dikabulkan segala permintaannya agar ia makin bertambah ingkar dan sesat dan pada akhirnya ia akan dimatikan dalam keadaan kafir. Hal itu seperti yang disebutkan dalam firman Allah:&lt;br /&gt;“Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan ) dengan cara yang tidak mereka ketahui”.27&lt;br /&gt;27 Surah Al-Qalam :44&lt;br /&gt;2. Makar:&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an disebutkan:&lt;br /&gt;“Maka tidak ada yang terhindar dari tipu daya Allah kecuali orang yang rugi”. 28&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan mereka berbuat tipu daya, maka Allah membalas mereka dengan tipu daya yang serupa dan Dia sebaik-baik yang membuat balasan”29&lt;br /&gt;28 Surah Al-‘Araf: 99&lt;br /&gt;29 Surah Ali ‘Imran: 54&lt;br /&gt;3. Al Kaid artinya tipu daya:&lt;br /&gt;Dalam firman Allah disebutkan:&lt;br /&gt;“Mereka berusaha menipu Allah, padahal Allah yang menipu mereka”30&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Mereka akan menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, tetapi mereka tidak merasakannya”.31&lt;br /&gt;30 Surah An-Nisaa’:142&lt;br /&gt;31 Surah Al-Baqarah: 9&lt;br /&gt;4. Imla’ mempunyai arti memberi tangguh:&lt;br /&gt;Firman Allah: “Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahawa pemberian tangguh bagi mereka itu memberi kebaikan bagi mereka, tetapi hal itu terjadi agar mereka makin bertambah dosa-dosanya”32&lt;br /&gt;32 Surah Ali ‘Imran: 178&lt;br /&gt;5. Al Ihlak mempunyai arti kebinasaan:&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Sampai ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, maka Kami siksa mereka dengan cara yang mendadak”33. Allah berfirman: “Firaun dan bala tentaranya menyombongkan diri di permukaan bumi tanpa alasan yang dibenarkan, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan kembali kepada Kami, maka Kami menyiksanya dan bala tentaranya, kemudian Kami menenggelamkan mereka di dalam laut”34&lt;br /&gt;33 Surah Al-‘Anam: 44&lt;br /&gt;34 Surah Al-Qisas: 33&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas, dapat kami simpulkan bahwa antara karamah dan istidraj ada perbezaan. Seorang yang diberi karamah tidak pernah merasa senang atas pemberian itu, bahkan ia makin bertambah takut kepada Allah, sebab ia takut kalau pemberian karamah itu merupakan ujian atau merupakan istidraj. Lain halnya dengan seorang yang diberi istidraj. Ia makin maharajalela, kerana ia mendapat anugerah dan ia pun tidak takut disiksa. Adapun kalau seseorang bergembira ketika ia diberi karamah, maka ia termasuk orang yang melanggar. Ini disebabkan oleh beberapa perkara antaranya :-&lt;br /&gt;• Jika seorang diberi karamah, lalu ia bergembira, maka ia termasuk orang yang menyimpang, kerana ia merasa berhak untuk mendapatkan anugerah semacam itu disebabkan amal kebajikannya.&lt;br /&gt;• Karamah adalah sesuatu yang di luar kebiasaan Sunnatullah. Seorang yang diberi karamah, kemudian ia terlalu bangga dengan karamah yang diperolehinya, bererti ia telah melanggar dan telah menyimpang dari kebenaran.&lt;br /&gt;• Seseorang yang berkeyakinan, bahwa ia berhak mendapat karamah kerana amal kebajikannya, maka boleh dikatakan bahawa ia seorang yang bodoh. Seharusnya ia merasa bahawa semua amal ibadah yang ia kerjakan merupakan kewajipan baginya terhadap hak Allah. Seharusnya ia selalu merasa kurang pengabdiannya kepada Tuhannya, tetapi kalau ia merasa puas, maka ia termasuk orang yang bodoh.&lt;br /&gt;• Seseorang yang diberi karamah, seharusnya ia merasa bahwa karamah yang diberikan kepadanya hanya untuk menundukkan dirinya makin rendah dihadapan Allah. Bila seseorang berlaku sebaliknya, maka sudah jelas orang itu mirip dengan Iblis yang merasa sombong atas kemuliaan yang diberikan kepada dirinya.&lt;br /&gt;• Karamah itu adakalanya tidak menyebabkan seseorang menjadi mulia. Seseorang yang bangga ketika mendapat karamah, maka ia terlalu membesarkan sesuatu yang biasa. Seseorang yang membesarkan sesuatu yang biasa, maka ia sama dengan berbuat sesuatu yang sia-sia. Demikian pula, seorang wali yang bangga dengan karamah, maka ia termasuk seorang yang rendah kedudukannya.&lt;br /&gt;• Seseorang yang sombong diri kerana kedudukannya, ia sama seperti Iblis dan Firaun. Nabi saw bersabda: “Ada tiga perkara yang menyebabkan kebinasaan seseorang. Yang terakhir adalah seorang yang membanggakan kedudukan peribadinya”.&lt;br /&gt;• Allah berfirman: “Maka terimalah apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah engkau orang-orang yang berterima kasih. Dan sembahlah Tuhanmu sampai engkau didatangi kematian”. Berdasarkan ayat di atas, seseorang yang mendapat kurnia dari Allah, hendaknya ia selalu rajin menyembah Allah dan mensyukuri semua nikmat yang ia terima, bukannya makin bertambah ingkar.&lt;br /&gt;• Ketika Nabi saw diberi pilihan untuk memilih, apakah beliau ingin dijadikan sebagai seorang penguasa dan seorang Nabi, ataukah beliau ingin dijadikan seorang hamba dan seorang Nabi, maka beliau memilih pilihan yang kedua. Kerana itu nama beliau selalu disebut di dalam tasyahud setiap muslim dalam ucapan: “Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu war rasuluh”. &lt;br /&gt;• Seseorang yang selalu bergaul akrab dengan makhluk, maka ia tidak terlalu akrab bergaul dengan Khaliknya.&lt;br /&gt;• Seseorang yang tidak takut dan tidak bertawakkal kepada Allah sudah tentu ia tidak akan menjadi wali, apa lagi kalau ia selalu menyandarkan hidupnya kepada dirinya atau kepada orang lain. Jika seseorang dapat mendatangkan satu perbuatan atau kejadian yang luar biasa, pasti ia akan mengikutinya dengan pengakuan bagi dirinya, tetapi ada juga yang tidak. Bagi mereka yang dapat mengikuti dengan pengakuan bagi dirinya dan dapat mendatangkan sesuatu perbuatan atau kejadian yang luar biasa, adakalanya ia mengaku sebagai Tuhan, atau sebagai Nabi, atau sebagai wali, atau sebagai ahli sihir. Dalam perkara ini dapat kita bahagikan kepada empat bahagian :-&lt;br /&gt;a. Ada yang mengaku sebagai Tuhan:&lt;br /&gt;Ada kalanya orang yang dapat mendatangkan suatu perbuatan atau kejadian yang luar biasa, maka ia mengaku sebagai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Firaun dan yang akan dilakukan oleh Dajjal. Dalam keadaan seperti, ini sudah jelas, bahawa perbuatan orang itu adalah batil.&lt;br /&gt;b. Ada pula yang mengaku sebagai Nabi:&lt;br /&gt;Ini boleh berlaku pada dua kemungkinan, iaitu adakalanya pengakuannya itu benar, tetapi adakalanya pengakuannya itu bohong. Jika pengakuannya itu memang benar dan ia benar-benar nabi, maka ia harus mampu untuk menunjukkan bukti kenabiannya, tetapi jika ia tidak mampu menunjukkan buktinya, maka ia adalah seorang pembohong.&lt;br /&gt;c. Ada yang mengaku sebagai seorang wali:&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini ada yang boleh melakukannya, tetapi ada pula yang tidak mampu.&lt;br /&gt;d. Ada yang mengaku sebagai ahli sihir:&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti ini ada kalanya orang-orangnya dapat membuktikan kepandaiannya, tetapi kaum Mutazilah menolak pendapat ini. Seseorang yang dapat mendatangkan perbuatan atau kejadian yang luar biasa tanpa pengakuan bagi dirinya, adakalanya ia seorang wali yang diredhai oleh Allah, tetapi adakalanya pula ia seorang fasik yang banyak dosanya. Ada pula yang dapat mendatangkan berbagai kejadian luar biasa, tetapi ia tidak termasuk orang yang taat kepada Allah, bahkan orang itu selalu berbuat dosa dan maksiat. Kejadian luar biasa yang ia datangkan itu disebut Istidraj, iaitu kelebihan yang diberikan kepadanya, agar dosanya dan kejahatannya makin bertambah dan terus menerus, seperti yang diberikan kepada Iblis dan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUJUAN KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Dapat menambah keyakinan kepada Allah.&lt;br /&gt;2. Untuk menguatkan kepercayaan masyarakat kepada seorang wali, seperti yang terjadi pada masa-masa terdahulu. Berbeza halnya dengan masa-masa terakhir. Kaum salaf salih tidak pernah memerlukan karamah sedikit pun.&lt;br /&gt;3. Adanya karamah merupakan bukti anugerah atau pangkat yang diberikan Allah kepada seorang wali, agar pengabdiannya tetap istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DALIL-DALIL WUJUDNYA KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Andaikata Allah swt tidak mahu memperlihatkan karamah bagi seorang mukmin, mungkin kerana Allah swt memang tidak ingin melakukannya, atau mungkin juga seorang mukmin itu memang belum pantas mendapatkan karamah. Adapun kemungkinan pertama, dapat memberi penilaian yang tidak baik terhadap takdir Allah swt, tentunya hal itu dapat menyebabkan ingkar kepada Dzat Allah. Sedangkan kemungkinan yang kedua adalah tak mungkin, sebab hal itu termasuk hal yang batil. Mengetahui Dzat Allah, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, hukumhukumNya, nama-namaNya, mencintaiNya, mentaatiNya dan senantiasa menyebutNya dan memujiNya, tentunya hal itu lebih mulia dari sekedar memberi se-potong roti, menundukkan seekor ular atau seekor singa.&lt;br /&gt;Dalil dari Al-Quran&lt;br /&gt;“Setiap kali Zakariya masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini?”. Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa perhitungan”35&lt;br /&gt;“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makanlah, minumlah dan bersenang hatilah kamu”36&lt;br /&gt;Siti Maryam bukanlah seorang nabi. Tentunya yang terjadi padanya, seperti yang tertera pada ayat di atas, bukanlah suatu mukjizat, tetapi suatu karamah.&lt;br /&gt;“ Ashif Ibnu Barkhiya berkata: “Aku akan membawa singgahsana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” 37 &lt;br /&gt;Seorang hamba yang salih yang bernama Ashif Ibnu Barkhiya mampu membawa singgasana Ratu Balqis dari Yaman ke Syam hanya dalam waktu sekelip mata. Padahal ia bukan seorang Nabi. Tentunya kemampuan luar biasa yang dimilikinya adalah karamah.&lt;br /&gt;35 Surah Al Imran: 37&lt;br /&gt;36 Surah Maryam : 25-26&lt;br /&gt;37 Surah An Naml: 40&lt;br /&gt;“Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmatNya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah”38&lt;br /&gt;“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan sembilan tahun”39&lt;br /&gt;Pemuda Ashabul Kahfi seramai tujuh orang berasal dari Syam. Mereka hidup setelah masa Nabi Isa. Kerana mereka takut kehilangan imannya, maka mereka bersembunyi di sebuah gua untuk sesaat, tetapi mereka ditidurkan oleh Allah selama 300 tahun. Setelah itu mereka dibangunkan kembali. Anehnya tubuh mereka tidak binasa dimakan masa, kerana itu para ulama berpendapat bahwa mereka adalah para wali bukan para nabi.&lt;br /&gt;38 Surah Al Kahfi: 16-17&lt;br /&gt;39 Surah Al Kahfi: 25&lt;br /&gt;“Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan merusaknya bahtera itu, kerana di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.”Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.”40&lt;br /&gt;40 Surah Al Kahfi: 79&lt;br /&gt;Dari Hadis Antara Karamah Umat Yang Terdahulu&lt;br /&gt;Hadis Pertama&lt;br /&gt;Dari Abdullah Ibnu Umar r.a, beliau berkata :&lt;br /&gt;“Rasulullah saw pernah bersabda: “Ada tiga lelaki tergolong di antara orang-orang terdahulu. Pada suatu hari, ketika mereka berjalan di suatu hutan, maka mereka bermalam di suatu gua. Setelah mereka masuk ke dalam gua, tiba-tiba sebuah batu besar jatuh tepat di permukaan gua itu dan menutupinya, sehingga mereka tidak dapat keluar. Kata salah seorang daripada mereka: “Tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu, kecuali jika kamu berdoa kepada Allah dan bertawassul dengan perbuatan baik kamu.Salah seorang di antara mereka berkata: “Dahulu aku mempunyai ibu bapa yang telah lanjut usia, dan aku tidak pernah makan malam sebelum mereka makan. Pada suatu hari, keduanya sudah tidur ketika aku datang membawa segelas air susu. Aku tidak ingin membangunka mereka. Aku menjaga keduanya semalaman tanpa makan dan minum, dan aku tetap memegang gelas susu itu hingga pagi. Ketika keduanya bangun, barulah kuberikan air susu itu. Ya Allah, jika amalan salihku yang satu itu benar-benar ikhlas untukMu, maka bebaskan kami dari batu besar ini”. Dengan izin Allah, batu itu bergeser sedikit dari mulut gua,tetapi mereka masih belum dapat keluar. Selanjutnya, orang yang kedua berkata: “Dahulu, anak saudaraku termasuk orang yang paling aku cintai, aku selalu menggodanya, agar ia cinta kepadaku, tetapi ia selalu menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, ia datang kepadaku dan minta bantuan wang. Aku ingin membantunya, asalkan ia ingin bercinta denganku. Ia bersetuju dengan permintaanku kerana terpaksa. Ketika aku hendak memperkosanya, maka ia berkata: “Sebenarnya engkau tidak boleh memecahkan keperawananku, kecuali dengan cara yang sah”. Maka aku segera meninggalkannya dan aku tidak minta kembali wangku. Ya Allah, jika Engkau tahu, bahwa perbuatanku itu keranaMu, maka selamatkanlah kami dari batu besar ini”. Dengan izin Allah batu besar itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum dapat keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya orang yang ketiga berkata: “Dahulu aku mempunyai banyak pegawai, aku selalu memberi upah mereka tepat pada waktunya, dan aku tidak pernah merugikan mereka. Pada suatu kali salah seorang pegawaiku meninggalkan tempatku tanpa meminta upahnya. Selanjutnya, upah itu aku kembangkan dan aku belikan binatang ternak serta lembu abdi. Setelah beberapa waktu binatang ternak itu berkembang menjadi besar. Sampai pada suatu waktu ia datang kepadaku untuk meminta upahnya. Kataku: “Semua binatang ternak dan lembu abdi yang kau lihat di lembah itu adalah upahmu”. Kata lelaki itu: “Wahai hamba Allah, apakah engkau mempermainkan aku”. Kataku: “Aku tidak mempermainkan kamu”. Maka ia membawa pergi semua binatang ternak dan para abdi itu. Ya Allah, jika perbuatanku benar-benar ikhlas keranaMu, maka bebaskanlah kami dari himpitan batu besar ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan izin Allah batu besar itu bergerak, sehingga ketiga orang itu dapat keluar dengan selamat.41&lt;br /&gt;41 Hadis Hasan Sahih, Muttafaq Alaih&lt;br /&gt;Hadis Kedua&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah bersabda :&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang bayi yang dapat berbicara ketika masih dibuaian ibunya, kecuali tiga orang, iaitu Isa putra Maryam as, seorang bayi di masa Juraij An Nasik, dan seorang bayi lainnya. Tentang Isa putra Maryam, kamu telah mengetahui kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Juraij, ia adalah seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil. Ia mempunyai seorang ibu. Juraij gemar ibadah. Ketika ibunya rindu kepadanya, maka ia memanggil nama Juraij. Tetapi Juraij tidak memenuhi panggilan ibunya, ia hanya berkata: “Ya Allah, apakah sebaiknya aku memenuhi panggilan ibuku, ataukah&lt;br /&gt;aku meneruskan ibadahku?” Ibunya memanggilkannya sampai tiga kali, tetapi Juraij masih meneruskan ibadahnya tanpa memenuhi panggilannya. Maka ibunya kecewa, sehingga ia berdoa :&lt;br /&gt;“Ya Allah, jangan Engkau matikan putraku itu sampai setelah Engkau menemukannya dengan seorang wanita pelacur”. Kebetulan di tempat itu, ada seorang wanita pelacur. Ia berkata: “Aku akan merayu Juraij sampai ia berbuat zina denganku”. Maka ia mendatangi Juraij dan merayunya, tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Akhirnya wanita pelacur itu merayu seorang petani yang kebetulan bermalam di samping tempat ibadah Juraij, sampai ia hamil dari petani itu. Selanjutnya ia mendatangi Juraij sambil membawa anak haramnya dari si petani. Kemudian ia berkata kepada orang banyak: “Bayiku ini adalah dari hasil hubungan gelapku dengan Juraij”. Mendengar ucapan wanita pelacur itu, maka Bani Israil mendatangi tempat ibadah Juraij, kemudian mereka menhancurkannya dan merejam Juraij secara beramai-ramai. Maka Juraij melakukan solat dan ia berdoa. Kemudian ia menyentuh tubuh bayi itu dengan jari telunjuknya seraya berkata:&lt;br /&gt;“Wahai anak bayi, siapa ayahmu?” Anak bayi itu berkata: “Ayahku adalah seorang petani”. Maka masyarakat Bani Israil menyesali perbuatannya terhadap Juraij dan mereka minta maaf kepadanya. Mereka berkata: “Kalau engkau mahu, kami akan membangun kembali tempat ibadahmu dari emas atau perak, tetapi tawaran mereka ditolak, sehingga mereka membangunnya kembali seperti semula. Itulah kisah bayi yang dapat berbicara di masa Juraij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kisah bayi yang lain, ada seorang wanita yang tengah menyusui anak bayinya. Ketika ada seorang pemuda tampan lewat di depannya, maka ibunya berkata: “Ya Allah, jadikan putraku ini seperti pemuda itu.” Maka dengan spontan bayinya berkata: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti pemuda itu.” Selanjutnya ketika ada seorang wanita yang tertuduh mencuri dan berzina sedang lewat di depan ibunya, maka ia berkata: “Ya Allah, jangan Engkau jadikan putraku ini seperti wanita itu”. Maka bayinya berkata: “Ya Allah, jadikan aku sepertinya”. Maka ibunya bertanya: “Mengapa engkau berdoa seperti itu?” Bayinya berkata: “Pemuda tampan yang lewat di sini tadi adalah seorang yang bengis dan kejam dan aku tidak ingin menjadi sepertinya. Adapun si wanita yang dituduh sebagai pencuri dan pelacur, sebenarnya ia bukan pencuri mahupun pelacur, dan ia hanya berkata: “Aku hanya pasrahkan diriku kepada Allah”.42&lt;br /&gt;42 Hadis riwayat Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ANTARA KARAMAH UMAT NABI MUHAMMAD SAW.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Dari Abu Saeed Al-Khudri, beliau berkata : “Pada suatu malam ketika Usaid ibnu Khudhair sedang membaca Al Qur’an di pekarangan rumahnya, tiba-tiba kudanya melonjak-lonjak, sampai ia menghentikan bacaannya. Kemudian ketika ia melanjutkan bacaannya lagi, anehnya, kudanya melonjak-lonjak lagi, sampai ia menghentikan bacaannya. Kata Usaid: “Maka aku takut kalau kudaku menginjak Yahya, putraku. Ketika aku berdiri, tiba-tiba aku lihat di atas kepalaku ada naungan cahaya dan ia membumbung ke atas lambat-lambat sampai menghilang dari pandanganku.&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a, beliau berkata :&lt;br /&gt;“Abu Bakar Ash Shiddiq pernah memiliki dua puluh gantang buah kurma yang diberikan kepadaku. Ketika saat kematiannya tiba, maka ia berkata; “Wahai putriku, tidak seorang pun yang lebih kucintai dan lebih aku takuti kesusahannya darimu, dulu aku pernah berikan kepadamu dua puluh gantang buah kurma, kalau dulu telah engkau pakai, tentunya aku tak akan mempersoalkannya, tetapi pada hari ini harta itu akan jadi harta waris setelah aku tiada. Harta itu boleh engkau bagi dengan kedua saudara lelakimu dan kedua saudara perempuanmu, bagilah harta waris itu menurut hukum Kitabullah.” Kata Aisyah: “Maka aku berkata: “Wahai ayah, kami tidak keberatan untuk membaginya, tetapi putrimu hanya Asma dan aku, maka siapakah putrimu yang lain?” Kata Abubakar: “Kini ia masih dalam perut ibunya, yaitu Habibah binti Kharijah ibnu Zaid, kulihat, ia adalah perempuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia wafat, memang benar yang lahir adalah anak perempuan, ia diberi nama Ummu Kaltsum binti Abubakar.43&lt;br /&gt;43 Hadis riwayat Malik dalam kitab Al-Muwatha’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA TERJADINYA KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kemahuan seorang wali untuk mengabdikan dirinya kepada Allah, adakalanya menyebabkannya diberi karamah oleh Allah. Tetapi adakalanya juga tidak. Adapun pemberian karamah adalah agar seorang wali semakin menjaga dirinya, agar ia tidak salah langkah dan sikap terhadap Allah. Jiwa manusia, meskipun ia tetap satu, tetapi berbeza dalam pengkhususannya. Setiap jiwa mempunyai pengkhususan tersendiri yang tidak dimiliki oleh lainnya. Jadi pengkhususan masing-masingnya adalah fitrah. Jiwa para nabi mempunyai pengkhususan tersendiri yang mampu mengenal Allah dengan sepenuhnya dan mampu berbicara dengan para malaikat, kerana telah mendapat keizinan dari Allah. Pokoknya kemampuan mereka adalah kurniaan Ilahi dan bantuan Rabbani.44 Dalam hal ini, Ibnu Khaldun pernah berkata: “Jiwa para auliya’ mempunyai pengaruh yang erat dengan alam semesta dan hal itu merupakan bantuan dari Allah yang disesuaikan dengan kejernihan jiwa, kekuatan iman, keteguhan mereka dengan agama Allah, sehingga seorang wali tidak akan berbuat apapun, kecuali setelah mendapat perintah atau restu dari Allah. Kalau ada di antara mereka yang berbuat sesuatu tanpa izin dari Allah, maka karamahnya segera ditarik oleh Allah.”45&lt;br /&gt;44 Mukaddimah Ibnu Khaldun, jilid III hal 1148&lt;br /&gt;45 Mukaddimah Ibnu Khaldun jilid III hal 1148&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JENIS-JENIS KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Pemberian&lt;br /&gt;Karamah jenis ini, termasuk karamah yang tertinggi, sebab terjadinya kerana pemberian Allah kepada seorang tanpa diminta lebih dulu.&lt;br /&gt;2. Usaha Sendiri&lt;br /&gt;Karamah jenis ini termasuk karamah yang diusahakan, misalnya terkabulnya sebuah doa seorang wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMBAGIAN KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Karamah Hissiyyah&lt;br /&gt;Iaitu karamah yang dapat dirasa dan dilihat dengan mata, seperti dapat berjalan di atas air atau dapat terbang di udara.&lt;br /&gt;Kedua : Karamah Ma’nawiyyah&lt;br /&gt;Iaitu Istiqamahnya seseorang untuk mengabdi kepada Tuhannya, baik secara zahir maupun batin. Karamah macam ini banyak diharapkan para wali-wali Allah. Kata mereka: “Istiqamah lebih baik dari seribu karamah.”&lt;br /&gt;Syeikh Abul Abbas Al Mursi pernah berkata: “Seorang wali besar, bukanlah seorang yang dapat memperdekatkan jarak yang jauh. Yang termasuk wali besar adalah seorang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya di hadapan Tuhannya.”46&lt;br /&gt;Jika seorang wali hanya berharap mendapat karamah, maka wali itu tidak termasuk wali yang berperingkat tinggi. Ibnu Athaillah pernah berkata: “Kemahuan yang tinggi tidak sampai menembusi tembok-tembok takdir.”47 Maksud ucapan itu adalah karamah tidak akan bertentangan dengan ketetapan takdir. Sebab, semua yang terjadi di alam semesta, baik yang biasa mahupun yang luar biasa sumbernya dari takdir Allah swt. Pada umumnya, kemahuan seorang wali tidak akan bertentangan dengan takdir Allah.&lt;br /&gt;Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Adakalanya seorang hina yang biasa ditolak bila mengetuk pintu orang, namun jika ia berdoa, pasti terkabul.”48&lt;br /&gt;46 Lathaiful Minan&lt;br /&gt;47 Syarah Al Hikam&lt;br /&gt;48 Hadis riwayat Muslim&lt;br /&gt;Di lain kesempatan Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;“Takutlah kamu dengan firasat seorang mukmin, sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah.”49&lt;br /&gt;49 Hadis riwayat Tirmidzi, Thabrani, Ibnu Adi dan An Najar di dalam kitab At Tarikh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CONTOH-CONTOH KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Dapat Menghidupkan Mayat&lt;br /&gt;Imam Taajus Subki memberi contoh karamah Abi Ubaid Al Busri. Beliau pernah berdoa kepada Allah agar kudanya yang mati ditengah medan perang dihidupkan kembali. Doa beliau terkabul dan kuda Abi Ubaid akhirnya hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Mifraj Ad Damamini berkata kepada anak burung yang telah dipanggang: “Terbanglah wahai burung dengan izin Allah”. Ucapan beliau terkabul dan burung itu hidup kemudian terbang.&lt;br /&gt;Syeikh Ahdal pernah memanggil kucing yang telah mati. Akhirnya kucing itu hidup dan datang kepada Syeikh Ahdal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata kepada seekor ayam yang baru di makan dagingnya: “Hai ayam hiduplah kau dengan izin Zat yang dapat menghidupkan tulang belulang”.&lt;br /&gt;Dengan izin Allah, tulang belulang tersebut berubah wujudnya menjadi ayam kembali.&lt;br /&gt;Pernah Abi Yusuf Dahmani berkata kepada seorang mayat:&lt;br /&gt;“Hai fulan, hiduplah dengan izin Allah”. Ucapan beliau terkabul sehingga mayat itu hidup kembali selama beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Subki pernah bercerita: “Aku pernah dengar kisah Syeikh Zainuddin Al Faruqy Asy Syafi’i, bahawa pada suatu hari ada seorang anak kecil jatuh dari atap rumahnya lalu mati. Ketika Syeikh Zainuddin melihat kejadian itu, beliau berdoa kepada Allah. Maka dengan izin Allah, anak kecil yang mati itu hidup kembali.&lt;br /&gt;Selanjutnya Imam Subki berkata: “Sesungguhnya kejadian semacam itu tidak terhitung banyaknya. Dan aku yakin benar adanya karamah seperti itu. Hanya saja yang belum pernah kudengar adanya seorang wali yang dapat menghidupkan orang mati yang telah lama atau yang sudah menjadi tulang belulang. Yang kami dengar hanyalah pada diri sebagian Nabi di zaman dulu.Dan itu pun merupakan suatu mukjizat baginya. Bukan termasuk jenis karamah. Yang mungkin terjadi pada diri seorang Nabi terdahulu adalah menghidupkan suatu kaum yang telah mati beberapa abad, kemudian mereka dihidupkan. Dengan izin Allah kaum itu hidup selama beberapa waktu. Yang tidak mungkin terjadi dimasa ini adalah adanya seorang wali yang menghidupkan Imam Syafi’i atau Abu Hanifah, kemudian keduanya dapat hidup lama dan bergaul dengan masyarakat seperti pada waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;2. Berbicara Dengan Orang Mati&lt;br /&gt;Jenis karamah seperti ini lebih banyak dari jenis karamah di atas. Tentang hal ini Imam Subki memberi contoh karamah Syeikh Abu Said Al Kharaz dan karamahnya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Dan kisah karamah ayahnya, Syeikh Taqiuddin As Subki.&lt;br /&gt;3. Berubahnya Sesuatu Menjadi Bentuk Yang Lain&lt;br /&gt;Jenis karamah ini pernah terjadi pada diri Syeikh Isa Al Hataar Al Yamani. Disebutkan bahawa ada seorang ingin menguji karamah Syeikh Isa Al Hattar. Ia menyuruh pelayannya membawa dua botol minuman keras kepada beliau. Setelah kedua botol itu diterima oleh Syeikh Isa, maka ia menuang isi kedua botol itu seraya berkata kepada sebilangan orang yang ada di sisinya: “Minumlah minyak samin ini”. Maka minuman keras yang ada di kedua botol itu berubah menjadi minyak samin yang rasanyaamat lazat. Kisah karamah jenis ini sering terjadi.&lt;br /&gt;4. Jarak Jauh Menjadi Dekat:&lt;br /&gt;Karamah seperti ini pernah terjadi pada diri seorang wali yang berada di Masjid kota Tursus (Turki). Wali tersebut pernahtergerak dalam hatinya ingin pergi ke Masjidil Haram, kemudian beliau memasukkan kepalanya dikantungnya lalu mengeluarkannya kembali. Maka dengan izin Allah, wali itu telah berada di Masjidil Haram . Kisah semacam ini pada umumnya dikisahkan secara berurutan dari orang-orang yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;6. Berbicara Dengan Benda Dan Binatang:&lt;br /&gt;Karamah seperti ini tidak dapat diragukan kewujudannya. Karamah ini pernah terjadi pada diri seorang Sufi yang bernama Ibrahim Bin Adham. Beliau pernah mendengar suara dari pohon delima yang minta dimakan. Ketika Ibrahim Bin Adham makan buahnya, tiba-tiba pohon itu bertambah tinggi dan buahnya yang masam berubah jadi manis, serta dapat menghasilkan dua kali setiap tahun.&lt;br /&gt;7. Dapat Menyembuhkan Penyakit:&lt;br /&gt;Karamah seperti ini pernah terjadi pada Syeikh Sirri As-Saqathi. Seorang pernah menemuinya ketika beliau sedang menyembuhkan orang yang sakit kusta dan buta. Syeikh Abdul Qadir Jailani pernah berkata kepada seorang anak yang sakit lumpuh, buta dan kusta: “Berdirilah engkau dengan izin Allah”. Dengan izin Allah, maka anak tersebut segera bangun tanpa suatu cacat pun.&lt;br /&gt;8. Ditakuti binatang&lt;br /&gt;Karamah seperti ini pernah terjadi pada diri Abu Said ibnu Abil Khair Al Maihani. Singa dan binatang yang lain takut kepadanya. Ada pula sebahagian wali yang dipatuhi segala benda seperti yang terjadi pada diri Syeikhul Islam Izzudin Ibnu Abdis Salam beliau pernah berkata kepada angin di waktu peperangan antara kaum Muslimin dan umat Nasrani: “Hai angin terbangkan musuh-musuh kami”. Dengan izin Allah kaum Nasrani diterbangkan angin dan dilempar ke tanah sampai binasa.&lt;br /&gt;9. Waktu lebih cepat dan waktu lebih panjang&lt;br /&gt;Karamah seperti ini sukar diterangkan kepada orang awam hanya saja orang terdahulu semuanya mempercayai akan terjadinya panjangan dan singkatnya waktu. Karamah seperti ini banyak terjadi.&lt;br /&gt;11. Terkabulnya Segala Doa.&lt;br /&gt;12. Dapat Menahan Lisan Seseorang Yang Sedang Berbicara.&lt;br /&gt;13. Diberitahu Tentang Sesuatu Yang Akan Terjadi Dan Diperlihatkan Sesuatu Yang Tersembunyi.&lt;br /&gt;15. Dapat Menahan Lapar dan Minum Dalam Waktu Yang Panjang.&lt;br /&gt;16. Dapat Menjalankan Sesuatu Dengan Kehendaknya.&lt;br /&gt;Karamah seperti ini banyak di alami oleh para wali. Diriwayatkan bahawa sebahagian wali ada yang diikuti oleh hujan. Salah seorang dari mereka bernama Syeikh Abul Abbas As Syatir, ia sering menjual hujan dengan harga beberapa dirham. Kisah semacam ini banyak terjadi, sehingga sukar untuk dimungkiri kewujudannya.&lt;br /&gt;17. Mampu Untuk Makan Banyak&lt;br /&gt;18. Terjaga Dari Makanan Yang Haram&lt;br /&gt;Karamah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang bernama Al Haritsul Muhasibi, iaitu ketika beliau mendengar suara dari makanan yang hendak dimakannya, bahawa makanan itu diperolehi dengan cara yang haram. Setelah beliau mengerti bahawa makanan itu adalah makanan haram, maka segera beliau meninggalkan makanan itu.&lt;br /&gt;19. Dapat Melihat Dari Belakang Hijab:&lt;br /&gt;Jenis karamah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang bernama Abu Ishak As-Syirazi. Beliau dapat melihat Ka’bah sedangkan beliau berada di kota Baghdad.&lt;br /&gt;20. Diberi Kehebatan Dan Kebesaran Peribadi&lt;br /&gt;Adakalanya seorang wali diberi kehebatan peribadi yang dapat menyebabkan kematian orang tertentu ketika ia melihat diri wali tersebut. Hal ini pernah terjadi pada seorang pembesar yang mati ketika berhadapan dengan Abu Yazid Al Busthami. Adakalanya seorang yang berhadapan dengan seorang wali seperti ini, maka ia akan tunduk, bahkan akan mengakui apa sahaja yang tersembunyi dalam hatinya. Kejadian seperti ini banyak terjadi.&lt;br /&gt;21. Diberi Perlindungan&lt;br /&gt;Mendapat perlindungan Allah dari segala kejahatan yang akan menimpa. Bahkan kejahatan yang semula direncanakan itu akan berbalik jadi kebaikan. Hal ini terjadi pada diri Imam Syafi’I apabila beliau akan dihukum oleh khalifah Harun Rasyid, tetapi akhirnya dengan izin Allah beliau dibebaskan.&lt;br /&gt;22. Dapat Berubah Bentuk&lt;br /&gt;Karamah seperti ini dikenali di kalangan ahli Sufi dengan “Alamul Mithsal, iaitu antara alam yang nyata dan alam arwah. Orang yang yang mendapat karamah seperti ini dapat berubah bentuk dan berpindah tempat dengan bebas. Karamah seperti jenis ini pernah di alami oleh seorang wali yang bernama Qadhibul Bani. Orang yang tidak mengenal beliau akan menyangkanya tidak pernah melakukan solat dan ia membencinya. Pada suatu hari, ketika beliau dicela oleh seorang yang menyangkanya tidak pernah melakukan solat, di saat itu Allah memperlihatkan karamahnya, sehingga beliau dapat berubah dalam beberapa bentuk yang menunjukkan bahawa beliau sedang melakukan solat. Beliau bertanya : “Dalam gambaran atau bentuk manakah yang kamu lihat aku tidak solat?” Perkara serupa ini pernah terjadi pula pada seorang wali yang pernah dilihat oleh seorang ketika beliau sedang berwudhu di Masjid Sayufiah di Cairo. Orang itu menegur: “Hai orang tua, nampaknya cara kamu berwudhu itu tidak tertib”. Jawab si wali: “Aku tidak pernah berwudhu dengan cara yang tidak tertib. Hanya saja anda tidak dapat melihatku, kalau anda dapat melihat, pasti kamu akan melihat ini”. Beliau berkata demikian sambil memegang tangan orang itu, sampai ia dapat melihat Ka’bah, kemudian beliau membawanya ke Mekkah dan menetap di sana selama beberapa tahun.&lt;br /&gt;23. Dibukakan Segala Sumber Kekayaan Bumi&lt;br /&gt;Jenis karamah seperti ini pernah dialami oleh Abu Turab, ketika beliau menghentakkan kakinya ke bumi, maka Allah mengeluarkan air dari tanah itu. Kata Imam Subki: “Di antara jenis karamah seperti ini ialah terpancarnya sumber mata air di musim kemarau dan bumi tunduk pada seorang yang memukulkan kakinya ke bumi”. Pernah diceritakan bahawa ada seorang yang berjalan ke kota Mekkah untuk berhaji. Dalam perjalanan itu ia merasa haus sekali. Namun ia tidak mendapat seteguk air pun. Kemudian ia menemui seorang fakir yang bertongkat. Tepat di tempat itu terpancarlah sumber mata air yang dapat memberikan minuman kepada para jemaah haji yang sedang lewat di tempat itu. Semua jemaah haji yang lewat di tempat itu membekali dirinya dengan air yang terpancar di bawah tongkat si fakir.&lt;br /&gt;24. Diberikan Kemampuan Untuk Mengarang Berpuluh-Puluh Karangan Dalam Masa yang Singkat&lt;br /&gt;Biasanya pekerjaan seberat itu tidak mungkin dilaksanakan oleh seorang yang banyak disibukkan dalam pembahasan berbagai macam ilmu pengetahuan. Adakalanya untuk menulis sebuah karangan sahaja seorang akan menghabiskan seluruh umurnya. Apalagi akan menulis berpuluh-puluh buah karangan dalam waktu yang sangat singkat. Karamah semacam ini termasuk jenis karamah waktu dapat menjadi panjang. Jenis karamah ini pernah dialami oleh Imam Syafi’I Rahimullah. Beliau mampu mengarang berpuluh-puluh kitab, padahal sebenarnya waktunya tidak akan cukup untuk melakukan hal itu, disebabkan kesibukan beliau sehari-harinya untuk mengkhatamkan Al Qur’an setiap harinya dengan bacaan yang penuh oleh tadabbur dan di bulan Ramadhan pun beliau dapat mengkhatamkannya dua kali setiap harinya. Di samping itu, beliau juga disi-bukkan oleh banyaknya memperdalami ilmu pengetahuan, memberikan pelajaran, berzikir dan banyaknya penyakit yang dialaminya. Dalam suatu riwayat dikatakan bahawa beliau menderita tiga puluh macam penyakit. Karamah semacam ini dialami juga oleh Imamul Haramain Abul Ma’ali Al Juwaini. Dengan umur yang tidak panjang, beliau mampu mengarang beberapa buah kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk mengarang berpuluh-puluh kitab disebabkan kesibukan beliau dalam belajar dan mengajar serta berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis karamah seperti ini diberikan juga kepada seorang wali yang mampu mengkhatamkan Al Quran sebanyak lapan kali dalam sehari. Imam Nawawi juga diberi Allah kemampuan untuk mengarang berpuluh-puluh kitab dalam waktu singkat. Sebenarnya umur beliau yang sedemikian itu tidak cukup untuk mengarang kitab sebanyak itu. Ditambah lagi dengan berbagai macam ibadah yang beliau lakukan setiap harinya. Karamah seperti ini diberikan juga kepada Imam Taqiuddin As Subki. Beliau mampu menulis berpuluh-puluh kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk menulis kitab sebanyak itu disebabkan beliau sangat sibuk memberi pengajaran, tekun beribadat, banyak membaca Al Quran dan berzikir. Sebenarnya jika kita hitung pekerjaan besar yang dikerjakannya dengan umurnya yang singkat, pasti tidak cukup untuk memenuhi sepertiganya, namun Allah memberinya barakah dalam umur, sehingga beliau dapat merampungkan segala tugas besar dipikulnya.&lt;br /&gt;25. Terhindar Dari Terkena Racun&lt;br /&gt;Jenis karamah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang diancam oleh seorang raja zalim. Raja zalim itu berkata: “Tunjukkanlah padaku bukti kebenaranmu, jika tidak, aku akan hukum kamu”. Pada waktu itu si wali melihat dekatnya kotoran unta. Maka ia berkata: “Lihatlah itu”. Tiba-tiba kotoran unta itu jadi sebungkal emas. Kemudian ia melihat sebuah tempat air yang tidak ada airnya. Si wali itu melemparkan tempat air yang kosong itu ke udara. Ketika tempat air itu jatuh tiba-tiba telah berisi air penuh dan tempat air itu terjungkir. Namun air yang di dalamnya tidak tertumpah setitik pun. Melihat kejadian tersebut raja itu hanya berkata: “Ini hanyalah perbuatan sihir belaka”. Kemudian raja memerintahkan untuk melemparkan si wali ke dalam api yang bernyala-nyala. Tidak lama si wali tersebut segera keluar dan menarik putera raja yang masih kecil ke tengah api yang sedang menyala. Melihat kejadian ini raja hampir jadi gila, kerana putera satu-satunya diseret ke tengah api yang sedang menyala. Setelah beberapa saat, si wali keluar bersama putera raja itu dari api, sedang ditangan kanan putera raja itu memegang buah apel dan dikirinya memegang buah delima. Raja bertanya pada puteranya: “Wahai puteraku, dari mana kamu tadi?” Jawab si putra: “Aku dapat dari sebuah kebun”.Mendengar keterangan putera raja itu para pembesar kerajaan hanya berkata: “Itu hanyalah suatu sihir belaka”. Kemudian raja berkata kepada si wali: “Jika kamu dapat minum racun ini, aku akan percaya padamu”. Setelah itu, si wali minum racun itu. Namun ia tidak mati hanya bajunya sahaja yang koyak. Kemudian ditambah lagi meminum racun. Setiap kali minum racun ia tetap hidup hanya bajunya saja yang koyak-koyak. Pada terakhir kali ketika ia diberi minuman racun lagi bajunya tidak koyak dan ia pun selamat.&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang dibukakan baginya alam ghaib di hadapan pandangan matanya, sehingga ia dapat melihat apa saja yang terselubung di sebalik dinding, bahkan ia dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh orang dirumahnya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah kasyaf. Misalnya jika seorang wali mendatangi rumah seorang yang telah berbuat zina atau mabuk atau mencuri atau berbuat maksiat, maka wali itu dapat mengetahuinya, seperti yang terjadi pada Syeikh Ibnu Arabi. Mukasyafah semacam ini dikhususkan bagi mereka yang hidup secara wara’. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui gerak geri orang, misalnya seorang wali bergerak hatinya ingin bertemu dengan gurunya, maka gurunya segera hadir di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula jenis karamah berupa didatangkannya sebuah pohon kepada seorang wali, kemudian wali itu menikmati buah dari pohon yang hadir di hadapannya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui segala jenis batu-batu mulia dan logam-logam mulia yang ada di perut bumi, meskipun demikian, seorang wali yang diberi karamah jenis ini tidak memperdulikan sedikit pun tentang harta kekayaan yang terpendam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa ilmu yang dapat memahami segala ucapan benda-benda yang mati, sehingga seorang wali yang diberi karamah seperti ini, ia dapat mendengar ucapan tasbih benda-benda yang mati. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat mengetahui segala rahsia benda-benda yang hidup. Di antaranya pula ada yang diberi karamah segala macam ilmu pengetahuan, baik yang berupa ilmu-ilmu zahir mahupun ilmu-ilmu bathin. Seorang yang diberi karamah berupa ini, ia akan dapat memahami berbagai macam persoalan dunia dan akhirat. Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa tingkatantingkatan Al Quthbiyah. Di antaranya pula ada yang diberi karamah pengetahuan dan kasyaf, sehingga dapat membezakan mana-mana pendapat mazhab-mazhab yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat melihat dan mendengar hal-hal yang ghaib, sehingga antara yang terang dan yang terselubung tidak ada beza baginya. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat berbicara dengan makhluk alam malakut dan dapat mendengar guratanguratan pena di Lauh Mahfuz. Di antaranya pula ada yang diberi karamah tidak tersentuh makanan, minuman dan pakaian yang berasal dari hasil syubhat, apa lagi yang haram. Jenis karamah ini, biasanya si wali diberi tanda tertentu oleh Allah jika ada makanan, minuman dan pakaian dari hasil syubhat yang menyentuh dirinya. Di antara yang mendapat karamah macam ini adalah ibunya Abu Yazid Al Bustami. Setiap kali ia mendapat makanan atau minuman yang syubhat, maka tangannya berpeluh dan gementar, sehingga ia harus menjauhi makanan dan minumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang diberi karamah berupa makanan atau minuman sedikit yang dihidangkan dapat menjadi banyak. Karamah ini pernah diberikan kepada Syeikh Abu Abdullah At Tawudi ketika ia menyuruh kawannya ke tukang jahit, maka ia mengeluarkan sepotong kain yang sempit dari balik bajunya, kemudian ia menyuruh kawannya untuk membawanya ke tukang jahit seraya berkata: “Dari kain yang sempit ini buatlah pakaian yang cukup untuk beberapa orang”. Nyatanya kain yang sedemikian sempit itu dapat mencukupi pakaian untuk beberapa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat menjadikan air masin atau payau menjadi air tawar dan segar. Karamah seperti ini pernah diberikan kepada Syeikh Abdullah Ibnul Ustad Al Marwazi sahabat Syeikh Abu Madyan. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat berjalan di atas udara seperti ketika ia berjalan di atas bumi. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat berkata-kata dengan makhluk alam arwah, sehingga ia dapat mengetahui keadaan mereka yang sudah wafat, walaupun telah wafat bertahuntahun. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat melenyapkan dirinya dari alam wujud ke alam ghaib, sehingga ia dapat menghilang dari suatu majlis tanpa pengetahuan mereka yang hadir. Di antaranya pula ada yang diberi karamah dapat melangkahi bumi yang luas hanya dengan satu langkah atau hanya dengan sekejap mata, sehingga ia dapat solat Zuhur di Mekkah, kemudian solat Asar di tanah kelahirannya.&lt;br /&gt;Inilah beberapa contoh karamah yang diberikan oleh Allah kepada para wali Allah untuk membuktikan kekuasaan Allah pada para makhluk Allah yang tidak percaya akan wujudnya karamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGAPAKAH KITA MESTI MENGENALI WALI ALLAH DAN KARAMAH MEREKA?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran, Allah s.w.t. berfirman :&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.’&lt;br /&gt;(Yusuf : 111)&lt;br /&gt;Kandungan Al-Quran berkisar mengenai keseluruhan aspek kehidupan termasuk hukum, peradaban, perekonomian, kisah-kisah dan banyak lagi. Antara isi yang terkandung di dalam Al-Quran merupakan kisah-kisah kehidupan para Nabi-Nabi, kehidupan ummat-ummat terdahulu serta pengajaran-pengajaran yang terdapat didalam kisah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita membahaskan tentang kewalian serta karamah mereka, tidak mungkin kita mengenepikan kepentingan kehidupan para Nabi dan Rasul serta Mukjizat-mukjizat mereka. Terkenanglah kita kepada kisah Nabi Musa serta tongkat dan cerita terbelahnya Sungai Nil. Tak lupa juga kita Allah s.w.t. menggambarkan dengan begitu nyata sekali penggambaran perbicaraan semut yang didengari oleh Nabi Sulaiman a.s. Kisah Nabi Khidhir dan cara beliau menuntun Nabi Musa menjadi iktibar kepada kita. Maka tentu sekali, selepas kisah-kisah mereka kita hayati, kita berkunjung pula kepada kisah-kisah manusia awam yang telah digambarkan Allah s.w.t. di dalam Al-Quran dengan kelebihan serta karomah mereka. Kisah Siti Mariam serta makanan yang dihidangkannya, kisah Ashabul Kahfi dan tidur mereka yang lama dan banyaklah kisah yang lain. Maka jika Al-Quran telah mengisikan kisah-kisahnya dengan mereka, maka menjadi kewajiban kitalah mengenali orang-orang yang dicontohi Al-Quran sebagai mereka yang soleh yang dikasihi Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ini, membuktikan kepentingan mengenali para kekasih Allah serta keperibadian dan kelebihan mereka. Ajakan Nabi Muhammad s.a.w. kepada Saidina Umar dan Saidina Ali untuk mencari Uwais Al-Qarni menguatkan kepentingan mengenali mereka yang dekat dengan Allah. Imam Al-Ghazali, Hujjatul Islam sendiri, menggalakkan berteman dengan mereka yang dekat dengan Allah serta mengikuti peribadi mereka. Kehidupan para ulama termasyhur seperti Syekh Abdul Qadir Jailani, Imam As-Syafi’e dan lain-lain membuktikan kepada kita kepentingan mengenali orang-orang soleh serta karamah mereka yang merupakan pemberian murni dari Allah s.w.t. disebabkan kesolehan, keperibadian dan perjuangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereika itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”&lt;br /&gt;Terceduklah sudah sedikit dari khazanah Allah s.w.t. didalam kita membicarakan kehidupan para wali Allah serta karamah mereka. Mungkin kini, selepas ilmunya dapat kita ceduk, marilah kita bertafakkur, berusaha serta menghulurkan tangan kita kepada Allah s.w.t. supaya kita ini tergolong dalam golongan mereka yang mengenali wali-wali Allah dan mendapatkan inayah Allah mendekati diri kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://pondokhabib.wordpress.com/2010/06/18/mengenal-wali-wali-allah-dan-karomah-mereka/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-5162000868348128362?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/5162000868348128362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=5162000868348128362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5162000868348128362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5162000868348128362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/05/mengenal-wali-wali-allah-dan-karomah.html' title='Mengenal Wali-Wali Allah dan Karomah Mereka'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-6058801946173323489</id><published>2008-04-27T20:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:25:44.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat-sifat Orang yang  mendapat Amalan Batin'/><title type='text'>Sifat-sifat Orang yang  mendapat Amalan Batin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah kita katakan bahwa kita mesti beribadah kepada Allah lahir dan batin. Ibadah lahir disebut syariat. Ibadah batin disebut hakikat. Orang yang sudah melaksanakan syariat akan terlihat oleh kita tandanya yaitu mengucap dua kalimah syahadah, shalat, puasa, zakat, haji, membaca Al Quran, selawat, zikrullah, menutup aurat, menuntut ilmu, bersilaturrahim dan cara hidup lainnya yang diperintahkan oleh Allah SWT dengan meninggalkan (tidak melakukan) segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orang yang melakukan ibadah batin, terlihat juga tanda-tandanya. Tanda-tanda itu tidak dapat dilihat oleh mata lahir kita, sebab tersembunyi di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu hanya dapat dilihat oleh orang itu sendiri dengan merasakan gerak dan arah perjalanan hati kita. Hati yang sudah melakukan ibadah berbeda dengan hati yang masih durhaka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui perbedaan itu supaya kita dapat mengenal hati kita, apakah sudah taat atau masih durhaka, saya akan tunjukkan tanda-tanda atau sifat-sifat hati yang tinggi kedudukannya, yang dimiliki oleh orang-orang yang melakukan ibadah batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SYARIATNYA KUAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kuat beribadah batin pasti akan kuat pula ibadah lahirnya (syariat). Tetapi perlu diingat bahwa orang yang kuat syariat lahir saja belum tentu kuat ibadah batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan pada diri kita, hati (jasad batin) adalah pemimpin sedangkan anggota-anggota lain (jasad lahir) sebagai pekerja. Kita makan karena hati kita menyuruh kita makan. Kaki dan tangan pun bekerja untuk mencari makanan. Kita hendak ke masjid adalah karena amalan hati kita. Kaki kita hanya menurut saja. Tetapi kalau hati tidak mau pergi walau masjid di sebelah rumah pun, kaki tidak akan melangkah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarnya kuasa dan peranan hati dalam menentukan corak hidup kita. Sebab itu kalau hati sudah baik, taat menghambakan diri pada Allah, hati akan mengarahkan semua anggota lahir untuk tunduk menyembah kepada Allah SWT. Semua perintah Allah akan ditaati tanpa tanya jawab lagi. Semua larangan Allah akan ditinggalkan tanpa ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : Terjemahannya : Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat." (Dan mereka berdoa), "Tuhan, kami mohon keampunanMu, dan kepadaMulah tempat kembali" (Al Baqarah : 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat fardhunya baik, shalat sunat hajat dan lain-lain tidak ditinggalkan. Puasa sunat dianggap penting dan selalu dilakukan dengan senang hati. Membaca Al Quran, selawat, wirid, zikir, tahlil, tasbih dan tahmid dan lain-lain telah menjadi nyanyian rutin yang mengasyikkan. Berjuang untuk menyebarkan agama Allah terasa satu kewajiban yang mesti dilakukan sehingga tidak pernah jemu dan letih karena perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat berkorban harta, fikiran, waktu dan tenaga untuk membantu Islam dan umat Islam. Tidak bermewahan dengan rezeki pemberian Allah sekalipun halal dan hanya diambil sesuai keperluan saja. Kelebihannya diserahkan untuk jihad. Sebab itu rumahnya sederhana, pakaian, dan makan minum juga sederhana. Karena hatinya menyuruh tutup aurat maka ia akan melakukannya tanpa peduli apa yang dikatakan orang. Hatinya menyuruh berderma dan bersedekah maka ia akan melakukannya tanpa takut miskin dan bimbang pada hari depan. Hatinya menyuruh ia berjemaah sesama kaum muslimin maka ia pun ikut berjemaah tanpa ragu meninggalkan alam dan kawan di luar jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hatinya menyuruh menghentikan pergaulan bebas maka ia akan berhenti tanpa takut kehilangan jodoh. Dan apa saja yang disuruh oleh hatinya, ia akan taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang taat dan takut pada Allah akan menyuruh kita mengikuti semua suruhan Allah. Tidak pernah terlintas dalam hati orang-orang soleh satu keinginan untuk durhaka pada Allah. Hatinya tidak pernah berencana untuk melakukan larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu orang yang kuat ibadah batinnya, cukup kuat meninggalkan hal-hal yang haram, makruh dan syubhat. Tidak melakukan zina, tidak menipu, tidak minum arak, tidak berjudi, tidak mengambil pinjaman riba (bank) untuk membeli rumah atau mobil, tidak terlibat dengan suap, tidak berkhianat, tidak merokok, tidak mengumpat, tidak memfitnah, tidak bergaul bebas lelaki dan perempuan, tidak mubazir dan bermewah-mewah, tidak berfoya-foya, tidak terlibat dengan musik-musik haram, tidak bercintaan antara lelaki perempuan secara haram dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang kuat dengan Allah akan melarang keras untuk terlibat dengan pekerjaan yang dikutuk oleh Allah. Hati yang sempurna ibadahnya akan menolak semua perkara yang dibenci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya hanya hati kita yang bisa membetulkan diri kita dan hati juga yang bisa menjahanamkan kita. Kalau hati baik, tindakan kita akan baik. Dan kalau hati jahat, tindakan kita akan jahat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep 'hati baik' itu pun jangan disalah artikan. Jangan kita katakan, ''Tidak shalat pun tidak apa-apa, asalkan hati kita baik. Tidak menutup aurat pun tak apa, asal hati kita baik.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita katakan begitu, maka kita telah membuat dua kejahatan. Pertama kita telah berani membantah suruhan Allah karena shalat dan tutup aurat itu suruhan Allah. Kedua, kita menganggap hati kita baik, padahal hati kita masih durhaka pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang tidak mau shalat atau tutup aurat itu adalah hati yang durhaka pada Allah. Hati yang baik adalah hati yang taat dan takut pada Allah. Bila hati taat maka kita akan mentaati seluruh perintah Allah. Bila hati kita baik kita akan kuat bersyariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENDAPAT KEJERNIHAN ATAU KERINGANAN BATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang hamba itu sudah mendapat kerohanian yang tinggi, hatinya (batinnya) akan menjadi suci dan ringan. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : Yaitu mereka yang memenuhi janji Allah dan tidak pula merusakkan perjanjian.(Ar Raad : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : Dan mereka menghubungi apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturrahim) dan mereka takut pada Tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk. (Ar Raad : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : Dan mereka juga bersabar dalam mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan. Dan mereka menutupi kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).(Ar Raad : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : (Yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh di kalangan bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk menemui mereka di semua pintu masuk. (Ar Raad: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : (Sambil mengucapkan) "Salam sejahtera karena kesabaran kamu", maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar Raad : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ruh sudah suci dan ringan maka hati terasa ringan untuk mentaati Allah. Nafsu kita akan berubah dari nafsu yang rendah kepada nafsu mutmainnah. Di waktu itu kita akan senantiasa merasa kita adalah hamba Allah, ingin hidup sebagai hamba dan rela menerima apa saja qada dan qadar Allah tanpa mempertanyakan lagi atau resah gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelas akan saya paparkan sifat-sifat hati yang saya maksudkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasa malu kepada Allah karena senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;2. Rasa takut dan hebat pada Allah karena terasa diri selalu berada dalam kuasa Allah, sehingga Allah bisa berbuat apa saja seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. Selalu merasa berdosa pada Allah, bukan hanya di depan manusia karena ada kesalahan tersembunyi yang tidak dapat diketahui seperti dosa-dosa hati. Sebab itu dia selalu menangis seorang diri, bukan di depan orang, karena takut dosanya tidak terampuni.&lt;br /&gt;4. Tidak menunda-nunda urusan dengan Allah karena hati selalu merasa kedatangan maut itu bisa terjadi kapan saja.&lt;br /&gt;5. Setiap kali membuat kesalahan yang kecil hatinya merasa takut dan terhina di depan Allah, sehingga cepat-cepat meminta ampun kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;6. Setiap kali selesai beramal, hati merasa itu adalah karunia Allah, bukan kemampuan dirinya. Dia tidak merasa bangga karena merasa amalannya tidak sempurna. Karena itu ia mengharapkan belas kasihan dari Allah agar menerima amalannya.&lt;br /&gt;7. Kalau Allah menentukan satu peristiwa terjadi pada dirinya, hatinya akan redha dengan apa yang terjadi tanpa kesal dan keluh-kesah. Dia sadar dirinya yang rendah layak menerima apa pun takdir Allah.&lt;br /&gt;8. Setiap kali melihat pemandangan alam yang indah, hati segera merasakan kebesaran Allah.&lt;br /&gt;9. Kalau dia mendapat kejayaan atau nikmat, hatinya segera merasakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah bukan kemampuan sendiri. Karena itu dia merasa takut pada Allah, karena menyalahgunakan atau kurang mensyukuri nikmat yang diperoleh.&lt;br /&gt;10. Kalau dia menderita kemiskinan atau tidak memperoleh nikmat, hatinya terasa tentram karena dia merasa bebas dari tanggungjawab untuk menjaga amanah Allah.&lt;br /&gt;11. Kalau mendapat musibah seperti sakit, hati bisa merasa tenang karena merasakan bahwa bencana (musibah) adalah kifaraf (balasan) dosanya. Dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Penderitaan di dunia adalah pengampunan dosa di akhirat.&lt;br /&gt;12. Bila mendapat pujian, hati merasa tidak senang sebab pujian itu tidak layak baginya dan bisa merusak rasa kehambaannya.&lt;br /&gt;13. Kalau dikeji atau dihina orang, hatinya merasa kasihan pada orang yang menghinanya dan segera memaafkan orang itu tanpa diminta. Dia merasa bahwa dosanya telah menyebabkan dia dihukum seperti itu. Kalau tidak begitu dia tidak akan mendapat pahala dari penghinaan itu. Sebab itu dia tidak berniat sama sekali untuk membalas perbuatan orang itu.&lt;br /&gt;14. Dia selalu berlapang dada berhadapan dengan aneka ragam manusia dan kesusahan yang manusia timpakan ke atasnya.&lt;br /&gt;15. Dia tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisah dengan musibah, tidak merasa tenang dengan pujian dan tidak menderita dengan cacian. Hatinya selalu merasa sebagai hamba yang serba kekurangan dan sangat memerlukan Allah SWT dalam setiap keadaan.&lt;br /&gt;16. Kalau dia melihat atau mengetahui orang membuat maksiat, dia bersyukur pada Allah karena dirinya selamat dari maksiat. Sebab itu dia tidak menghina orang itu bahkan dia merasa kasihan, ingin menolong dengan memberi nasihat. Bahkan dia tidak menaruh sangka jahat pada orang itu. Dia menganggap kesalahan itu adalah karena tidak tahu, lupa ataupun tidak sengaja.&lt;br /&gt;17. Ketika berhadapan dengan orang yang memarahinya, dia tidak ikut marah dan tidak melawan berdebat sekalipun dia benar.&lt;br /&gt;18. Bila berhadapan dengan kepandaian orang lain, dia akan menerima ilmu atau kebenaran sekalipun dari seorang kanak-kanak. Kalau bermuzakarah dia tidak memperlihatkan bahwa dirinya pandai sehingga tidak merasa bangga diri Kalau ada yang memuji orang lain di hadapannya dia tidak sakit hati sebab dia faham bahwa kuasa hak Allah yang melebihkan dan mengurangkan nikmat pada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;19. Kalau ada orang lain menyelesaikan kerjanya, dia tidak menggerutu sebab dia merasa dia dibantu.&lt;br /&gt;20. Kalau dia digemari oleh banyak orang, dia tidak merasa bangga sebaliknya dia bimbang kalau hal itu membuat dirinya riya'.&lt;br /&gt;21. Dia tidak makan seorang diri. Kalau memberi bantuan pada seseorang, tidak di hadapan orang lain.&lt;br /&gt;22. Beramal dan betul-betul beribadah karena Allah bukan lagi karena Syurga atau Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-6058801946173323489?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/6058801946173323489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=6058801946173323489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6058801946173323489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6058801946173323489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/sifat-sifat-orang-yang-mendapat-amalan.html' title='Sifat-sifat Orang yang  mendapat Amalan Batin'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-5306973851110070439</id><published>2008-04-27T20:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:27:41.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebab-sebab Hati Terhijab'/><title type='text'>Sebab-sebab Hati Terhijab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JASAD batin atau ruh yang selalu kita artikan sebagai hati, mempunyai kemampuan memandang dan mengenal sesuatu, merasakan kesenangan dan kesusahan, mengetahui yang lahir maupun yang batin khususnya mengetahui keberadaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah kelebihan manusia daripada makhluk lain yaitu mempunyai hati yang dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya sehingga menjadi hamba Allah yang benar-benar takut pada Allah. Sebagaimana difirmankan oleh Allah : Terjemahannya : Apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati-hati mereka.(Al Anfaal : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang terang-benderang seperti itu dimiliki oleh para ‘ariffin, muqarrobin dan solehin. Hati mereka dapat melihat dan betul-betul mengenal sifat-sifat keagungan Allah. Karena itu mereka benar-benar dapat menghambakan diri kepada Allah SWT. Sebaliknya ada juga manusia yang hatinya gelap (buta) tidak dapat melihat dan mengenal Allah. Hal itu juga difirmankan oleh Allah SWT : Terjemahannya : Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama seperti orang yang buta (mengetahui)? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.(Ar Ra’d : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah lagi :Terjemahannya : Mereka itulah orang-orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.(An Nahl : 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar Al Khattab, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :"Cap penutup hati tergantung di kaki arasy. Bila seseorang melanggar larangan Allah (menghalalkan yang diharamkan oleh Allah) maka Allah akan menutup hati mereka dengan cap penutup hati tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hati sudah buta, atau sudah dikunci mati oleh Allah SWT, maka hati tidak dapat lagi mengenal Allah. Begitulah hati orang-orang kafir dan munafik yang menyebabkan mereka menolak kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan hanya hati orang kafir dan munafik saja yang sudah buta, kita sebagai umat Islam pun masih banyak yang hatinya buta. Buktinya adalah kita masih sering membuat dosa (kecil atau besar). Orang yang masih membuat dosa adalah orang yang tidak takut pada Allah. Orang yang tidak takut pada Allah adalah orang yang tidak kenal siapa Allah. Jika tidak kenal Allah menandakan bahwa hati telah buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : Terjemahannya : Sesungguhnya seorang mukmin apabila ia melakukan dosa maka terjadilah satu bintik hitam di hatinya. Jika dia bertaubat dan berusaha membuangnya (bintik hitam tersebut) maka akan selamatlah hatinya. Kalau dosanya bertambah maka hatinya akan semakin terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda baginda lagi yang maksudnya :Orang yang membuat satu dosa hilanglah sebagian akalnya untuk tidak kembali lagi selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mata kita buta, maka kita tidak dapat melihat, tidak dapat mengenal bahkan tidak dapat berjalan lagi. Begitulah kalau hati kita buta, kita tidak dapat mengenal Allah dan tidak dapat menempuh jalan syariat lagi. Kita tidak takut, tidak redha, tidak tawakal, tidak yakin, tidak berharap kepada Allah, tidak cinta, tidak yakin dengan janji-Nya yaitu Syurga, Neraka, Hari Hisab, siksa kubur, dan lain-lain lagi. Bila perasaan tersebut sudah tidak ada di hati kita maka datanglah penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :Terjemahannya : Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta. (Al Baqarah : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan tersiksa di dunia dan di Akhirat. Di dunia mereka akan merasa kecewa, putus asa, berkeluh kesah, dan tidak tenang. Di akhirat tentulah lebih tersiksa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit hati yang Allah maksudkan itu diantaranya ialah iri dengki, dendam, buruk sangka, serakah, cinta dunia, bakhil, pemarah, penakut, riya', ujub dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang wajib ditempuh untuk mengobati penyakit hati kita ialah dengan mengobati hati yang buta itu. Bila hati sudah tidak buta maka penyakit-penyakit hati lainnya akan hilang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mata kita sakit atau buta, maka kita akan pergi ke dokter mata. Mungkin mata kita akan dibersihkan, dibedah dan sebagainya. Begitupun kalau hati kita yang buta, maka kita mesti memberi pengobatan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mari kita lihat dulu apakah yang menyebabkan hati terhijab? Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memakan makanan haram dan makanan syubhat, baik sadar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah SAW yang maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati itu dibina dengan apa yang dimakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kita adalah segumpal darah yang mengandung sel-sel darah merah dan zat-zat besi. Sel dan zat-zat itu berasal dari makanan yang kita makan. Kalau makanan kita bersih (halal mengikut syariat Islam) maka sel dan zat itu juga bersih sehingga hati kita juga akan bersih. Sebaliknya kalau makanan yang kita makan itu kotor (haram dan syubhat) baik benda itu haram atau uang yang digunakan untuk membelinya haram, maka sel dan zat-zat besi, atau zat-zat yang membina hati kita itu kotor, busuk dan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati seperti wadah yang terbuka. Hati yang kotor tidak akan menerima taufik dari Allah sebab Allah tidak akan memberi taufik dan hidayah kepada hati yang kotor. Sama halnya kita tidak akan memasukkan makanan ke dalam piring yang kotor. Apalagi taufik dan hidayah dari Allah itu sangat tinggi harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hati tidak bisa melihat kebenaran maka tidak akan terasa kebesaran, kehebatan, kasih sayang dan didikan dari Allah, tidak terasa anugerah, penjagaan, pengawasan dan pembelaan Allah. Kalau hati tidak mendapat hidayah dan taufik lagi maka kita akan menjadi orang yang sesat dan selalu terlibat melakukan maksiat dan mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : Dalam diri anak Adam itu ada segumpal daging. Bila baik daging itu baiklah seluruh anggota dan seluruh jasad. Bila jahat dan busuk daging itu jahatlah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.(Riwayat Al Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : Terjemahannya : Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman dengan-Nya. (Al Maidah : 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah memakan makanan yang halal adalah wajib. Kalau kita makan makanan yang haram dalam keadaan sadar bahwa benda yang kita makan itu haram maka kita akan berdosa dan hati kita akan gelap. Tetapi kalau makanan yang haram dan syubhat itu kita makan, tanpa diketahui bahwa benda itu haram dan syubhat maka kita tidak berdosa tetapi hati kita yang dibina dari makanan itu tetap akan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itulah Sayidina Abu Bakar As Siddiq mengorek kembali makanan yang telah ditelannya hingga muntah-muntah, setelah dia mengetahui bahwa makanan itu sumbernya adalah syubhat. Amirul Mukminin itu merasa cukup takut bila makanan itu akan membutakan hatinya. Setelah mengorek makanan itu, dengan rasa bimbang bila saja ada sisa-sisa makanan tersebut yang masih ada dalam perutnya, maka beliau pun berdoa, "Ya Allah, jangan Engkau bertindak kepadaku akan apa yang telah jadi darah dagingku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Sayidina Abu Bakar menjaga hatinya. Sebab itu hatinya menjadi terang-benderang. Jadi, tidak mengherankan kalau keyakinan beliau cukup kuat dengan Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun memuji beliau dengan sabda baginda : Terjemahannya : Kalau dibandingkan iman Abu Bakar dengan iman seluruh manusia kecuali Nabi dan Rasul niscaya imannya masih lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa terjadi pada Imam Nawawi. Semasa hidupnya ia tidak makan buah-buahan di Damsyik karena merasa buah-buahan itu syubhat. Beliau sangat menjaga hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang terang-benderang akan mempunyai basirah (pandangan batin) yang tajam yang dapat menembus alam gaib dan alam kerohanian. Bila alam gaib yang hebat itu bisa terlihat oleh kita maka alam yang lahir itu sudah tidak berarti apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingannya seperti ini : Misalnya suatu hari kita diundang menjadi tetamu raja. Maka masuklah kita ke istana. Di sana kita akan diberi dengan pelayanan yang istimewa, dengan pakaian dan makanan, peralatan dan perhiasan yang tidak pernah kita jumpai. Kita merasa sangat gembira dan kita merasa tidak mau kembali lagi ke rumah kita, sebab rumah kita sudah tidak berharga apa-apa lagi dibandingkan dengan kehidupan yang indah di istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan mereka yang bisa melihat kehebatan alam gaib. Alam yang lahir menjadi tidak berharga lagi. Karena itulah Sayidina Abu Bakar r.a bisa mengorbankan semua harta bendanya kepada jihad fisabilillah hingga tidak ada apa-apa lagi yang ditinggalkan untuk anak isterinya. Beliau mau menebus kehidupan di alam gaib yang maha hebat dengan menggadaikan seluruh harta benda dunia yang murah itu. Begitu juga sahabat-sahabat yang lain dan mujahid-mujahid Islam, mereka telah mengorbankan dunia yang sedikit itu untuk membeli kehidupan akhirat yang agung di alam baqa’ nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : Terjemahannya : Sesungguhnya Allah SWT telah membeli dari orang mukmin, diri dan harta mereka dengan (harga) Syurga untuk mereka. (At Taubah : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mengobati hati kita dengan menghindar dari makanan yang haram. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengelak dari makanan yang haram diantaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan memakan makanan yang zatnya jelas haram seperti arak atau makanan yang dicampur arak atau daging yang tidak disembelih.&lt;br /&gt;2. Jangan memakan makanan yang bernajis baik sifatnya najis (karena dibuat dari bahan yang tidak halal) atau karena cara mencucinya tidak betul atau tidak menurut syariat, sehingga tetap najis (tetap tidak halal).&lt;br /&gt;3. Jangan memakan daging yang disembelih secara tidak halal dan membersihkannya tidak menurut syariat.&lt;br /&gt;4. Jangan memakan makanan yang dibeli dengan uang yang haram (sekalipun makanan itu halal). Uang yang haram contohnya uang suap, uang riba, uang curian dan tipuan.&lt;br /&gt;5. Jangan kita memakan makanan dari usaha yang haram seperti riba, pelacuran, judi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan syubhat ialah makanan yang kita ragukan halal atau haram dan uang syubhat ialah uang yang sumbernya kita ragukan halal atau haram. Makanan dan uang yang syubhat itu wajib dielakkan supaya kita berpeluang memperoleh kejernihan batin untuk mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak makanan di restoran yang menyalahgunakan perkataan 'HALAL' dan 'ISLAM' sebagai tanda perniagaan mereka. Kita harus berhati-hati juga sebab musuh Islam telah menyalahgunakan kata-kata 'HALAL' dan 'ISLAM' itu untuk keuntungan perut dan kantong mereka saja. Mereka sama sekali tidak takut pada Allah dan tidak ingin untuk mencari keredhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan makanan yang halal tetapi berlebihan juga menjadi satu faktor penentu kepada corak hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : Terjemahannya : Wadah yang paling dibenci oleh Allah adalah perut yang penuh dengan makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah benci kepada perut yang penuh dengan makanan sebab perut yang penuh itu akan melemahkan kegiatan hati sehingga tidak kuat untuk memandang pada alam gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hati lemah maka manusia menjadi lalai dan malas. Malas beribadah dan mudah terjebak dalam maksiat. Atas dasar itulah para salafussoleh mengurangi porsi makan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selalu melatih perutnya untuk berada dalam keadaan lapar. Beliau pernah meletakkan batu di perut dan kemudian mengikat perutnya dengan kain agar tidak terasa kekosongan perut yang memang kosong. Beliau jarang berada dalam keadaan kenyang. Jika satu hari kenyang, maka tiga hari lapar. Beliau selalu berpuasa satu hari, kemudian satu hari lagi berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula cara hidup yang ditempuh oleh Nabi Sulaiman a.s yang dikenal sebagai orang kaya-raya. Beliau selalu berpuasa dan hanya memakan roti kering dan air putih. Nabi Yusuf a.s pun ketika menjadi menteri di Mesir melakukan sehari berpuasa dan sehari berbuka. Bila ditanya mengapa Beliau berbuat begitu, jawabnya, "Di hari aku lapar, aku dapat merasa bahwa aku adalah hamba yang memerlukan pertolongan Allah. Di hari aku kenyang maka aku dapat bersyukur pada Allah SWT yang memberikan rezeki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara hidup Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, orang-orang muqarrobin dan orang-orang soleh. Mereka berjuang melawan nafsu untuk membersihkan hati supaya merasa diri sebagai hamba Allah yang lemah dan hina dina. Cara hidup mereka itulah yang wajib kita contoh. Kita mesti senantiasa berperang dengan nafsu yang selalu mengajak kita lalai dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita obati hati kita dengan cara mengurangi makan. Langkah-langkah praktis yang mesti diambil untuk mengurangi makan di antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hidangan makanan kita janganlah lebih dari dua jenis lauk. Itulah amalan Sayidina Umar. Beliau tidak makan dengan lebih dari dua jenis lauk. Sebab bila jenis lauk sudah bermacam-macam nafsu kita bertambah besar untuk merasakan semua jenis lauk.&lt;br /&gt;2. Makanan itu sebaiknya sederhana, jangan terlalu enak. Sebab kalau terlalu enak, kita tidak mampu mengawal nafsu untuk makan berlebihan.&lt;br /&gt;3. Jangan menyimpan berbagai kelebihan makanan dalam rumah, sebab bila makanan tersedia maka kita senantiasa berfikir untuk makan. Sebaliknya kalau tidak ada simpanan makanan, nafsu tidak akan mengajak kita berfikir untuk makan.&lt;br /&gt;4. Coba memperbanyak puasa sunat seperti di hari Senin dan Kamis atau paling kurang tiga hari dalam sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita fahami bahwa langkah-langkah di atas adalah untuk membersihkan hati dan membuat hati kita merasa menjadi hamba Allah yang lemah dalam segala masalah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pandangan dan Pendengaran yang Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah sepakat bahwa : "Dari mata turun ke hati." Artinya hasil dari pandangan (termasuk pendengaran) bukan sekedar terasa di mata dan telinga tetapi akan bersambung dan berkesan di hati. Kalau apa yang kita pandang dan dengar itu baik, maka hati kita akan menerima kebaikannya. Sebaliknya kalau yang kita pandang dan dengar itu maksiat dan mungkar (haram), maka hati kita akan berisi kejahatan dan kemungkaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang senantiasa menerima pandangan dan pendengaran yang mungkar akan menjadi hati yang gelap dan pekat, buta dari melihat keagungan Allah. Hati itu tidak lagi merasa takut pada Allah, bahkan cinta dan rindu pada Allah SWT akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa kita semua tentunya memiliki pengalaman pribadi terhadap hal itu. Kalau setiap hari hati kita terisi dengan zikrullah, bacaan Al Quran, puasa, shalat sunat, membaca kitab dan mendengar pengajian agama, hati kita akan lembut, terasa indah dalam beribadah kepada Allah, rindu kepada kebaikan, benci dan takut kepada dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau setiap hari hati kita isi dengan program TV, berkata-kata kosong, mengumpat dan mencaci, membaca majalah hiburan yang penuh maksiat, mendengar lagu-lagu pop, maka kita akan menjadi malas beribadah, memandang kecil tentang cara hidup sunnah, tidak ada rasa takut dengan Allah, tidak membesarkan Allah apalagi untuk rindu pada-Nya, tidak suka pada pemuka agama dan lupa pada Akhirat. Hati kita menjadi cinta kepada dunia dengan segala hiburannya. Hati selalu ingin lepas, bebas tanpa disekat oleh hukum Islam, malas berjuang dan berangan-angan, serta ingin hidup lebih lama lagi.&lt;br /&gt;Itulah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa tindakan lahir, pendengaran dan penglihatan yang haram akan membuat hati kita buta kepada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : Terjemahannya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercantum (benih) yang akan Kami mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu Kami menjadikan dia mendengar dan melihat. (Al Insaan : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Allah memberi kita mata dan telinga adalah untuk mencari dan mengenal pencipta kita yaitu Allah SWT. Selain itu supaya kita sadar untuk berbakti dan menurut perintah-Nya. Firman-Nya : Terjemahannya : Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku. (Adz Dzaariyat : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti merasa bahwa diri kita adalah sebagai hamba dalam melaksanakan perintah suruhan dan larangan dari Allah. Yang penting adalah rasa kehambaan. Ibadah yang sebenarnya adalah yang berasal dari rasa kehambaan. Kalau waktu beribadah itu kita tidak merasa hina dan tidak merasa hamba, tetapi merasa besar diri, sombong, marah, dengki, maka amalan lahir itu bukan lagi dinilai ibadah. Sama halnya dengan seorang kuli yang menghadap tuannya dengan rasa besar diri, dengan bertolak pinggang. Bukankah lebih baik bila ia tidak menghadap, sebab tentu akan menimbulkan kemarahan tuannya.&lt;br /&gt;Hidup bukan untuk dunia tetapi hidup untuk Allah dan untuk mencari bekal kembali ke Akhirat. Untuk tujuan itulah kita dikaruniakan Allah pendengaran dan penglihatan. Gunakanlah keduanya sebaik mungkin sebagai alat untuk sampai kepada tujuan yang diredhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita obati hati kita dengan menjaga pandangan dan pendengaran hanya kepada yang dapat mengingatkan kita kepada Allah, merasa takut pada-Nya dan untuk berbakti pada-Nya.&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang sebaiknya diambil di antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Banyakkan membaca Al Quran dan terjemahannya, hadist dan kitab-kitab serta buku-buku agama termasuk majalah dan risalah yang berunsur dakwah. Dalam waktu yang sama, elakkan dari membaca buku-buku khayalan, majalah hiburan dan berita-berita yang jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;2. Selalu mengunjungi mesjid, tempat pengajian agama, majelis dakwah, tahlil dan zikrullah serta mengelak dari tempat-tempat maksiat, acara-acara yang liar (pergaulan bebas) dan keluar rumah tanpa tujuan, sebab di luar banyak pandangan dan pendengaran yang membawa kepada maksiat. Juga kita mengelak dari bergaul dengan kawan yang mengajak kita kepada maksiat.&lt;br /&gt;3. Mendatangi orang-orang soleh, sebab dengan melihat mereka, dapat memberi Kekuatan.&lt;br /&gt;4. Ingat mati, karena selalu mengingat mati akan melembutkan hati.&lt;br /&gt;5. Elakkan dari menonton program TV yang tidak berfaedah. Sekali kita biarkan mata dan telinga kita memandang dan mendengar perkara yang dibenci oleh Allah, maka selama itu kita biarkan nafsu menjadi raja di hati kita sehingga kita lalai dan tidak takut kepada penglihatan dan pengawasan Allah. Lebih baik kita tidur daripada menonton TV sampai larut malam. Hasilnya kita bisa bangun dengan segar untuk menyembah Allah dan mendekatkan hati pada-Nya. Kalau hati kita merasa sama saja antara melihat maksiat atau tidak, itu tandanya hati kita sudah rusak dan jauh dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah di antaranya langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjernihkan batin kita. Perlu diingat bahwa langkah-langkah itu mesti diperjuangkan sungguh-sungguh dan terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jangan cepat jemu atau mudah terpengaruh dengan bujukan nafsu liar kita. Dan janganlah kita mengharap untuk memperoleh hasilnya dalam jangka waktu yang singkat. Sebab menurut pengalaman orang-orang yang telah menempuh jalan itu, waktu paling singkat untuk memperoleh hati yang bersih (taraf kerohanian yang tinggi) melalui mujahadah melawan hawa nafsu (mujahadatunnafsi) adalah 20 sampai 30 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang akan kita tempuh, sesuai dengan waktu yang kita gunakan untuk maksiat. Sejak dalam perut ibu, kita sudah menerima makanan yang tidak jelas halalnya. Setelah lahir pun kita berada di tengah-tengah maksiat dan macam-macam kemungkaran. Hati kita sudah gelap pekat dengan karat-karat dosa yang kita lakukan secara sadar atau tidak. Jadi memang sudah selayaknya kalau kita korbankan 20-30 tahun umur kita yang akan datang untuk membersihkan hati nurani kita. Mudah-mudahan di akhir umur kita, dapat kita rasakan kebersihan hati dan keselamatan dari mazmumah. Mudah-mudahan kita dapat menghadap Allah membawa hati yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya : Di hari itu (hari kita meninggal dunia) tidak berguna lagi harta dan anak kecuali mereka yang menghadap Allah membawa hati yang selamat. (Asy Syuara’: 88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ruh kita sudah bersih dan sudah kembali pada fitrahnya semula (sewaktu di alam ruh), maka kita akan merasakan bermacam-macam pengalaman batin yang luar biasa. Tapi hal itu juga tergantung kepada taraf kebersihan ruh yang dapat kita capai. Ada dua peringkat ruh yang bersih yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruh yang terlalu bersih (orang yang Mukasyafah)&lt;br /&gt;Biasanya dicapai oleh muqarrobin. Ruh itu dapat menembus hijab antara alam dunia dan malakut dan dapat melihat segala rahasia-rahasia batin manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang biasanya oleh orang biasa dilihat di alam mimpi maka mereka dapat melihatnya di waktu sadar. Contohnya : kalau ada seseorang yang sifat batinnya seperti anjing maka orang itu akan terlihat oleh mereka seperti anjing. Kalau orang biasa mendapat ilmu dengan belajar maka mereka memperoleh ilmu melalui ilham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ruh yang bersih&lt;br /&gt;Tingkatan itu dapat dicapai oleh orang-orang soleh. Ruh mereka dapat mengesan rahasia-rahasia batin hanya melalui mimpi-mimpi yang benar dan rasa hati yang benar dan tepat dengan kehendak Allah. Mereka tidak dapat melihatnya secara nyata, sebab hijab pada diri mereka tidak terangkat semua. Allah menceritakan hal itu dalam hadist Qudsi, firman-Nya yang bermaksud : Barang siapa yang memusuhi wali-Ku (orang yang setia pada-Ku) maka Aku mengisytiharkan perang terhadapnya. Dan tiada amal seorang hamba-Ku yang bertakwa (yang beramal) pada-Ku yang lebih Kucintai daripada dia menunaikan semua yang Kufardhukan ke atasnya. Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepadaKu dengan nawafil (ibadah sukarela) sehingga Aku mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah sebagai pendengarannya yang ia mendengar dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya yang ia berjalan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan andaikata ia memohon pasti akan Kuberi padanya. Dan andaikata ia berlindung kepada-Ku pasti akan Kulindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : Terjemahannya : Takutilah olehmu firasat (pandangan tembus) orang-orang Mukmin karena ia memandang dengan cahaya Allah. (Riwayat At Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-5306973851110070439?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/5306973851110070439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=5306973851110070439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5306973851110070439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5306973851110070439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/sebab-sebab-hati-terhijab.html' title='Sebab-sebab Hati Terhijab'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-6067914847701869805</id><published>2008-04-27T20:07:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:29:27.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Hal Yang Membinasakan Meninggikan derajat dan Menghapuskan Dosa Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tiga Hal Yang Membinasakan, Meninggikan derajat, dan Menghapuskan Dosa Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Tiga hal yang membinasakan, meninggikan derajat, dan menghapuskan dosa manusia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah); ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia; ada tiga perkara yang dapat meninggikan derajat manusia; dan ada tiga perkara yang dapat menghapus dosa."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah) adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut kepada Allah Ta’ala, baik ketika berada di tempat sepi maupun ketika berada di tempat ramai;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpola hidup hemat dan sederhana, baik saat tidak punya maupun saat kecukupan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berlaku adil, baik saat senang maupun marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga hal yang dapat membinasakan manusia adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bakhil;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa memperturutkan hawa nafsunya; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membanggakan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria sangat bakhil/kikir ialah tidak mau menunaikan hak Allah atau hak orang lain. Dalam riwayat lain disebutkan: "Kikir yang ditaati." Meskipun pada wataknya manusia itu kikir, tetapi jika tidak ditaati tidak akan membinasakan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga hal yang dapat meninggikan derajat manusia ialah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membudayakan ucapan salam (di kalangan kaum muslim);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka memberi makan kepada tamu dan orang yang lapar; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tahajjud pada tengah malam saat orang-orang sedang tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dapun tiga hal yang dapat menghapuskan dosa adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyempurnakan wudhu’ meskipun cuaca sangat dingin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melangkahkan kaki untuk melakukan shalat berjama’ah; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu tibanya waktu shalat yang kedua usai mengerjakan shalat yang pertama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan adil, baik saat senang maupun saat marah, adalah orang yang yang bersangkutan tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan dan tidak mudah terpengaruh oleh emosinya, yang semuanya itu dilakukannya demi mengharap ridha Allah semata.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-style: italic;"&gt;umber : Terjemahan Kitab Nashailul Ibad – Menjadi Santun dan Bijak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-6067914847701869805?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/6067914847701869805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=6067914847701869805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6067914847701869805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6067914847701869805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/tiga-hal.html' title='Tiga Hal Yang Membinasakan, Meninggikan derajat, dan Menghapuskan Dosa Manusia'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2325963327671687054</id><published>2008-04-27T20:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T20:07:06.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Tasawuf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa arab: تصوف , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi [rujukan?]. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Etimologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sumber perihal etimologi dari kata "Sufi". Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (صوف), bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (صفا), yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain menyarankan bahwa etimologi dari Sufi berasal dari "Ashab al-Suffa" ("Sahabat Beranda") atau "Ahl al-Suffa" ("Orang orang beranda"), yang mana dalah sekelompok muslim pada waktu Nabi Muhammad yang menghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat pro dan kontra mengenai asal-usul ajaran tasawuf, apakah ia berasal dari luar atau dari dalam agama Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakam paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah[1]. Dan orang-orang Islam baru di daerah Irak dan Iran (sekitar abad 8 Masehi) yang sebelumnya merupakan orang-orang yang memeluk agama non Islam atau menganut paham-paham tertentu. Meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan. Hal ini didorong oleh kesungguhannya untuk mengamalkan ajarannya, yaitu dalam hidupannya sangat berendah-rendah diri dan berhina-hina diri terhadap Tuhan. Mereka selalu mengenakan pakaian yang pada waktu itu termasuk pakaian yang sangat sederhana, yaitu pakaian dari kulit domba yang masih berbulu, sampai akhirnya dikenal sebagai semacam tanda bagi penganut-penganut paham tersebut. Itulah sebabnya maka pahamnya kemudian disebut PAHAM SUFI, SUFISME atau PAHAM TASAWUF, dan orangnya disebut ORANG SUFI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal-usul ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad. Berasal dari kata "beranda" (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, seperti telah disebutkan di atas. Mereka dianggap sebagai penanam benih paham tasawuf yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad [2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi sufisme:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yaitu paham mistik dalam agama Islam sebagaimana Taoisme di Tiongkok dan ajaran Yoga di India (Mr. G.B.J Hiltermann &amp;amp; Prof.Dr.P.Van De Woestijne).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yaitu aliran kerohanian mistik (mystiek geestroming) dalam agama Islam (Dr. C.B. Van Haeringen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang mengatakan bahwa sufisme/tasawuf berasal dari dalam agama Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Asal-usul ajaran sufi didasari pada sunnah Nabi Muhammad. Keharusan untuk bersungguh-sungguh terhadap Allah merupakan aturan di antara para muslim awal, yang bagi mereka adalah sebuah keadaan yang tak bernama, kemudian menjadi disiplin tersendiri ketika mayoritas masyarakat mulai menyimpang dan berubah dari keadaan ini. (Nuh Ha Mim Keller, 1995) [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang penulis dari mazhab Maliki, Abd al-Wahhab al-Sha'rani mendefinisikan Sufisme sebagai berikut: "Jalan para sufi dibangun dari Qur'an dan Sunnah, dan didasarkan pada cara hidup berdasarkan moral para nabi dan yang tersucikan. Tidak bisa disalahkan, kecuali apabila melanggar pernyataan eksplisit dari Qur'an, sunnah, atau ijma." [11. Sha'rani, al-Tabaqat al-Kubra (Kairo, 1374), I, 4.] [4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari luar agama Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sufisme berasal dari bahasa Arab suf, yaitu pakaian yang terbuat dari wol pada kaum asketen (yaitu orang yang hidupnya menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan). Dunia Kristen, neo platonisme, pengaruh Persi dan India ikut menentukan paham tasawuf sebagai arah asketis-mistis dalam ajaran Islam (Mr. G.B.J Hiltermann &amp;amp; Prof.Dr.P.Van De Woestijne).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Sufisme)yaitu ajaran mistik (mystieke leer) yang dianut sekelompok kepercayaan di Timur terutama Persi dan India yang mengajarkan bahwa semua yang muncul di dunia ini sebagai sesuatu yang khayali (als idealish verschijnt), manusia sebagai pancaran (uitvloeisel) dari Tuhan selalu berusaha untuk kembali bersatu dengan DIA (J. Kramers Jz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Al Quran pada permulaan Islam diajarkan cukup menuntun kehidupan batin umat Muslimin yang saat itu terbatas jumlahnya. Lambat laun dengan bertambah luasnya daerah dan pemeluknya, Islam kemudian menampung perasaan-perasanaan dari luar, dari pemeluk-pemeluk yang sebelum masuk Islam sudah menganut agama-agama yang kuat ajaran kebatinannya dan telah mengikuti ajaran mistik, keyakinan mencari-cari hubungan perseorangan dengan ketuhanan dalam berbagai bentuk dan corak yang ditentukan agama masing-masing. Perasaan mistik yang ada pada kaum Muslim abad 2 Hijriyah (yang sebagian diantaranya sebelumnya menganut agama Non Islam, semisal orang India yang sebelumnya beragama Hindu, orang-orang Persi yang sebelumnya beragama Zoroaster atau orang Siria yang sebelumnya beragama Masehi) tidak ketahuan masuk dalam kehidupan kaum Muslim karena pada mereka masih terdapat kehidupan batin yang ingin mencari kedekatan diri pribadi dengan Tuhan. Keyakinan dan gerak-gerik (akibat paham mistik) ini makin hari makin luas mendapat sambutan dari kaum Muslim, meski mendapat tantangan dari ahli-ahli dan guru agamanya. Maka dengan jalan demikian berbagai aliran mistik ini yang pada permulaannya ada yang berasal dari aliran mistik Masehi, Platonisme, Persi dan India perlahan-lahan mempengaruhi aliran-aliran di daam Islam (Prof.Dr.H.Abubakar Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Paham tasawuf terbentuk dari dua unsur, yaitu (1) Perasaan kebatinan yang ada pada sementara orang Islam sejak awal perkembangan Agama Islam,(2) Adat atau kebiasaan orang Islam baru yang bersumber dari agama-agama non-Islam dan berbagai paham mistik. Oleh karenanya paham tasawuf itu bukan ajaran Islam walaupun tidak sedikit mengandung unsur-unsur Ajaran Islam, dengan kata lain dalam Agama Islam tidak ada paham Tasawuf walaupun tidak sedikit jumah orang Islam yang menganutnya (MH. Amien Jaiz, 1980)[5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tasawuf dan sufi berasal dari kota Bashrah di negeri Irak. Dan karena suka mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf), maka mereka disebut dengan "Sufi". Soal hakikat Tasawuf, ia itu bukanlah ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan bukan pula ilmu warisan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu. Menurut Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata: “Tatkala kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam , dan juga dalam sejarah para shahabatnya yang mulia, serta makhluk-makhluk pilihan Allah Ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma Hindu, ibadah Yahudi dan zuhud Buddha" - At Tashawwuf Al Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28.(Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc) [6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut contoh paham Sufi atau paham tasauf :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Kesatuan Wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham ini berisi keyakinan bahwa manusia dapat bersatu dengan tuhan. Penganut paham kesatuan wujud ini mengambil dalil Al Quran yang dianggap mendukung penyatuan antara ruh manusia dengan Ruh Allah dalam penciptaan manusia pertama, Nabi Adam AS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (As Shaad; 72)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ruh manusia dan Ruh Allah dapat dikatakan bersatu dalam sholat karena sholat adalah me-mi'rajkan ruh manusia kepada Ruh Allah Azza wa Jalla . Atas dasar pengaruh 'penyatuan' inilah maka kezuhudan dalam sufi dianggap bukan sebagai kewajiban tetapi lebih kepada tuntutan bathin karena hanya dengan meninggalkan/ tidak mementingkan dunia lah kecintaan kepada Allah semakin meningkat yang akan bepengaruh kepada 'penyatuan' yang lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham ini dikalangan penganut paham kebatinan juga dikenal sebagai paham manunggaling kawula lan gusti yang berarti bersatunya antara hamba dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Syariat dalam Empat Tingkatan Spiritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tingkatan kedalaman beragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari'at dalam perspektif faham tasawuf ada yang menggambarkannya dalam bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islam, syariat, tariqah atau tarekat, hakikat. Tingkatan keempat, ma'rifat, yang 'tak terlihat', sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari kempat tingkatan spiritual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tingkatan menjadi fondasi bagi tingkatan selanjutnya, maka mustahil mencapai tingkatan berikutnya dengan meninggalkan tingkatan sebelumnya. Sebagai contoh, jika seseorang telah mulai masuk ke tingkatan (kedalaman beragama) tarekat, hal ini tidak berarti bahwa ia bisa meninggalkan syari'at. Yang mulai memahami hakikat, maka ia tetap melaksanakan hukum-hukum maupun ketentuan syariat dan tarekat. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme telah menyumbang cukup banyak puisi dalam Bahasa Arab, Bahasa Turki, Bahasa Farsi, Bahasa Kurdi, Bahasa Urdu, Bahasa Punjab, Bahasa Sindhi, yang paling dikenal mencakup karya dari Jalal al-Din Muhammad Rumi, Abdul Qader Bedil, Bulleh Shah, Amir Khusro, Shah Abdul Latif Bhittai, Sachal Sarmast, Sultan Bahu, tradisi-tradisi dan tarian persembahan seperti Sama dan musik seperti Qawalli. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2325963327671687054?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2325963327671687054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2325963327671687054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2325963327671687054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2325963327671687054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/tasawuf_27.html' title='Tasawuf'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-6572622034590162403</id><published>2008-04-27T19:55:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:30:24.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruh dan Jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ruh dan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menjadikan Adam (manusia) sesuai dengan citra-Nya. Setelah jasad Adam dijadikan dari alam jisim, kemudian Allah meniupkan ruh-Nya ke dalam jasad Adam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan kepadanya ruh-Ku (QS. 15: 29)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi jasad manusia, menurut para sufi, hanyalah alat, perkakas atau kendaraan bagi rohani dalam melakukan aktivitasnya. Manusia pada hakekatnya bukanlah jasad lahir yang diciptakan&lt;br /&gt;dari unsur-unsur materi, akan tetapi rohani yang berada dalam dirinya yang selalu mempergunakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pembahasan tentang jasad tidak banyak dilakukan para sufi dibandingkan pembahasan mereka tentang ruh (al-ruh), jiwa (al-nafs), akal (al-'aql) dan hati nurani atau jantung (al-qalb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUH DAN JIWA (AL-RUH DAN AL-NAFS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ulama yang menyamakan pengertian antara ruh dan jasad. Ruh berasal dari alam arwah dan memerintah dan menggunakan jasad sebagai alatnya. Sedangkan jasad berasal dari alam ciptaan, yang dijadikan dari unsur materi. Tetapi para ahli sufi membedakan ruh dan jiwa. Ruh berasal dari tabiat Ilahi dan cenderung kembali ke asal semula. Ia selalu dinisbahkan kepada Allah dan tetap berada dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ruh bersifat kerohanian dan selalu suci, maka setelah ditiup Allah dan berada dalam jasad, ia tetap suci. Ruh di dalam diri manusia berfungsi sebagai sumber moral yang baik&lt;br /&gt;dan mulia. Jika ruh merupakan sumber akhlak yang mulia dan terpuji, maka lain halaya dengan jiwa. Jiwa adalah sumber akhlak tercela, al-Farabi, Ibn Sina dan al-Ghazali membagi&lt;br /&gt;jiwa pada: jiwa nabati (tumbuh-tumbuhan), jiwa hewani (binatang) dan jiwa insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa nabati adalah kesempurnaan awal bagi benda alami yang organis dari segi makan, tumbuh dan melahirkan. Adapun jiwa hewani, disamping memiliki daya makan untuk tumbuh dan melahirkan, juga memiliki daya untuk mengetahui hal-hal yang kecil dan daya merasa, sedangkan jiwa insani mempunyai kelebihan dari segi daya berfikir (al-nafs-al-nathiqah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya jiwa yang berfikir (al-nafs-al-nathiqah atau al-nafs-al-insaniyah). Inilah, menurut para filsuf dan sufi, yang merupakan hakekat atau pribadi manusia. Sehingga dengan hakekat, ia dapat mengetahui hal-hal yang umum dan yang khusus, Dzatnya dan Penciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada diri manusia tidak hanya memiliki jiwa insani (berpikir), tetapi juga jiwa nabati dan hewani, maka jiwa (nafs) manusia mejadi pusat tempat tertumpuknya sifat-sifat yang tercela pada manusia. Itulah sebabnya jiwa manusia mempunyai sifat yang beraneka sesuai dengan keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila jiwa menyerah dan patuh pada kemauan syahwat dan memperturutkan ajakan syaithan, yang memang pada jiwa itu sendiri ada sifat kebinatangan, maka ia disebut jiwa yang&lt;br /&gt;menyuruh berbuat jahat. Firman Allah, "Sesungguhnya jiwa yang demikian itu selalu menyuruh berbuat jahat." (QS. 12: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila jiwa selalu dapat menentang dan melawan sifat-sifat tercela, maka ia disebut jiwa pencela, sebab ia selalu mencela manusia yang melakukan keburukan dan yang teledor dan lalai berbakti kepada Allah. Hal ini ditegaskan oleh-Nya, "Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang selalu mencela." (QS. 75:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apabila jiwa dapat terhindar dari semua sifat-sifat yang tercela, maka ia berubah jadi jiwa yang tenang (al-nafs al-muthmainnah). Dalam hal ini Allah menegaskan, "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas lagi diridhoi, dan masuklah kepada hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Surga-Ku." (QS. 89:27-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jiwa mempunyai tiga buah sifat, yaitu jiwa yang telah menjadi tumpukan sifat-sifat yang tercela, jiwa yang telah melakukan perlawanan pada sifat-sifat tercela, dan jiwa yang telah mencapai tingkat kesucian, ketenangan dan ketentraman, yaitu jiwa muthmainnah. Dan jiwa muthmainnah inilah yang telah dijamin Allah langsung masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa muthmainnah adalah jiwa yang selalu berhubungan dengan ruh. Ruh bersifat Ketuhanan sebagai sumber moral mulia dan terpuji, dan ia hanya mempunyai satu sifat, yaitu suci. Sedangkan jiwa mempunyai beberapa sifat yang ambivalen. Allah sampaikan, "Demi jiwa serta kesempurnaannya, Allah mengilhamkan jiwa pada keburukan dan ketaqwaan." (QS.91:7-8). Artinya, dalam jiwa terdapat potensi buruk dan baik, karena itu jiwa terletak pada perjuangan baik dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI SUKMA (QALB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati atau sukma terjemahan dari kata bahasa Arab qalb. Sebenarnya terjemahan yang tepat dari qalb adalah jantung, bukan hati atau sukma. Tetapi, dalam pembahasan ini kita memakai kata hati sebagaimana yang sudah biasa. Hati adalah segumpal daging yang berbentuk bulat panjang dan terletak di dada sebelah kiri. Hati dalam pengertian ini bukanlah objek kajian kita di sini, karena hal itu termasuk bidang kedokteran yang cakupannya bisa lebih luas, misalnya hati binatang, bahkan bangkainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud hati di sini adalah hati dalam arti yang halus, hati-nurani --daya pikir jiwa (daya nafs nathiqah) yang ada pada hati, di rongga dada. Dan daya berfikir itulah yang disebut dengan rasa (dzauq), yang memperoleh sumber pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Dalam kaitan ini Allah berfirman, "Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan memahaminya." (QS. 7:1-79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan sementara, bahwa menurut para filsuf dan sufi Islam, hakekat manusia itu jiwa yang berfikir (nafs insaniyah), tetapi mereka berbeda pendapat pada cara mencapai kesempurnaan manusia. Bagi para filsuf, kesempurnaan manusia diperoleh melalui pengetahuan akal (ma'rifat aqliyah), sedangkan para sufi melalui pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Akal dan hati sama-sama merupakan daya berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sufi, hati yang bersifat nurani itulah sebagai wadah&lt;br /&gt;atau sumber ma'rifat --suatu alat untuk mengetahui hal-hal&lt;br /&gt;yang Ilahi. Hal ini hanya dimungkinkan jika hati telah bersih dari pencemaran hawa nafsu dengan menempuh fase-fase moral dengan latihan jiwa, serta menggantikan moral yang tercela dengan moral yang terpuji, lewat hidup zuhud yang penuh taqwa, wara' serta dzikir yang kontinyu, ilmu ladunni (ilmu Allah) yang memancarkan sinarnya dalam hati, sehingga ia dapat menjadi Sumber atau wadah ma'rifat, dan akan mencapai pengenalan Allah Dengan demikian, poros jalan sufi ialah moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan-latihan ruhaniah yang sesuai dengan tabiat terpuji adalah sebagai kesehatan hati dan hal ini yang lebih berarti ketimbang kesehatan jasmani sebab penyakit anggota tubuh luar hanya akan membuat hilangnya kehidupan di dunia ini saja, sementara penyakit hati nurani akan membuat hilangnya kehidupan yang abadi. Hati nurani ini tidak terlepas dari penyakit, yang kalau dibiarkan justru akan membuatnya berkembang banyak dan akan berubah menjadi hati dhulmani--hati yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan hakikat manusia (nafs insaniyah) ditentukan oleh hasil perjuangan antara hati nurani dan hati dhulmani. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah yang artinya, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya, dan rugilah orang yang mengotorinya." (QS. 91:8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati nurani bagaikan cermin, sementara pengetahuan adalah pantulan gambar realitas yang terdapat di dalamnya. Jika cermin hati nurani tidak bening, hawa nafsunya yang tumbuh. Sementara ketaatan kepada Allah serta keterpalingan dari tuntutan hawa nafsu itulah yang justru membuat hati-nurani bersih dan cemerlang serta mendapatkan limpahan cahaya dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para sufi, kata al-Ghazali, Allah melimpahkan cahaya pada dada seseorang, tidaklah karena mempelajarinya, mengkajinya, ataupun menulis buku, tetapi dengan bersikap asketis terhadap dunia, menghindarkan diri dari hal-hal yang berkaitan dengannya, membebaskan hati nurani dari berbagai pesonanya, dan menerima Allah segenap hati. Dan barangsiapa memiliki Allah niscaya Allah adalah miliknya. Setiap hikmah muncul dari hati nurani, dengan keteguhan beribadat, tanpa belajar, tetapi lewat pancaran cahaya dari ilham Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati atau sukma dhulmani selalu mempunyai keterkaitan dengan nafs atau jiwa nabati dan hewani. Itulah sebabnya ia selalu menggoda manusia untuk mengikuti hawa nafsunya. Kesempurnaan manusia (nafs nathiqah), tergantung pada kemampuan hati-nurani dalam pengendalian dan pengontrolan hati dhulmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lamu bish-Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-6572622034590162403?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/6572622034590162403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=6572622034590162403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6572622034590162403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/6572622034590162403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/ruh-dan-jiwa.html' title='Ruh dan Jiwa'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-4437751408761421568</id><published>2008-04-27T19:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T19:55:50.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mistikus'/><title type='text'>Mistisisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut asal katanya, kata mistik berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinnig), tersembunyi (verborgen), gelap (donker) atau terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku De Kleine W.P. Encylopaedie (1950, Mr. G.B.J. Hiltermann dan Prof.Dr.P. Van De Woestijne halaman 971 dibawah kata mystiek) kata mistik berasal dari bahasa Yunani myein yang artinya menutup mata (de ogen sluiten) dan musterion yang artinya suatu rahasia (geheimnis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Pendapat tentang paham misitk atau mistisisme :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepercayaan tentang adanya kontak antara manusia bumi (aardse mens) dan tuhan (Dr. C.B. Van Haeringen, Nederlands Woordenboek, 1948).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepercayaan tentang persatuan mesra (innige vereneging) ruh manusia (ziel) dengan Tuhan (Dr. C.B. Van Haeringen, Nederlands Woordenboek, 1948).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepercayaan kepada suatu kemungkinan terjadinya persatuan langsung (onmiddelijke vereneging) manusia dengan Dzat Ketuhanan (goddelijke wezen) dan perjuanagn bergairah kepada persatuan itu (Algemeene Kunstwoordentolk, J. Kramers. Jz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepercayaan kepada hal-hal yang rahasia (geheimnissen) dan hal-hal yang tersembunyi (verborgenheden). (J. Kramers. Jz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kecenderungan hati (neiging) kepada kepercayaan yang menakjubkan (wondergeloof) atau kepada ilmu yang rahasia (geheime wetenschap). (Algemeene Kunstwoordentolk, J. Kramers. Jz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama sekali penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain diperolehnya definisi, pendapat-pendapat tentang paham mistik diatas berdasarkan materi ajarannya juga memberikan adanya pemilahan antara paham mistik keagamaan (terkait dengan tuhan dan ketuhanan) dan paham mistik non-keagamaan (tidak terkait dengan tuhan ataupun ketuhaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran dan Sumbernya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain serba mistis, ajarannya juga serba subyektif tidak obeyktif. Tidak ada pedoman dasar yang universal dan yang otentik. Bersumber dari pribadi tokoh utamanya sehigga paham mistik itu tidak sama satu sama lain meski tentang hal yang sama. Sehingga pembahasan dan pengalaman ajarannya tidak mungkin dikendalikan atau dikontrol dalam arti yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya tokohnya sangat dimuliakan, diagungkan bahkan diberhalakan (dimitoskan, dikultuskan) oleh penganutnya karena dianggap memiliki keistimewaan pribadi yang disebut kharisma. Anggapan adanya keistimewaan ini dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pernah melakukan kegitan yang istimewa.&lt;br /&gt;2. Pernah mengatasi kesulitan, penderitaan, bencana atau bahaya yang mengancam dirinya apalagi masyarakat umum.&lt;br /&gt;3. Masih keturunan atau ada hubungan darah, bekas murid atau kawan dengan atau dari orang yang memiliki kharisma.&lt;br /&gt;4. Pernah meramalkan dengan tepat suatu kejadian besar/penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagaimana sang tokoh itu menerima ajaran atau pengertian tentang paham yang diajarkannya itu biasanya melalui petualangan batin, pengasingan diri, bertapa, bersemedi, bermeditasi, mengheningkan cipta dll dalam bentuk ekstase, vision, inspirasi dll. Jadi ajarannya diperoleh melalui pengalaman pribadi tokoh itu sendiri dan penerimaannya itu tidak mungkin dibuktikannya sendiri kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian peneriamaan ajarannya hampir-hampir hanya berdasarkan kepercayaan belaka, bukan pemikiran. Maka dari itulah diantara kita ada yang menyebutnya paham, ajaran kepercayaan atau aliran kepercayaan (geloofsleer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pengajarannya tidak mungkin dikendalikan dalam arti semestinya, maka paham mistik mudah memunculkan cabang baru menjadi aliran-aliran baru sesuai penafsiran masing-masing tokohnya. Atau juga sebaliknya mudah timbul penggabungan atau percampuran ajaran paham-paham yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena serba mistik maka paham mistik atau kelompok penganut paham mistik tidak terlalu sulit digunakan oleh orang-orang yang ada tujuan tertentu dan yang perlu dirahasiakan karena menyalahi atau bertentangan dengan opini umum atau hukum yang berlaku sebagai tempat sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak dan Spekulatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materinya serba abstrak artinya tidak konkrit, misal tentang tuhan (paham mistik ketuhanan), tentang keruhanian atau kejiwaan, alam di balik alam dunia dll (paham mistik non-keagamaan). Dengan demikian pembicaraannya serba spekulatif, yaitu serba menduga-duga, mencari-cari, memungkin-mungkinkan dll (tidak komputatif). Pebicaraannya serba berpanjang-panjang, serba berlebih-lebihan dalam arti melebihi kewajaran atau melebihi pengetahuan dan pengertiannya sendiri (meski sudah mengakui tidak tahu, masih mencoba memungkin-mungkinkan). Oleh karena itu di kalangan penganut paham mistik tidak dikenal pembahasan disiplin mengenai ajarannya sebagaimana yang berlaku dalam diskusi atau munaqasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab orang menganut paham mistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurang puas yang berlebihan, bagi orang-orang yang hidup beragama secara bersungguh-sungguh merasa kurang puas dengan hidup menghamba kepada tuhan menurut ajaran agamanya yang ada saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasa kecewa yang berlebihan, Orang yang hidupnya kurang bersungguh-sungguh dalam beragama atau orang yang tidak beragama merasa kecewa sekali melihat hasil usaha umat manusia di bidang science dan teknologi yang semula diandalkan dan diagungkan ternyata tidak dapat mendatangkan ketertiban, ketentraman dan kebahagiaan hidup. Malah mendatangkan hal-hal yang sebaliknya. Mereka 'lari' dari kehidupan moderen menuju ke kehidupan yang serba subyektif, abstrak dan spekulatif sesuai dengan kedudukan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara mereka masih ada yang berusaha merasionalkan ajaran paham mistik yang dianutnya, dan ada pula yang tegas-tegas lepas sama sekali dari tuntutan kemajuan zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : MH Amien Jaiz, Masalah Mistik Tasawuf &amp;amp; Kebatinan (PT Alma'arif, Bandung, Cetakan 1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-4437751408761421568?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/4437751408761421568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=4437751408761421568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/4437751408761421568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/4437751408761421568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/mistisisme.html' title='Mistisisme'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2905195275827570441</id><published>2008-04-27T19:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:34:43.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Martabat 7'/><title type='text'>Martabat 7 di dalam  Mencari Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah ajaran martabat tujuh, tidak pernah dikenal pada masa Rasulullah, beliau tidak mengajarkan secara khusus. Ajaran martabat tujuh didalam tasawuf merupakan perkembangan dari ilmu tauhid yang diajarkan oleh Rasulullah. Kedudukan ilmu ini sama halnya dengan mempelajari ilmu fiqh, ushul fiqh, filsafat, ilmu dirayah hadist, riwayah hadist, ilmu Alqur'an dan ilmu tafsir (ilmu-ilmu ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah secara khusus), akan tetapi ilmu-ilmu ini merupakan pembahasan yang mengacu kepada dasar yang telah&lt;br /&gt;diajarkan oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan ilmu-ilmu itu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Rasulullah, yang merupakan qauli (ucapan), fi'li (perbuatan) dan taqriri (ketetapan), ditulis oleh para periwayat hadist secara sederhana, sehingga tidak semua orang mampu mengerti kedalamannya.&lt;br /&gt;Dengan bahasa yang digunakan oleh Rasulullah banyak diantara sahabat yang bukan orang asli Arab setempat tidak mengerti maksudnya. Hal ini disebabkan gaya bahasa yang disampaikan terlalu tinggi balaghahnya (biasanya sering menggunakan bahasa perumpamaan), yang terasa sulit bagi kita untuk mengerti, akan tetapi pada saat itu para sahabat bisa langsung bertanya kepada Rasulullah apabila ada kalimat yang tidak bisa difahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kadang juga muncul karena ada kata yang bersifat musytarak (satu kata banyak arti ), sehingga sulit bagi generasi setelahnya untuk menentukan makna yang sebenarnya seperti kata lamastum (Qs: An Nisa':43) yang memiliki dua arti yaitu menyentuh dan bersetubuh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di bidang Hadist, ..banyak para periwayat tidak menggunakan bahasa yang redaksinya berasal dari Rasulullah. Setelah mereka melihat perilaku Rasulullah, lalu mereka menulis redaksi hadist tersebut dengan bahasanya sendiri, sedangkan kita tahu bahwa setiap periwayat tidak semuanya berasal dari orang-orang Arab setempat, akan tetapi ada yang berasal dari Yaman, Madinah, Persia dan kaum Baduy yang berasal dari pegunungan, yang kesemuanya itu memiliki dialek yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu wajarlah hikmah itu muncul dengan adanya ilmu-ilmu seperti ilmu balaghah, ilmu Bayan, ilmu ushul Fiqh, ilmu Dirayah, Riwayah, mustalahul hadist, ilmu tauhid dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita boleh menerima apa yang datang dari gagasan ulama masyhur, selama tidak bertentangan dengan Alqur'an dan Al hadist. Salah satunya tentang ajaran Martabat Tujuh. Tetapi apabila kita tidak setuju dengan pendapat ulama tersebut, sebaiknya kita menjadikan ilmu tersebut sebagai wacana keilmuan Islam yang berkembang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran martabat tujuh di susun oleh Muhammad Ibn Fadhilah dalam kitabnya Al Tuhfah al Mursalah ila Ruhin-Nabi. Dalam kitab ini diterangkan bahwa Dzat Tuhan merupakan Wujud Mutlak, tidak dapat dipersepsikan oleh akal, perasaan, khayal dan indera.. Dzatullah sebagai aspek bathin segala yang maujud (ada), karena Tuhan meliputi segala sesuatu (Lihat surat Fushilat :54) dan untuk bisa memahami wujud Tuhan yang sebenarnya secara transenden harus setelah bertajalli sebanyak tujuh martabat yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Martabat Ahadiyat, yaitu martabat la Ta'yun dan ithlaq. Ialah tahap yang belum mengenal individuasi, inilah martabat yang tersembunyi (kosong), karena belum ada ide-ide, namanya Dzat Mutlak. Hakikat ketuhanan.tak seorangpun dapat meraih-Nya, bahkan nabi-nabi dan wali-walipun tidak. Para malaikat yang berdiri dekat Allah tidak dapat meraih hakikat Yang Maha Luhur, tak seorangpun mengetahui atau merasakan hakikat-Nya. Sifat-sifat dan nama-nama belum ada, sebuah manifestasi yang jelaspun belum ada. Hanya Dialah yang ada dan nama-Nya ialah " wujud makal" Dzat Yang langgeng, hakikat segala hakikat. AdaNya ialah kesepian atau kekosongan ( kosong tapi ADA). Siapakah gerangan yang tahu akan hal keadaan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara semua martabat, tak ada satupun yang melebihi martabat ini yang bernama ahadiyah. Semua martabat lainnya berada dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Martabat kedua bernama Martabat ta'yun awal ( awal kenyataan).&lt;br /&gt;Pada tahap wahdah ini mulailah individuasi. Inilah kenyataan Muhammad yang tersembunyi di dalam rahasia Tuhan, didalam cara-cara berada dzatNya. Semua kenyataan belum terpisah antara yang satu dengan yang lainnya, karena masih terikat satu sama lain dalam cara-cara berada itu. Antara ide yang satu belum ada perbedaan dengan ide yang lain, karena masih tersembunyi di dalam wahdat. Mereka masih terkumpul di dalam (kenyataan) Muhammad yang merupakan awal pemancaran cara-cara berada hakikat sejati. Yang dinamakan wahdah ialah hakikat Muhammad, semua hakikat masih berkumpul dalam martabat wahdah dan belum terpisah-pisah. Martabat wahdah ini dapat di ibaratkan dengan sebutir biji; batang, cabang-cabang dan daun-daunnya masih tersembunyi di dalam biji itu dan belum terpisah-pisah. Batang, cabang-cabang dan daun-daun melambangkan engkau, aku, mereka, sedangkan bijinya tunggal (wahdat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada perumpamaan lain, yaitu tinta dalam wadahnya. Semua huruf terkumpul di dalam tinta, huruf yang satu belum dibedakan dari huruf lain. demikian juga dalam wahdah semua huruf, tuhan dan kita, sebelum terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tinta inilah segala sesuatu itu terjadi, gambar rumah, gambar gunung, gambar manusia , batu, angin dan bentuk-bentuk lainnya. Dan Tinta itu bukanlah yang menulis, akan tetapi Dialah Yang menggerakkan, Yang hidup, Kuasa, Yang Gagah, dengan demikian muncullah sifat-sifat "siapa" yang menggoreskan tinta itu. Bisa ditarik kesimpulan bahwa sifat bukan hakikat ketuhanan akan tetapi sifat adalah yang bersandar kepada Dzat Tuhan. Sesuatu yang bersandar&lt;br /&gt;kepada Dzat bukanlah Tuhan, kedudukannya sama halnya dengan tanaman, pohonan, gunung, surga dan neraka, karena semua muncul karena adanya Dzat yang Hidup, dzat-lah Yang menggerakkan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui Martabat ini disebut wahdat dan hakikat kemuhammadan atau Nur Muhammad artinya cahaya yang penuh pujian Tuhan. Inilah permulaan segala sesuatu, sehingga Allah bisa disifati karena Ia Yang Menciptakan (Al Khaliq), Yang Memelihara (Al hafidz), Yang Perkasa (Al Jabbar), Yang Maha Kuat (Al qawwiyu), Yang Hidup (Al Hayyu) dst, sedangkan sifat itu sendiri bergantung kepada sang Dzat (tidak berdiri sendiri ), oleh karena itu Islam melarang berhenti kepada sifat. Karena sifat itu bukan Dzat itu sendiri. dan untuk mengetahui Dzatullah harus meninggalkan sifat-Nya (mengembalikan kepada martabat pertama, yaitu keadaaan hakikat Tuhan yang belum ada apa-apa ) karena sifat merupakan sesuatu yang bergantung (membutuhkan sandaran) Dan sifat Allah itu masih bisa dirasakan oleh makhluk-Nya seperti Ar&lt;br /&gt;Rahman (Pengasih) Ar Rahiem (Penyayang), Al Qawiyyu ( Kuat) sedangkan sifat itu muncul karena persepsi sang hamba (inna dzanni 'abdi, Aku tergantung persepsi hamba-hamba-KU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini digambarkan oleh kaum Hindu sebagai Trimurti (tiga sifat Tuhan yang tidak terpisahkan), yaitu sifat Tuhan Hyang Widi Wasa, dimana ketiga sifat itu tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya yaitu Dewa Brahma (Pencipta/ Al Khaliq), Wisnu ( Pemelihara/ Al Hafidz), Siwa ( Perusak atau pelebur/ Al Jabbar). Kaum Hindu menyadari bahwa Tuhan yang sebenarnya tidak bisa digambarkan dengan pikiran, tidak bisa diserupakan dengan yang lainnya, Aku berada dimana-mana diseluruh alam semesta dalam bentuk-Ku yang tidak terwujud (tidak bisa dibayangkan). Semua makhluk hidup berada didalam diri-Ku(liputan-Ku) tetapi Aku tidak berada di dalam mereka (Bhagavat Gita Sloka 9.0 ) dan tidak boleh menyembah sifatnya seperti tercantum dalam kitab Bhagavat Gita sloka 9.25 : Yanti deva-vranta devan pitrn yanti pitr-vantrah, bhutani yanti bhutejya, yanti mad-yajino 'pimam artinya : orang yang menyembah dewa-dewa akan dilahirkan diatara para dewa , orang yang menyembah leluhur akan pergi ke leluhur, orang yang menyembah hantu dan roh halus akan dilahirkan ditengah-tengah makhluk-makhluk seperti itu. Dan orang yang menyembah-KU akan hidup bersama-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jelas ajaran hindu melarang menyembah dewa-dewa atau sifat-sifat seperti Brahmana, wisnu dan siwa, akan tetapi mereka membatasi diri terhadap sifat-sifatnya saja, mereka menyadari manusia tidak akan pernah sampai kepada Dzat Mutlak tersebut kecuali para Guru Suci, kaum Brahmana yang memiliki kasta lebih tinggi dari pada kaum Sudra dan Vaisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Islam menyempurnakannya dengan langsung kepada Dzatullah, tidak berhenti kepada sifat-Nya ,yaitu dengan menafikan (mengabaikan) segala sesuatu kecuali Allah. Laa ilaaha illallah. atau laa syai'un illallah ( tiada sesuatu kecuali Allah) juga terdapat dalam Surat Thaha:14 innanii Ana Allah, laa ilaaha illa ANA, fa'budnii,&lt;br /&gt;sesungguhnya AKU ini Allah, tidak ada Tuhan selain AKU maka sembahlah AKU dan dirikanlah Shalat untuk Menyembah AKU !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dengan tegas bahwa Allah mengarahkan kita untuk menyembah DZAT-NYA bukan Nama-Nya bukan Sifat-Nya. Itulah bedanya kaum Hindu dengan Islam. Islam tidak mengenal perantara, seperti tercantum dalam Surat Al; An'am 79 : Sesungguhnya aku hadapkan diriku kepada wajah Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (aku tidak melalui perantara siapapun). Ditegaskan dalam Baghavat Gita sloka 2.61 : orang-orang yang mengekang dan mengendalikan indriya-indriya sepenuhnya dan memusatkan kesadarannya sepenuhnya Kepada-KU, dikenal sebagai orang yang mempunyai kesadaran yang mantap !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Martabat ta'yun kedua, atau wahidiyat. Yaitu kesatuan yang mengandung kejamakan, tiap-tiap bagian telah jelas batas-batasnya.&lt;br /&gt;Sebagai hakikat manusia. Ibarat ilmu Tuhan terhadap segala sesuatu secara terperinci, sebagian terpisah dengan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga martabat tersebut bersifat bathin dan ilahi, terjadi semenjak dari qadim. Urutan kejadian dari ketiganya bersifat akal, bukan perbedaan jaman. Dari ketiga martabat bathin muncullah tiga martabat lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Martabat alam arwah. Merupakan aspek lahir yang masih dalam bentuk mujarrad dan murni.&lt;br /&gt;3.. Martabat alam mitsal, ibarat sesuatu yang telah tersusun dari bagian-bagian, tetapi masih bersifat halus, tidak dapat dipisah-pisahkan.&lt;br /&gt;4.. Martabat alam ajsam (tubuh) Yakni ibarat sesuatu dalam keadaan tersusun secara marteriil telah menerima pemisahan dan dapat dibagi-bagi. Yaitu telah terukur tebal tipisnya.&lt;br /&gt;5.. Martabat Insan, mencakup segala martabat diatasnya, sehingga dalam manusia terkumpul tiga martabat yang sifat bathin dan tiga martabat lahir.&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan ajaran martabat tujuh, pada dasarnya adalah mengungkapkan secara berurutan asal muasal kejadian manusia maupun alam semesta. Didalam pengurutannya Syekh Muhammad Ibnu Fadhilah menempatkan Dzat sebagai hakikat dari segala sesuatu. Karena itu Dzat disebut sebagai la ta'yun tidak bisa dikenal hakikatnya. Keadaan-Nya tidak kenal penyebutan karena segala persepsi tidak bisa menggambarkan keadaan-Nya. Keadaan yang masih belum ada apa-apa, masih awang uwung (ithlaq ), yang wilayah ini digambarkan oleh Al Qur'an sebagai orang yang pingsan ( suatu keadaan yang di alami oleh Nabi Musa As, lihat QS: 7:143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah objek yang kita tuju, bukan kepada sifat dan Nur-Nya. Kepada Dzat itulah kita kembali innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun, kita memuja, bersujud, kita bergantung !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran ketuhanan ini jarang sekali dipahami masyarakat kita dengan baik, karena sudah dihambat oleh para pengajar (ustadz), bahwa kita tidak boleh langsung kepada Tuhan. Karena Tuhan itu suci, maka harus melalui perantaranya, atau kita hanya sampai kepada cahaya-Nya.&lt;br /&gt;Pendapat ini sering bercampur dengan ajaran hindu yang memang mengajarkan hal serupa yaitu harus melalui birokrasi ketuhanan (wasilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, apabila manusia dapat mengembangkan kehidupan rohaninya, sehingga dapat memperhatikan ke tujuh martabat tersebut, maka dia akan menjadi manusia sempurna (insan kamil). Sedangkan insan kamil yang paling tinggi dan yang paling sempurna adalah Nabi&lt;br /&gt;Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pandangan yang terdapat pada rumusan martabat tujuh tersebut, adalah paham pantheisme-monoisme. Menurut Muhammad Ibn Fadhilah, bahwa segala yang ada ini dari segi hakikat adalah Tuhan, sedangkan dari segi yang kelihatan secara lahir bukan Tuhan. Sebagai tamsil misalnya uap, air, es, salju dan buih, dari segi hakikat adalah air. Akan tetapi dari wujud lahir bukan air .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sedikit memahami ajaran ini, saya akan mengajak anda keluar ruangan dan memperhatikan sebuah pohon kacang hijau yang baru tumbuh (kecambah), atau pohon apa saja yang anda lihat di depan rumah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perhatikan dengan seksama !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari sebuah biji yang kecil lalu tumbuh bergerak menjadi batang yang tinggi, menjadi pucuk daun, menjadi ranting, menjadi akar, lalu mati ...biji-biji yang lainnya akan berlaku sama seperti itu.., kemudian anda perhatikan Bumi bergerak , bulan bergerak, atom-atom bergerak pada aturan yang harmoni... kemudian anda pandangi seluruh alam semesta, pandangnlah dengan hening .lihatlah alam itu .semuanya bergerak serentak dengan rencana yang baik dan sempurna, ia tidak berdaya mengikuti kemauan yang tidak bisa dibendung dari dalam ..mereka pasrah terhadap gerak yang Yang menggerakkan, mereka tidak bisa menolaknya ..ada sebuah gerak yang meliputi seluruh alam yang tidak kelihatan, yang tidak bisa dijangkau oleh mata dan perasaan. Akan tetapi gerak itu tampak sekali dengan jelas sehingga bumi itu bergerak, matahari bergerak, tumbuhan bergerak, jantung kita bergerak, atom-atom bergerak. SEMUA MENGIKUTI GERAK HAKIKI, bukan kehendak kita . lihatlah sekali lagi dengan seksama, anda akan melihat Yang Menggerakkan, Yang Hidup, Yang Nyata ( Dhohir), Yang Tersembunyi ( Bathin), dan Dialah Yang tidak bisa dijangkau oleh kata-kata dan sifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersujudlah kepada yang Tampak itu, bukan kepada alam semesta yang fana, yang bergantung kepada Sang Hidup, anda akan melihat semua alam bersujud dengan caranya masing-masing kemudian semuanya bertasbih dengan bahasanya yang khusus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lihatlah yang menggerakkan jantung anda, jangan lihat jantungnya. tetapi yang menggerakkan itu, yang amat dekat itu, yang hidup itu, yang kuasa itu, yang lebih dekat dari jantung anda sendiri !! maha suci Engkau..maha suci Engkau. maha Suci Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(di sarankan apabila anda belum memahami hal ini, jangan diteruskan. saya tidak berani mengupas lebih dalam mengenai hakikat takut salah persepsi. Atau ini cukup dijadikan wacana dan bahan renungan. akan tetapi jika anda penasaran ingin sampai mencapai keadaan tersebut sebaiknya di rencanakan dengan baik agar kita memulai dari yang paling dasar dari sisi keTuhanan dan tidak sekedar main-main mempelajari ilmu hakikat ini apalagi hanya untuk sekedar tahu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan bahasan ini akan mengawali perjalanan kita lebih baik setelah mengerti Dzat dan arah beragama kita, bukan bergejolak dalam retorika ilmu tauhid yang tidak ada habisnya. Akan tetapi mari kita jalani sampai memasuki hakikat yang sebenarnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Apakah di dalam ajaran tasawuf para sufi harus melalui martabat tujuh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak wajib .Akan tetapi disarankan memiliki wawasan ketuhanan yang baik agar kita tidak mudah taqlid kepada orang yang menyelewengkan ajaran ini. Ajaran Martabat tujuh ini baik untuk pegangan atau referensi di dalam perjalanan menuju Tuhan. disamping ilmu-ilmu yang&lt;br /&gt;lainnya sebagai pendukung.&lt;br /&gt;Firman Allah : Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu , maka pasti kamu akan menemui-Nya (QS . Al Insiqaaq:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2905195275827570441?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2905195275827570441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2905195275827570441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2905195275827570441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2905195275827570441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/martabat-7-di-dalam-mencari-tuhan.html' title='Martabat 7 di dalam  Mencari Tuhan'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-8610671771401339676</id><published>2008-04-27T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:29:43.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufistik Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manunggaling Kawulo Gusti'/><title type='text'>Manunggaling Kawulo Gusti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut sebagian dari artikel Kejawen yang berjudul : Menggapai Wahyu Dyatmiko karya Ki Sondang Mandali untuk menambah pengetahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Kejawen ada istilah “Manunggaling Kawula Gusti”. Hal ini sering diartikan bahwa menyatunya manusia (kawula) dengan Tuhan (Gusti). Anggapan bahwa Gusti sebagai personifikasi Tuhan kurang tepat. Gusti (Pangeran, Ingsun) yang dimaksud adalah personifikasi dari Dzat Urip (Kesejatian Hidup), derivate (emanasi, pancaran, tajali) Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilihat dari “Wirid 8 Pangkat Kejawen”:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wejangan panetepan santosaning pangandel, yaiku bubuka-ning kawruh manunggaling kawula-gusti sing amangsit pikukuh anggone bisa angandel (yakin) menawa urip pribadi kayektene rinasuk dening dzate Pangeran (Dzat Urip, Sejating Urip). Pangeran iku ya jumenenge urip kita pribadi sing sejati. Roroning atunggal, sing sinebut ya sing anebut. Dene pangertene utusan iku cahya kita pribadi, karana cahya kita iku dadi panengeraning Pageran. Dununge mangkene : “Sayekti temen kabeh tumeka marang sira utusaning Pangeran metu saka awakira, mungguh utusan iku nyembadani barang saciptanira, yen angandel yekti antuk sih pangapuraning Pangeran”. Menawa bisa nampa pituduh sing mangkene diarah awas ing panggalih, ya urip kita pribadi iki jumenenging nugraha lan kanugrahan. Nugraha iku gusti, kanugrahan iku kawula. Tunggaal tanpa wangenan ana ing badan kita pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran pemantapan keyakinan, yaitu pembukanya kawruh (ilmu) “Manunggaling Kawula Gusti” yang memberikan wangsit (petunjuk) keteguhan untuk bisa yakin bahwa hidup kita pribadi sesungguhnya dirasuki Dzatnya Pangeran Pangeran (Dzat Urip, Sejatining Urip). Pangeran itu bertahtanya pada hidup kita yang sejati. Dwitunggal (roroning atunggal) yang disebut dan yang menyebut. Sedangkan pengertian utusan itu cahaya hidup kita pribadi, karena cahaya hidup kita itu menjadi pertanda adanya Pangeran. Maksudnya : “Sesungguhnya nyata semua datang kepada kamu utusan Pangeran (memancar) keluar dari dirimu sendiri. Sebenarnya utusan itu mencukupi semua yang kamu inginkan, kalau percaya pasti mendapatkan pengampunan dari Pangeran”. Bila bisa menerima petunjuk yang seperti ini supaya awas dan hati-hati, ya hidup kita ini bertahtanya nugraha dan anugrah. Nugraha itu gusti (tuan) sedang anugrah itu kawula (abdi). Bersatu tanpa batas pemisah dalam badan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-8610671771401339676?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/8610671771401339676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=8610671771401339676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8610671771401339676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8610671771401339676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/manunggaling-kawulo-gusti.html' title='Manunggaling Kawulo Gusti'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-1184888092754192360</id><published>2008-04-27T19:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:35:11.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijab'/><title type='text'>Hijab</title><content type='html'>Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi'lib Al-Yamani,&lt;br /&gt;"Apakah Anda pernah melihat Tuhan?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?"&lt;br /&gt;"Bagaimana Anda melihat-Nya?" tanyanya kembali. Imam Ali menjawab,&lt;br /&gt;"Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangannya yang kasat,&lt;br /&gt;tetapi bisa dilihat oleh hati dengan hakikat keimanan ...".&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas telah menggambarkan bahwa tidaklah mustahil seorang yang telah beriman untuk dapat melihat Allah azza wazala, Dia Tuhan yang menciptakannya, Tuhan yang kita sembah, yang memberi kita hidup.&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya kemudian Mungkinkah kita dapat melihatNya ? ..., Dimanakah Allah ...?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati merupakan pusat dari segala kemunafikan, kemusyrikan, dan merupakan pusat dari apa yang membuat seorang manusia menjadi manusiawi. Dan pusat ini merupakan tempat dimana mereka bertemu dengan Tuhannya. Merupakan janji Allah saat fitrah manusia menanyakan dimanakah Allah ? Lalu, Allah menyatakan diri-Nya berada "sangat dekat", sebagaimana tercantum dalam Al Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) Bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran " (QS 2:186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya" (QS 50:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam ayat-ayat di atas, mengungkapkan keberadaan Allah sebagai "wujud" yang sangat dekat. Dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Maka dari itu jawaban atas pertanyaan "dimanakah Allah?". Al Qur'an mengungkapkan jawaban secara dimensional. Jawaban-jawaban tersebut tidak sebatas itu, akan tetapi dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar "dimanakah Allah ", Allah menjawab "Aku ini dekat", kemudian jawaban meningkat sampai kepada "Aku lebih dekat dari urat leher kalian atau dimana saja kalian menghadap disitu wujud wajah-Ku dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat jawaban tersebut menunjukkan bahwa Allah tidak bisa dilihat hanya dari satu dimensi saja, akan tetapi Allah merupakan kesempurnaan wujud-Nya, seperti didalam firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keragu-raguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. ingatlah bahwa sesungguhnya Dia maha meliputi segala sesuatu. (QS 41:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah maha luas lagi maha mengetahui" (QS 2:115)&lt;br /&gt;Sangat jelas sekali bahwa Allah menyebut dirinya "Aku" berada meliputi segala sesuatu, dilanjutkan surat Al Baqarah ayat 115 ..dimana saja engkau menghadap disitu wajah-Ku berada!!! Kalau kita perhatikan jawaban Allah, begitu lugas dan tidak merahasiakan sama sekali akan wujud-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian Allah mengingatkan kepada kita bahwa untuk memahami atas ilmu Allah ini tidak semudah yang kita kira. Karena kesederhanaan Allah ini sudah dirusak oleh anggapan bahwa Allah sangat jauh. Dan kita hanya bisa membicarakan Allah nanti di alam surga. Untuk mengembalikan dzan kita kepada pemahaman seperti yang diungkap oleh Al Qur'an tadi, kita hendaknya memperhatikan peringatan Allah, bahwa Allah tidak bisa ditasybihkan (diserupakan) dengan makhluq-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kitab tafsir Jalalain ataupun didalam tafsir fi dzilalil qur'an, membahas masalah surat Fushilat ayat 54, Allah meliputi segala sesuatu  adalah ilmu atau kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, bukan dzat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini merupakan tafsiran ulama, untuk mencoba menghindari kemungkinan masyarakat awam mentasybihkan (menyerupakan) wujud Allah dengan apa yang terlintas didalam fikirannya ataupun perasaannya. Sehingga "Allah" sebagai wujud sejati ditafsirkan dengan sifat-sifat Nya yang meliputi segala sesuatu. Untuk itu, saya huznudzan memahami pemikiran para mufassirin sebagai pendekatan ilmu dan membatasi pemikiran para awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kalau "Allah" ditafsirkan dengan sifat-sifat-Nya, yang meliputi segala sesuatu. Akan timbul pertanyaan, kepada apanya kita menyembah? Apakah kepada ilmunya, kepada kekuasaan-Nya atau kepada wujud-Nya? Kalau dijawab dengan kekuasan-Nya atau dengan ilmu-Nya maka akan bertentangan dengan firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Aku ini Allah , tidak ada tuhan kecuali "Aku", maka sembahlah "Aku" (QS 20:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menyebutkan "pribadinya" atau dzat Allah, kalimat sembahlah "Aku". Ayat ini menunjukkan bahwa manusia diperintahkan menghadapkan wajahnya kepada wajah Dzat yang Maha Mutlak. Sekaligus menghapus pernyataan selama ini yang justru menjauhkan "pengetahuan kita " tentang dzat, kita menjadi takut kalau membicarakan dzat, padahal kita akan menuju kepada pribadi.Allah, bukan nama, bukan sifat dan bukan perbuatan Allah. Kita akan bersimpuh dihadapan sosok-Nya yang sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan tentang Tuhan, juga disebut sebagai dalil pertama yang menyinggung hubungan antara dzat, sifat, dan af'al (perbuatan) Allah. Diterangkan bahwa dzat meliputi sifat ; sifat menyertai nama ; nama menandai af'al. Hubungan-hubungan ini bisa diumpamakan seperti madu dengan rasa manisnya, pasti tidak dapat dipisahkan. Sifat menyertai nama, ibarat matahari dengan sinarnya, pasti tidak bisa dipisahkan. Nama menandai perbuatan, seumpama cermin, orang yang bercermin dengan bayangannya, pasti segala tingkah laku yang bercermin, bayangannya pasti mengikutinya. Perbuatan menjadi wahana dzat, seperti samudra dengan ombaknya, keadaan ombak pasti mengikuti perintah samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas menjelaskan, betapa eratnya hubungan antara dzat, sifat, asma, dan af'al Tuhan. Hubungan antara dzat, dan sifat ditamsilkan laksana hubungan antara madu dan rasa manisnya. Meskipun pengertian sifat bisa dibedakan dengan dzat..namun keduanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat  Allah meliputi segala sesuatu (QS 41:54) adalah kesempurnaan ..dzat , sifat, asma, dan af'al. Sebab kalau hanya disebut sifatnya saja yang meliputi segala sesuatu, lantas ada pertanyaan, "sifat" itu bergantung kepada apa atau siapa ? Jelas akan bergantung kepada pribadi (Aku) yang memiliki sifat. Kemudian kalau sifat yang meliputi segala sesuatu, kepada siapakah kita menghadap? Kepada Dzat atau sifat Allah. Kalau sifat Allah sebagai obyek ibadah kita, maka kita telah tersesat, sebab sifat, asma dan perbuatan Allah bukanlah sosok dzat yang Maha Mutlak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua selain Allah adalah hudust (baru),. karena "adanya" sebagai akibat adanya sang Dzat. seperti adanya alam, adanya malaikat, adanya jin dan manusia. Semua ada karena adanya dzat yang maha qadim. Seperti perumpamaan madu dan manisnya, sifat manis tidak akan ada kalau madu itu tidak ada. Dan sifat manis itu bukanlah madu. Sebaliknya madu bukanlah sifat manis. Artinya sifat manis tergantung kepada adanya "madu". Apakah Dzat itu, seperti apa? Apakah ada orang yang mampu menjabarkan keadaannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, dualitas berkaitan dengan sifat diskursus manusia tentang Tuhan. Untuk bisa memahami Tuhan, kita harus mengerti keterbatasan-keterbatasan konsepsi kita sendiri, karena menurut perspektif ketakperbandingan tak ada yang bisa mengenal Allah kecuali Allah sendiri!!! Karena itu kita punya pengertian tentang Tuhan, "Tuhan" konsepsi saya dan "Tuhan" konsepsi hakiki, yang berada jauh diluar konsepsi saya. Tuhan yang dibicarakan berkaitan dengan "konsepsi saya". Konsepsi Dzat yang hakiki tidak bisa kita fahami, baik oleh saya maupun anda. Karena itu kita tidak bisa berbicara tentangnya secara bermakna. bagaimana kita bisa memahami tentang Dia, sedang kata-kata yang ada hanya melemparkan kita keluar dari seluruh konsepsi manusia. Seperti, Al awwalu wal akhiru (Dia yang Awal dan yang akhir), Dia yang tampak dan yang tersembunyi (Al dhahiru wal bathinu), cahaya-Nya tidak di timur dan tidak di barat (la syarkiya wa la gharbiya), tidak laki-laki dan tidak tidak perempuan, tidak serupa dengan ciptaan-Nya dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan Tuhan tidak bisa dikenal dan diketahui berasal dari penegasan dasar tauhid `laa ilaha illallah atau laisa ka mistlihi syai'un' (tidak sama dengan sesuatu). Karena tuhan secara mutlak dan tak terbatas benar-benar dzat maha tinggi, sementara kosmos berikut segala isinya hanya secara relatif bersifat hakiki, maka realitas Ilahi berada jauh diluar pemahaman realitas makhluq. Dzat yang maha mutlak tidak bisa dijangkau oleh yang relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dan kosmos (alam) berhubungan dengan tuhan melalui sifat-sifat Ilahi yang menampakkan jejak-jejak dan tanda-tandanya dalam eksistensi kosmos. Kita tidak bisa mengenal dan mengetahui Tuhan dalam dirinya sendiri, tetapi hanya sejauh Tuhan mengungkapkan diri-Nya melalui kosmos (sifat, nama, af'al). Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai nama-nama yang yang indah "(QS 20:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat, nama, dan af'al, secara relatif bisa dirasakan dan difahami "maknanya". Akan tetapi "Dzat", adalah realitas mutlak. Dan untuk memahami secara hakiki harus mampu memfanakan diri, ... yaitu dengan memahami bahwa keberadaan makhluq adalah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(yang memiliki sifat-sifat yang..) Demikian itu ialah Tuhan kamu. Tidak ada Tuhan selain Dia. pencipta segala sesuatu maka sembahlah Dia, dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan. Dan Dialah yang maha halus lagi maha mengetahui" ( QS 6:102-103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas bahwa Dzat tuhan tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu (QS 26:11) ... berlaku sampai diakhirat kelak. Walaupun Tuhan sendiri mengatakan bahwa manusia di alam surga akan melihat realitas Tuhan secara nyata atas eksistensi Allah, bukan berarti kita melihat dengan perbandingan pikiran manusia yang dimaksud melihat secara hak disini adalah kesadaran jiwa muthmainnah yang telah lepas dari ikatan alam atau kosmos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau biasa disebut "fana", keadaan ini manusia dan alam seperti keadaan sebelum diciptakan yaitu keadaan masih kosong 'awang uwung' (jawa), kecuali Allah sendiri yang ada. Tidak ada yang mengetahui keadaan ini kecuali Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan awal (Al Awwalu) tidak ada yang wujud selain Allah, tidak ada ruang, tidak ada waktu, tidak ada alam apapun yang tercipta. Untuk mengetahui keadaan seperti ini marilah kita ikuti kisah nabi Musa As. Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tatkala Musa datang (untuk munajat) dengan Kami, pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya. Berkatalah Musa : ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku. Agar aku dapat melihat kepada Engkau. Tuhan berfirman: kamu sekali-sekali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihat-lah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagaimana sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku. Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan, maka setelah Musa sadar kembali dia berkata. Maha Suci Engkau, dan aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman" (QS 7:143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dalam peristiwa "pertemuan" nabi Musa ... dan saya hubungkan dengan pembahasan mengenai keadaan "kefanaan" manusia dan alam. Yakni keadaan hancur luluh lantak keadaan gunung Thursina dan keadaan Musa jatuh pingsan!!! Setelah gunung itu hancur dan Musa-pun jatuh pingsan, tidak satupun yang terlintas realitas apapun didalam perasan Musa dan fikirannya, kecuali ia tidak tahu apa-apa. Yaitu realitas konsepsi manusia dan alam tidak ada (fana). Dalam keadaan inilah Musa melihat realita Tuhan, bahwa benar Tuhan tidak bisa dibandingkan oleh sesuatu apapun. Kemudian Musa kembali sadar memasuki realitas dirinya sebagai manusia dan alam. Musa berkata :aku orang yang pertama-tama beriman..dan percaya bahwa Allah tidak seperti konsepsi "saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui dan faham akan Dzat, sifat, dan af'al Allah, teranglah fikiran dan batin kita, sehingga secara gamblang kedudukan kita dan Allah menjadi jelas, yaitu yang hakiki dan yang bukan hakiki. Terbukalah mata kita dari ketidaktahuan akan Dzat. Ketidaktahuan inilah yang dimaksudkan dengan tertutupnya hijab, sehingga perlu disadarkan oleh kita sendiri atau seorang guru yang mursyid agar kemudian dapat meningkat kepada mengenal-Nya (ma'rifat).&lt;br /&gt;Hijab atau tirai itu berkenaan dengan mereka yang terdinding / terhalang dengan Zat Yang Agung itu. Nur / Cahaya Allah. Ada sebuah hadis yang menyebutkan ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah mempunyai 70 000 hijab cahaya dan gelap; sekiranya Dia membuka hijab itu, maka Keagungan wajahNya nescaya akan menelan tiap-tiap orang yang menelannya dengan pandangannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Setengah mengatakan "70 000" hijab, dan ada pula yang mengatakan "700" hijab). Imam Gozhali menerangkan bahwa angka bukanlah menunjuk pada jumlah, hal tersebut lebih menekankan kepada makna bahwa hijab itu tidaklah sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis hijab yang ada pada manusia iaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap sebenarnya,&lt;br /&gt;Campuran gelap dengan cahaya,&lt;br /&gt;Cahaya sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diambil dari sufinews.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-1184888092754192360?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/1184888092754192360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=1184888092754192360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/1184888092754192360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/1184888092754192360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/hijab.html' title='Hijab'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-4096156830272619737</id><published>2008-04-27T19:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:36:29.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Penempuh Jalan Allah'/><title type='text'>Etika Penempuh Jalan Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syeikh Junaid al-Baghdadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Pemurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Oasim al-Junaid -- rahimahallah -- ditanya tentang etika penempuh jalan Allah Azza wa jalla, maka al-Junaid menjawab, "Hendaknya engkau ridha terhadap Allah Azza wa Jalla dalam seluruh tingkah laku ruhani, dan hendaknya engkau tidak meminta kepada siapa pun kecuali kepada Allah Ta'ala." Beliau juga ditanya tentang intuisi kebaikan, apakah intuisi itu hanya satu atau banyak? Al-Junaid menjawab, "Kadang-kadang bisikan (intuisi) yang mengajak pada kepatuhan itu terdiri dari tiga arah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bisikan yang dibangkitkan oleh intuisi syetan;&lt;br /&gt;2. Bisikan nafsu yang dibangkitkan intuisi syahwat dan peringanan beban; dan&lt;br /&gt;3. Bisikan Rabbany yang dibangkitkan oleh intuisi taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya sulit dibedakan dalam hal ajakannya untuk patuh. Untuk membedakan harus didasari amaliah yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa dibukakan pintu kebaikan, maka cepatlah ia meraihnya." Dan tentunya, kita harus menolak pintu terbuka di luar kebajikan.  Sementara intusi syetan itu berdasar firman Allah swt.:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (Q.s. Al-A'raaf: 201).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intuisi syahwat yang merupakan bisikan nafsu, berdasar sabda Rasuluilah saw, "Neraka itu dihiasi oleh kesenangan-kesenangan." Masing-masing intuisi atau bisikan tersebut memiliki perbedaan spesifik yang bisa dibedakan oleh pihak yang mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan nafsu yang dibangkitkan intuisi syahwat dan upaya pencarian keringanan beban dan kesenangan; maka dalam konteks ini, syahwat terbagi menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syahwat Nafsaniyah, Seperti cinta kedudukan dan keluhuran, usaha membalas (dendam) ketika marah, dan merendahkan pihak yang kontra kepadanya, dan sebagainya; serta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syahwat jasmaniyah, seperti makan, minum, kawin, berpakaian, bersih, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi nafsu, ada upaya kebutuhan pada obyek-obyek kenikmatan ini menurut jangkauan masing-masing dan tekanannya yang kuat kepada masing-masing ragam dari nafsu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mendapatkan bisikan nafsu ada dua tanda yang berdiri pada posisi seorang saksi yang adil dalam membedakan bisikan yang ditentukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bisikan itu datang di saat ada kebutuhan mendesak pada unsur-unsur yang serupa tersebut, seperti munculnya keinginan kawin ketika hal-hal yang disenangi sangat mendesak, namun kebutuhan itu dijumbuhkan, bahwa tujuan kawin itu mengamalkan perintah Nabi saw, "Nikahlah kalian, agar kalian menurunkan keturunan. Sebab aku akan berlomba-lomba memperbanyak ummat lewat kalian di hari Kiamat." Juga seakan-akan didasari oleh sabda Nabi saw, "Tak ada kependetaan di dalam Islam," hal yang sama juga dalam soal makan di saat lapar. Lalu kadang-kadang dijumbuhkan dengan ajakan pada dirimu untuk meninggalkan puasa atau mendapatkan hal-hal yang menyenangkan, dengan alasan tersebut. Misalnya engkau mengatakan, bahwa puasa yang terus-menerus itu bisa melemahkan keinginan untuk taat; dan bahwa meninggalkan makanan yang enak ini, bisa melukai teman Muslim yang mengundangnya; atau bisa melukai perasaan keluarga manakala makanan itu memang sangat diminati oleh keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kadang-kadang ada godaan yang mengkhianatimu dengan warna lain, misalnya ada bisikan yang mengatakan kepadamu, "Jauhilah nafsu dengan meraih hal-hal yang tidak menyenangkan, agar bisikan nafsu itu tidak masuk kepadamu, yang bisa merusak ibadahmu," dan sebagainya yang serupa. Semua ini merupakan godaan dan penyimpangan bisikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal dengannya, ketika ada rasa berat dan enggan untuk beribadah, lalu bisikan itu datang dengan menggunakan alasan hadis bahwa Nabi saw. melarang "tidak nikah", melarang pemaksaan diri, seperti sabdanya, "Lakukanlah amalmu semampumu," dan sabdanya lagi, "Pohon yang ditumbuhkan, tidak pada bumi yang gersang, juga tidak pada tanah yang kasar." Bahkan memperbanyak ibadah yang mendorong keletihanmu, syahwatnya mencegah untuk menjurus pada rusaknya ibadah atau mencegah untuk berpaling dari ibadah. Lantas membawamu pada bunuh diri atau penjara dan sepadannya, karena adanya khayalan atas dua kondisi tesebut, yang menjanjikan kesenangan dan hilangnya beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari dua bukti dari bab ini, diawali dengan kejenuhan dan kepayahan, ketika muncul keinginan untuk lepas beban, dan diawali dengan sesuatu yang menyenangkan yang dimunculkan oleh intuisi syahwat. Karena itu harus direnungkan perihal dua kondisi tersebut. Apabila telah didahului oleh dua motivasi tersebut, berarti itu bisikan nafsu. Kebutuhan nafsu adalah faktor yang mengajak dan menggerakkannya. Kesimpulannya bahwa bisikan tersebut bersifat syahwat atau keinginan pada hal yang menyenangkan. Maka pada galibnya bisikan seperti itu pasti dari nafsu.  Sedangkan saksi kedua adalah desakan bisikan ini dan tidak adanya pemutusan terhadap bisikan tersebut, hingga datangnya semacam kemampuan sepanjang engkau menolak dan berjuang melawan nafsumu, yang mendesak dan mengeraskan kepalamu, lalu muncul desakan bahwa memohon perlindungan, rasa takut, waspada dan rasa suka itu tidak ada gunanya. Bahkan yang muncul adalah dorongan yang mendesak terus-menerus. Yang demikian ini merupakan bukti-bukti yang gamblang, bahwa desakan demikian dari nafsu. Sebab nafsu itu seperti anak-anak, ketika anak-anak di larang malah tampak keras kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kondisi seperti itu merupakan bukti yang adil, manakala bertemu, tidak bisa diragukan sebagai bisikan nafsu. Terapinya untuk menanggulangi masalah ini adalah kontra secara radikal dan upaya yang penuh. Engkau harus mencegah keinginan bebas beban di saat muncul pembangkit bisikan kepayahan dan kelelahan ibadah, atau posisi yang memberatkan, agar bisa mencegah gerakan intuitif seperti itu. Apabila bisikan itu bersifat emosi syahwat, terapinya melalui tindak preventif terhadap faktor yang memburunya, atau engkau menolak dari kesenangan lain agar lebih kuat tindak pencegahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intuisi syetan ditandai dengan dua hal pula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan munculnya sebagian apa yang dibutuhkan nafsu melalui ajakan syahwat atau ajakan bebas beban dalam waktu-waktu yang diinginkan sebagai tuntutan nafsu. Perbedaan antara intuisi syetan dan intuisi nafsu, bahwa intuisi syetan itu sangat mendesak.&lt;br /&gt;Kedua, intuisi syetan itu dimulai dan ditimpakan pada akalnya, sementara intuisi nafsu berkaitan dan menggerakkan wataknya seperti syahwat dan rasa senang. Oleh sebab itu was-was syetan berjalan menuruti alur pembicaraan manusia dengan dirinya. Hanya saja perbedaan di sana-sini tidak terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menggerakkan hatimu dari arah indera pendengaran di saat berbicara; atau mendengar dan melihat ketika menunjukkan (mengisyaratkan); serta merasakan ketika meraba; sementara syetan mengganggu melalui was-was dan perabaan hati serta membisik dalam hati. Syetan tidak tahu yang ghaib, namun ia datang kepada nafsu dari sisi akhlak yang direkayasa untuk dilakukannya. Inilah perbedaan antara intuisi nafsu dengan intuisi syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun intuisi Rabbany, ditunjukkan melalui dua bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, muncul berselaras dengan syariat bagi pelakunya, dan ada bukti-bukti kebenarannya.&lt;br /&gt;Kedua, tidak diawali hasrat nafsu ketika menerima intuisi tersebut, justru muncul ragam keleluasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intuisi tersebut merobohkan nafsu, tanpa adanya permulaan seperti pada intuisi syetan. Hanya saja kecepatan nafsu berselaras dengan intuisi syetan, lebih banyak, lebih gamblang, dan lebih membuatnya malas. Karena syetan itu tiba dari sisi syahwat dan kesenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intuisi Rabbany datang dari segi beban dan tugas. Nafsu menolak kedatangan tugas dari intuisi Rabbany. Inilah perbedaan antara intuisi Rabbany, intuisi nafsu dan intuisi syaithany. Apabila engkau kedatangan bisikan atau intuisi, maka timbanglah dengan tiga kriteria di atas, buktikan dengan bukti-bukti yang kami tunjukkan, sehingga engkau bisa membedakan berbagai intuisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah intuisi syetan dan nafsu -- sebagaimana kami sebutkan untukmu -- untuk ditolak, lalu bergegaslah dengan intuisi Rabbany. Jangan engkau abaikan intuisi Rabbany itu, sebab waktu itu sempit dan kondisi ruhani itu bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau harus waspada dengan buaian nafsu dan was-was syetan. Sebab pintu ini termasuk pintu kebajikan yang dibukakan untukmu, maka raihlah hingga engkau bisa memulai dari awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, muncul bisikan kepada orang yang dianjurkan berpuasa pada sebagian bulan atau qiyamullail, lalu bisikan itu datang, "Sudahlah, nanti saja kalau malam sudah habis," atau kata-kata, "Nanti saja kalau bulan akan habis," padahal bisikan seperti itu adalah rekayasa bagi pemilik pintu taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan-bisikan seperti itu tidak abadi, namun cepat berubah. Sedangkan bergegas untuk berpegang erat pada intuisi Rabbany, sangat dianjurkan syariat. Ada dua manfaat di dalamnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa waktu yang ada adalah waktu yang paling sempurna, seperti waktu-waktu dimana hadist-hadist menyebutkan turunnya anugerah Allah Azza wa Jalla, dan turunnya rahmat serta ampunan. Sementara pandangan-pandangan Allah swt. kepada makhluk-Nya tiada terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, semangat untuk menjalankan perintah-perintah dan taat ketika muncul berkah dibalik amal. Di sinilah rasa malas menjadi sirna, karena berhadapan dengan hembusan-hembusan Rahmat Allah Ta'ala. Demikian pula sekaligus menjadi manfaat olah jiwa (riyadhah nafsu) untuk segera melaksanakan perintah-perintah. Wallahu A'lam wa Ahkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian akhir dari ucapan Abul Qosim al-junaid -- semoga Allah menyucikan ruhnya dan mencerahkan kuburnya. Dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan sementa alam, serta shalawat dan salam semoga terlimpah pada junjungan kita Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya semuanya, dengan salam sejahtera yang melimpah ruah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diambil dari sufinews.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-4096156830272619737?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/4096156830272619737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=4096156830272619737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/4096156830272619737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/4096156830272619737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/etika-penempuh-jalan-allah.html' title='Etika Penempuh Jalan Allah'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-8353114242991167672</id><published>2008-04-27T19:16:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:24:10.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membentengi Rumah dari Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membentengi Rumah dari Syaitan</title><content type='html'>&lt;div style="font-style: italic; text-align: center;"&gt;Oleh: Wahiid Abdis Salaam Baaly&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, memohon petunjuk-Nya, memohon ampunan-Nya dan kita berlindung kepada Allah Taala dari kejelekan diri kita dan keburukan amal-amal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Taala telah menyatakan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh." (Al-Fathir: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sangat disayangkan, sebagian besar manusia telah mengambil/menjadikan syaithan sebagai teman, sebagai kekasih. Mereka buka pintu-pintu rumah bahkan pintu-pintu kamar mereka untuknya, dan akhirnya mereka binasa karenanya.Bahkan di antara manusia ada yang membuka hatinya untuk menerima perintah syaithan dan menuruti ajakannya hingga jadilah syaithan sebagai sesembahannya selain Allah Subhanahu wa Taala, padahal Dia Yang Maha Kuasa telah berfirman:"Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dari kalian wahai anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebab di ataslah kami tulis risalah ini, yakni agar seorang muslim mengetahui bagaimana cara membentengi rumahnya dari musuh yang sangat jahat dan terkutuk ini. Karena apabila syaithan dapat masuk ke dalam rumah seorang muslim, ia akan menyebarkan kerusakan, membuat pertikaian dan perkelahian di antara anak-anak, menceraikan antara suami-istri, membalikkan rasa cinta menjadi benci, kasih sayang menjadi permusuhan. Maka hanya kepada Allah Subhanahu wa Taala kita berdoa: Ya Allah ... Lindungilah kami dan semua kaum muslimin dari makar syaithan, sesungguhnya Engkau adalah Pelindung kami dan Penolong kami, dan Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa benteng yang dapat kita tegakkan dalam melindungi rumah kita dari syaithan, di antaranya berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. Memberi Salam Kepada Penghuni Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkar hal. 19:&lt;br /&gt;"Disunnahkan untuk mengucapkan basmalah (tatkala masuk ke dalam rumah) dan memperbanyak dzikrullah serta mengucapkan salam kepada penghuninya, sama saja apakah itu rumah yang dihuni oleh manusia ataupun tidak, karena Allah Subhanahu wa Taala berfirman: "Maka apabila kalian memasuki (sebuah rumah) dari rumah-rumah, hendaklah kalian mengucapkan salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik."(An-Nuur: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah radliallahu `anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "(Mengucapkan) salam itu sebelum berbicara (yang lain)."(HR. Tirmidzi dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 2 hal. 346). Allah Subhanahu wa Taala memberikan jaminan berupa penjagaan bagi tiga golongan manusia termasuk di antaranya seorang yang masuk ke rumah dengan mengucapkan salam, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari Abi Umamah Al-Bahali radhiallahu `anhu. (lihat Shahih Sunan Abi Daud oleh Asy-Syaikh Al-Albani juz 2 hal. 473)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. Berdzikir Kepada Allah Ketika Makan dan Minum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir radhiallahu `anhu ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seseorang masuk rumah, lalu ia berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, maka syaithan akan berkata (kepada kawan-kawannya): "Tidak ada tempat bermalam bagimu dan tidak ada makan malam." Tetapi apabila ia masuk ke rumah tanpa berdzikir kepada Allah, maka syaithan akan berkata (kepada kawan-kawannya): "Kalian mendapatkan tempat bermalam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila ketika makan ia tidak berdzikir kepada Allah (membaca Bismillah), maka syaithan akan berkata (kepada kawan-kawannya): "Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam." (HR. Muslim dalam shahihnya /2018)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau wahai saudaraku muslim, bagaimana dzikrullah dapat mengusir syaithan dari rumah, maka ia tidak akan menyertaimu tatkala engkau makan, minum dan tidur. Dan bagaimana halnya bila engkau lalai dari dzikrullah, yang berarti engkau telah memberikan untuk syaithan tempat tidur yang empuk tatkala ia menemukan tempatnya di sisimu, bahkan ia ikut bersamamu tatkala makan dan minum. Tidaklah syaithan itu sendiri yang menyertaimu, tapi ia diikuti oleh sejumlah kawan-kawannya maka mereka semuanya bersenang-senang di rumahmu. Naudzubillah min dzalik! Hati-hatilah wahai saudaraku agar engkau tidak lalai dari dzikrullah, karena dzikrullah itu adalah tali yang kokoh dan petunjuk yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. Memperbanyak Tilawah Al-Quran dalam Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Al-Quran merupakan pengharum bagi rumah dan dapat mengusir syaithan daripadanya. Apabila engkau wahai saudaraku muslim merasakan bahwa di rumahmu begitu banyak masalah, keruwetan dan tampak pada anggota keluarga adanya penyimpangan maka ketahuilah bahwa syaithan ikut berperan di dalamnya, karena itu bersungguh-sungguhlah untuk mengusir syaithan itu dari rumahmu dan menjauhkannya sejauh-jauhnya. Caranya bagaimana? Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memberikan jawabannya, beliau bersabda:"Sesungguhnya segala sesuatu memiliki puncak dan puncak dari Al-Quran adalah surat Al-Baqarah dan sesungguhnya syaithan bila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan maka ia akan keluar dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah." (HR. Al-Hakim dan dishahihkannya, disepakati oleh Adz-Dzahabi dan dihasankan Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 558)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah radliallahu `anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syaithan tidak akan masuk ke dalam rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. Menjauhkan Rumah dari Suara Iblis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Taala berfirman:"Dan hasunglah siapa yang kamu (iblis) sanggupi di antara mereka dengan suaramu." (Al-Isra: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid berkata: "Suara syaithan adalah nyanyian/lagu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:"Benar-benar akan ada dari umatku kaum-kaum yang mereka itu menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki- red), khamar dan alat-alat musik." (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari 10/51, diriwayatkan pula oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ad-Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Masud radliallahu `anhu berkata: "Nyanyian itu akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhan sayuran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah berkata: "Mendengarkan lagu-lagu itu adalah kefasikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata ketika ditanyakan tentang nyanyian: "Hanyalah orang-orang fasiq yang melakukannya."&lt;br /&gt;Telah jelas bagimu wahai saudaraku muslim tentang keharaman nyanyian/lagu, dan bahwasanya nyanyian itu merupakan suara syaithan. Apabila diperdengarkan nyanyian/lagu-lagu di rumah maka para syaithan akan menyebar dan menduduki tempat-tempat dalam rumah tersebut. Maka wajib atasmu wahai saudaraku muslim untuk membersihkan rumahmu dari suara-suara syaithan ini, sama saja apakah suara itu bersumber dari alat-alat musik atau dari media visual ataupun yang selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V. Menjauhkan Rumah dari (Suara) Lonceng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Hurairah radhiallahu anhu berkata bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:"Lonceng itu merupakan seruling syaithan." (HR. Muslim 14/94 Syarah Imam Nawawi, Abu Dawud 3/25)&lt;br /&gt;Lonceng yang dimaksud di sini adalah yang menyerupai lonceng di gereja-gereja baik dalam hal suara maupun bentuknya. Termasuk di sini jam dinding yang dinamakan bandul karena menyerupai suara lonceng gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VI. Membersihkan Rumah dari Salib-Salib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salib merupakan syiarnya orang Nasrani sedangkan kita kaum muslimin telah dilarang untuk meniru (bertasyabbuh) dengan Nasrani dan Yahudi. Akan tetapi sangat disayangkan, hampir-hampir tidak terlewatkan satupun dari rumah kaum muslimin melainkan di dalamnya ada tanda salib, apakah itu di sajadah, di tirai-tirai, di sulaman benang bahkan tanda salib ini telah dibawa masuk ke rumah-rumah Allah Subhanahu wa Taala (masjid-masjid). Alangkah banyaknya dari masjid-masjid apabila kita benar-benar teliti memperhatikannya, kita dapati pada hiasan-hiasan sajadahnya tanda-tanda salib yang tampak secara dhahir dan jelas. Karena itu berhati-hatilah engkau wahai saudaraku muslim, perhatikan dengan seksama setiap benda yang engkau beli, apakah itu pakaian, permadani, sajadah atau yang selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidak membiarkan di rumahnya ada salib, sebagaimana dikhabarkan oleh Aisyah radliallahu `anha:"Nabi shallallahu `alaihi wa sallam tidak meninggalkan dalam rumahnya sedikitpun dari salib-salib melainkan beliau hilangkan." (HR. Bukhari lihat Fathul Bari 10/385, Abu Dawud 4/72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VII. Membersihkan Rumah dari Gambar-Gambar dan Patung-Patung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi setiap muslim untuk membersihkan rumahnya dari patung-patung kecuali apa yang dibolehkan daripadanya berupa mainan/boneka (yang dimainkan) anak-anak perempuan. Demikian pula wajib bagi setiap muslim untuk menjauhkan rumahnya dari gambar-gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan), termasuk foto-foto kecuali untuk kepentingan darurat seperti foto di KTP, paspor dan semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada patung-patung atau gambar-gambar." (HR. Muslim 14/94 Syarah Imam Nawawi dari Abi Hurairah radliallahu `anhu)&lt;br /&gt;Bila sebuah rumah tidak dimasuki oleh malaikat berarti jelas rumah itu disenangi oleh syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VIII. Mengeluarkan Anjing dari Rumah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Thalhah radliallahu `anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:"Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar." (HR. Bukhari lihat Fathul Bari 6/312 dan Muslim 14/84 Syarah Imam Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radliallahu `anha meriwayatkan bahwasanya Jibril `alaihis salam pernah berjanji untuk menemui Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, namun sampai saat yang telah disepakati Jibril `alaihis salam tidak juga datang. Ternyata Nabi shallallahu `alaihi wa sallam menemukan adanya seekor anjing kecil di bawah tempat tidurnya dan inilah yang menahan Jibril `alaihis salam untuk masuk menemui Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikecualikan dari anjing ini adalah anjing untuk berburu dan anjing penjaga rumah dengan syarat anjing tersebut tidak berwarna hitam karena Nabi shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda:"Anjing hitam itu adalah syaithan." (HR. Muslim 4/227 Syarah Imam Nawawi). Dan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IX. Memperbanyak Shalat Sunnah di Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radliallahu `anhu bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:"Jadikanlah shalat-shalat (sunnah) di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan." (HR. Bukhari 1/528 Fathul Bari dan Muslim 6/68 Syarah Imam Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bahwasanya kuburan, tempat pembuangan sampah dan tempat-tempat yang kotor lainnya merupakan tempat tinggal para syaithan. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam menghendaki agar rumah-rumah kita mendapat bagian dari shalat sunnah guna mengusir para syaithan daripadanya. Bukankah pada tempat-tempat hunian syaithan sebagaimana yang disebutkan di atas (kuburan, tempat pembuangan sampah) dilarang untuk ditegakkan shalat padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata: "Dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah di rumah karena yang demikian itu lebih ringan dan lebih jauh dari riya, lebih terjaga dari terhapusnya pahala. (Mengerjakan shalat sunnah di rumah) menjadikan rumah diberkahi, turun padanya rahmah dan para malaikat sedangkan syaithan akan lari dari rumah itu." (Syarah Nawawi atas Shahih Muslim 6/68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun selain shalat sunnah (yakni untuk shalat fardhu), maka bagi laki-laki diwajibkan untuk mengerjakan secara berjamaah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;X.Mengucapkan Kalimat yang Baik Kepada Anggota Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya syaithan selalu menginginkan untuk menghancurkan masyarakat muslimin, maka ia membuat tipu daya, mengatur rencana dan menyusun program. Di antara program syaithan adalah menghancurkan keharmonisan keluarga muslim karena keluarga merupakan batu bata awal dari bangunan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir radliallahu `anhu berkata bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian ia mengutus sepasukan tentaranya. Maka yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang paling besar fitnahnya, datang salah seorang di antara mereka dan berkata: "Tidaklah aku tinggalkan dia (manusia yang digoda- red) sampai aku memisahkan antara dia dan istrinya...." (HR. Muslim 17/157 Syarah Imam Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan yang terkutuk memang menginginkan terjadinya perceraian antara suami istri guna menghancurkan masyarakat dari dasarnya. Karena itulah maka wajib bagi setiap suami untuk bergaul dengan keluarganya (istrinya) dengan cara yang baik, mengucapkan kata-kata yang baik agar tidak ada peluang bagi syaithan untuk membuat perselisihan di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Taala berfirman: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaithan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka." (Al-Isra: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang baik itu melapangkan hati, menyebarkan kebahagiaan bagi pasangan suami istri, mewujudkan ketentraman dan menguatkan kasih sayang antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Taala berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Ar-Ruum: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;XI. Membentengi Istri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radliallahu `anhuma berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian menikahi wanita atau membeli seorang budak maka hendaklah ia membaca: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang telah Engkau ciptakan dia dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang telah Engkau ciptakan dia." (dalam riwayat lain) Kemudian hendaklah ia meletakkan tangannya di ubun-ubunnya dan mendoakan barokah bagi istrinya dan pelayan tersebut." (HR. Abu Dawud 2/249 dan berkata Al-Albani dalam Takhrij Al-Kalimuth Thayyib 151: isnadnya hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Syaqiq, ia berkata: "Telah datang seorang laki-laki bernama Abu Jarir kepada Ibnu Masud radliallahu `anhu, lalu berkata: Saya telah menikahi seorang wanita muda (dara) dan saya khawatir ia akan membangkitkan amarah saya. Maka Ibnu Masud radliallahu `anhu menjawab: Kerukunan itu datangnya dari Allah dan kemarahan itu datang dari syaithan. Ia ingin engkau membenci apa yang dihalalkan Allah kepadamu. Kalau istrimu masuk menemuimu, suruhlah ia shalat dua rakaat di belakangmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dari Ibnu Masud radliallahu `anhu ditambahkan, katakanlah:&lt;br /&gt;"Ya Allah, berilah keberkahan kepadaku dengan istriku dan berilah keberkahan kepada mereka (keluarga istri) denganku. Ya Allah, persatukanlah kami berdua selama persatuan itu mengandung kebajikan-Mu, dan pisahkanlah kami berdua, jika perpisahan itu menuju kebaikan-Mu." (Dikeluarkan Abu Bakar ibnu Abi Syaibah dan sanadnya shahih. Lihat Adaabuz Zifaaf fis Sunnah Al-Muthahharah talif Al-Albani hal.23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;XII. Membentengi Anak dari Syaithan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib atas setiap muslim untuk menjaga lafadz-lafadz doa sebelum ber"kumpul" dengan istrinya karena yang demikian ini akan menjaga anak (yang Insya Allah bakal diperoleh dari hubungan tersebut) dari gangguan syaithan. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa tersebut: "Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkan syaithan itu dari anugerah yang akan Engkau berikan kepada kami." (HR. Bukhari 1/242 Fathul Bari dan Muslim 10/5 Syarah Imam Nawawi, dari Ibnu Abbas radliallahu anhuma)&lt;br /&gt;Sebagaimana mana kita ketahui bahwasanya adzan akan mengusir syaithan, karena itulah disunnahkan bagi setiap muslim untuk menyuarakan adzan di telinga anak yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;XIII. Mendoakan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku muslim, kumpulkan anak-anakmu pada waktu pagi dan petang, usaplah kepala mereka sambil berdoa: "Aku melindungkan kalian dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala syaithan, hewan yang berbisa dan pandangan mata yang menimpa (yang akhirnya mengakibatkan sakit-red)." (HR. Bukhari 4/119 dari hadits Ibnu Abbas radliallahu `anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini pula yang dibacakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kepada cucunya Hasan dan Husein radliallahu `anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa benteng yang harus dibangun untuk mengusir syaithan dari rumah. Aku memohon kepada Allah agar menjadikan tulisan ini ikhlas karena mengharap wajah-Nya Subhanahu wa Taala, dan agar menjadikan tulisan ini bermanfaat bagi diriku dan bagi saudara-saudaraku kaum muminin. Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji hanya untuk-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Engkau, aku meminta ampunanmu dan aku bertaubat kepada-Mu.&lt;br /&gt;Wallahu alam bishawwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dinukil oleh Ummu Maryam dari kitab Tahshinul Bait minasy Syaithan dengan beberapa tambahan) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-8353114242991167672?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/8353114242991167672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=8353114242991167672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8353114242991167672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8353114242991167672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/membentangi-rumah-dari-syaitan.html' title='Membentengi Rumah dari Syaitan'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-8691846857120988955</id><published>2008-04-27T19:11:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:31:17.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cahaya Dzikrullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Cahaya Dzikrullah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dzikir dan seluruh amal shalih sangat erat kaitannya dengan ketenangan bathin. Dan ketenangan bathin itu sangat erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Seorang salafushalih yang tinggal sendirian di tengah padang pasir pernah ditanya, â€œApakah engkau tidak merasa terancam? Ia mengatakan, â€œApakah ada orang yang merasa terancam dan khawatir bersama Allah?â€� jawabnya. Tak jauh maknanya dengan apa yang diungkapkan oleh Muslim bin Yasar, yang mengatakan, â€œTak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan sendiri menghadap Allah dalam sepi (berkhalwat).â€�&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumah orang yang melakukan dzikrullah akan bercahaya bak bintang. Seperti disebutkan dalam sebuah hadits, Abu Hurairah menyampaikan sabda Rasulullah bahwa Allah akan menerangi rumah orang yang berdzikir hingga rumah itu akan terllihat oleh penduduk langit. â€œSesungguhnya penghuni langit melihat rumah-rumah ahli dzikir yang diterangi oleh dzikir mereka. Sinar itu bercahaya seperti bintang bagi penduduk bumi,â€� ucap Rasulullah saw. Tepatlah jawaban imam Hasan al Bashri saat ditanya seorang pemuda, â€œKenapa orang yang gemar melakukan shalat tahajjud wajahnya enak dipandang?â€� Ia mengatakan, â€œBagaimana tidak, mereka telah berkhalwat dengan yang Maha Pengasih kemudian Allah pasti memberikan cahaya-Nya pada orang tersebut.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, mari bersama-sama memperbenyak amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa ketenangan yang dirasakan oleh Abu Bakar bin Ayash, salah seorang tokoh Tabiâ€™in. Ketika menjelang maut, ia berkata pada anaknya, â€œApakah engkau mengira Allah akan menyia-nyiakan ayahmu yang selama empat puluh tahun sudah mengkhatamkan Al Qur`an hampir setiap malam?â€� Sementara itu, Adam bin Iyas, tokoh Tabiâ€™in yang lain, ketika akan meninggal mengatakan, â€œDengan cintaku kepada-Mu, Engkau pasti menemaniku pada saat ketakutan.â€� Ia mengucapkan, â€œLaaa ilaaha illa Llahâ€¦â€� kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhirâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diambil dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- eramuslim -&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-8691846857120988955?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/8691846857120988955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=8691846857120988955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8691846857120988955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8691846857120988955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2008/04/cahaya-dzikrullah.html' title='Cahaya Dzikrullah'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-5707546759027991358</id><published>2007-09-02T21:52:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T07:53:17.147-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Ilmu Pengetahuan'/><title type='text'>Peradaban Manusia Pada 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuT57mSfdI/AAAAAAAAAIU/Qu_tknRhGpY/s1600-h/kiamat93.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105837226014703058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuT57mSfdI/AAAAAAAAAIU/Qu_tknRhGpY/s400/kiamat93.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Perhitungan Computer Memprediksikan Pembalikan Daya Magnet Kutub Bumi dan Matahari dapat Mengakhiri Peradaban Manusia Pada 2012&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan computer Hyder abad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.&lt;br /&gt;- Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.&lt;br /&gt;- Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari&lt;br /&gt;- Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi&lt;br /&gt;- Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;English Version is available at: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2005/3/6/58186.html&lt;br /&gt;posted by agulinovich &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-5707546759027991358?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/5707546759027991358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=5707546759027991358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5707546759027991358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5707546759027991358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/peradaban-manusia-pada-2012.html' title='Peradaban Manusia Pada 2012'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuT57mSfdI/AAAAAAAAAIU/Qu_tknRhGpY/s72-c/kiamat93.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2910388157766999064</id><published>2007-09-02T21:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T07:55:36.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Ilmu Pengetahuan'/><title type='text'>Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuSdrmSfcI/AAAAAAAAAIM/hwcxN-mL0Pg/s1600-h/kiamat92.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105835641171770818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuSdrmSfcI/AAAAAAAAAIM/hwcxN-mL0Pg/s400/kiamat92.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 Bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru. &lt;/div&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi daripada penanggalannya membuat orang takjub!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guatemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali piramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh bangsa Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa sistem kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sejarawan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, di mana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyond Technology yang diterbitkan oleh Bear &amp;amp; Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistem galaksi tata surya kita sedang mengalami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Great Cycle' (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan Bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (galatic beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun Bumi. Dengan kata lain, kalau Bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, Bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Regeneration Period (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini Bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, Bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas Bumi, bagaikan membuka sebuah "Pintu Langit" saja bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya hari itu' sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 M, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian Bumi serta regenerasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 1992, Bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut "Periode Regenerasi Bumi". Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika Utara terhadap orang sekarang ini), substansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistem, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan "serangga di musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin". Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi "pemurnian" dan bagaimana pula terjadi "regenerasi" pada Bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang hal konkret apa yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana Bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barang kali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, "Zhen, Shan, Ren," (Sejati, Baik, Sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang memurnikan' hati manusia dan Bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, di tengah-tengah kemerosotan moral umat manusia yang parah. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan tersebut bahkan sudah menyebar ke lebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dalam sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistem pengetahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dikutip dari Buku Ramalan&lt;br /&gt;Masa Mendatang Menurut Ramalan Bangsa-Bangsa di Dunia – dilihat dari perspektif ajaran Falun Gong, Bab VI hal.36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : King of Kong.&lt;br /&gt;posted by agulinovich &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2910388157766999064?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2910388157766999064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2910388157766999064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2910388157766999064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2910388157766999064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/bangsa-maya-menyingkap-peristiwa-besar.html' title='Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuSdrmSfcI/AAAAAAAAAIM/hwcxN-mL0Pg/s72-c/kiamat92.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-3227869114067953860</id><published>2007-09-02T21:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:43:57.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semboyan Dakwah Walisongo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Semboyan Dakwah Walisongo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Ali Imron : 110)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih lima ratus tahun yang lalu Walisongo berdakwah dan berkeliling kehampir seluruh pulau Jawa, maka dalam masa yang relatif singkat, yang hampir penduduknya beragama Hindu dan Budha, maka berubah menjadi kerajaan Islam Demak. Para Walisongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Senjoto Kalimosodo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Digdoyo Tanpo Aji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Perang Tanpo Tanding&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Mulyo Tanpo Punggowo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Sugih Tanpo Bondo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat Islam masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pesan Walisongo diantaranya pesan Sunan Kalijogo diantaranya adalah : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yen kali ilang kedunge&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yen pasar ilang kumandange&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yen wong wadon ilang wirange&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi, maksudnya adalah : Apabila sungai sudah kering, pasar hilang gaungnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Para Walisongo berdakwah dengan mempunyai sifat-sifat diantaranya : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mempunyai sifat Mahabbah atau kasih sayang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari pujian karena segala pujian hanya milik Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu risau dan sedih apabila melihat kemaksiatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semangat berkorban harta dan jiwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selau memperbaiki diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencari ridho Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu istighfar setelah melakukan kebaikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabar menjalani kesulitan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memupukkan semua kejagaan hanya kepada Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak putus asa dalam menghadapi ketidak berhasilan usaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Istiqomah seperti unta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tawadhu seperti bumi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegar seperti gunung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pandangan luas dan tinggi menyeluruh seperti langit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berputar terus seperti matahari sehingga memberi kepada semua makhluk tanpa minta bayaran.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Para Walisongo adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, sebagai penerus atau penyambung perjuangan, mereka rela meninggalkan keluarga, kampung halaman dan apa-apa yang menjadi bagian dari hidupnya. Para Walisongo rela bersusah payah seperti itu karena menginginkan ridho Allah SWT. Diturunkannya agama adalah agar manusia mendapat kejayaan didunia dan akhirat. Segala kebahagiaan, kejayaan, ketenangan, keamanan, kedamainan dan lain-lainnya akan terwujud apabila manusia taat pada Allah SWT dan mengikuti sunnah baginda Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan atau secara seratus persen. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa ummat Nabi Muhammad SAW diutus kepermukaan bumi adalah khusus mempunyai tanggung jawab penting. Misi pentingnya adalah untuk mengajak manusia dipermukaan bumi ini ke jalan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Diterbitkan oleh Ponpes Al-Andalusia Oleh : A. M. Gymnastiar Alfarisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-3227869114067953860?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/3227869114067953860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=3227869114067953860' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3227869114067953860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3227869114067953860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/semboyan-dakwah-walisongo.html' title='Semboyan Dakwah Walisongo'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-8518660408977767584</id><published>2007-09-02T21:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:31:28.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serat Dewo Ruci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufistik Jawa'/><title type='text'>Serat Dewo Ruci</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuOALmSfaI/AAAAAAAAAH8/WCYlf7fxKVw/s1600-h/bratasena_3106aa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105830736319118754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuOALmSfaI/AAAAAAAAAH8/WCYlf7fxKVw/s320/bratasena_3106aa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah Bima mencari tirta pawitra dalam cerita Dewaruci secara filosofis melambangkan bagaimana manusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkan paraning dumadi ‘asal dan tujuan hidup manusia’ atau manunggaling kawula Gusti. Dalam kisah ini termuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan amanat bagaimana manusia kembali menuju Tuhannya. Konsepsi manusia disebutkan bahwa ia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Konsepsi Tuhan disebutkan bahwa Ia Yang Awal dan Yang Akhir, Hidup dan Yang Menghidupkan, Mahatahu, dan Mahabesar. Ia tan kena kinaya ngapa ‘tidak dapat dikatakan dengan apa pun'. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jalan menuju Tuhan yang ditempuh oleh Bima dalam menuju manusia sempurna disebutkan melalui empat tahap, yaitu: &lt;strong&gt;syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(Jawa sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa).&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tokoh utama Bima dalam menuju manusia sempurna dalam teks wayang Dewaruci secara filosofis melambangkan bagaimana manusia harus mengalami perjalanan batin untuk menemukan identitas dirinya. Peursen (1976:68) menamakan proses ini sebagai “identifikasi diri”, sedangkan Frans Dahler dan Julius Chandra menyebutnya dengan proses “individuasi” (1984:128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencarian untuk menemukan identitas diri ini sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi Man ‘arafa nafsahu faqad rabbahu. ‘Barang siapa mengenal dirinya niscaya dia akan mengenal Tuhannya’. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini dalam cerita Dewaruci tersurat pada Pupuh V Dhandhanggula bait 49 : Telas wulangnya Sang Dewaruci, Wrekudara ing tyas datan kewran, wus wruh mring gamane dhewe, …’Habis wejangan Sang Dewaruci. Wrekudara dalam hati tidak ragu sudah tahu terhadap jalan dirinya …’ (Marsono, 1976:107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Perjalanan Empat Tahap Menuju Manusia Sempurna oleh Bima&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tokoh Wrekudara dalam menuju manusia sempurna pada cerita Dewaruci dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat (Jawa disebut: laku raga, laku budi, laku manah, dan laku rasa (Mangoewidjaja, 1928:44; Ciptoprawiro, 1986:71). Atau menurut ajaran Mangkunegara IV seperti disebutkan dalam Wedhatama (1979:19-23), empat tahap laku ini disebut: sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan Syariat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat (Jawa sarengat atau laku raga, sembah raga) adalah tahap laku perjalanan menuju manusia sempurna yang paling rendah, yaitu dengan mengerjakan amalan-amalan badaniah atau lahiriah dari segala hukum agama. Amalan-amalan itu menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping amalan-amalan seperti itu, dalam kaitan hubungan manusia dengan manusia, orang yang menjalani syariat, di antaranya kepada orang tua, guru, pimpinan, dan raja, ia hormat serta taat. Segala perintahnya dilaksanakaannya. Dalam pergaulan ia bersikap jujur, lemah lembut, sabar, kasih-mengasihi, dan beramal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian cerita Dewaruci yang secara filosofis berkaitan dengan tahap syariat adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Taat kepada Guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Bima dalam cerita Dewaruci diamanatkan bahwa sebagai murid ia demikian taat. Sewaktu ia dicegah oleh saudara-saudaranya agar tidak menjalankan perintah gurunya, Pendeta Durna, ia tidak menghiraukan. Ia segera pergi meninggalkan saudara-saudaranya di kerajaan guna mencari tirta pawitra. Taat menjalankan perintah guru secara filosofis adalah sebagai realisasi salah satu tahap syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Hormat kepada Guru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain taat tokoh Bima juga sangat hormat kepada gurunya. Ia selalu bersembah bakti kepada gurunya. Dalam berkomunikasi dengan kedua gurunya, Pendeta Durna dan Dewaruci, ia selalu menggunakan ragam Krama. Pernyataan rasa hormat dengan bersembah bakti dan penggunaaan ragam Krama kepada gurunya ini secara filosofis merupakan realisasi sebagian laku syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan Tarekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tarekat (Jawa laku budi, sembah cipta) adalah tahap perjalanan menuju manusia sempurna yang lebih maju. Dalam tahap ini kesadaran hakikat tingkah laku dan amalan-amalan badaniah pada tahap pertama diinsyafi lebih dalam dan ditingkatkan (Mulder, 1983:24). Amalan yang dilakukan pada tahap ini lebih banyak menyangkut hubungan dengan Tuhan daripada hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkatan ini penempuh hidup menuju manusia sempurna akan menyesali terhadap segala dosa yang dilakukan, melepaskan segala pekerjaan yang maksiat, dan bertobat. Kepada gurunya ia berserah diri sebagai mayat dan menyimpan ajarannya terhadap orang lain. Dalam melakukan salat, tidak hanya salat wajib saja yang dilakukan. Ia menambah lebih banyak salat sunat, lebih banyak berdoa, berdikir, dan menetapkan ingatannya hanya kepada Tuhan. Dalam menjalankan puasa, tidak hanya puasa wajib yang dilakukan. Ia lebih banyak mengurangi makan, lebih banyak berjaga malam, lebih banyak diam, hidup menyendiri dalam persepian, dan melakukan khalwat. Ia berpakaian sederhana dan hidup mengembara sebagai fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian cerita Dewaruci yang menyatakan sebagian tahap tarekat di antaranya terdapat pada Pupuh II Pangkur bait 29-30. Diamanatkan dalam teks ini bahwa Bima kepada gurunya berserah diri sebagai mayat. Sehabis berperang melawan Raksasa Rukmuka dan Rukmakala di Gunung Candramuka Hutan Tikbrasara, Bima kembali kepada Pendeta Durna. Air suci tidak didapat. Ia menanyakan di mana tempat tirta pawitra yang sesungguhnya. Pendeta Durna menjawab, “Tempatnya berada di tengah samudra”. Mendengar jawaban itu Bima tidak putus asa dan tidak gentar. Ia menjawab, “Jangankan di tengah samudra, di atas surga atau di dasar bumi sampai lapis tujuh pun ia tidak akan takut menjalankan perintah Sang Pendeta”. Ia segera berangkat ke tengah samudra. Semua kerabat Pandawa menangis mencegah tetapi tidak dihiraukan. Keadaan Bima yeng berserah diri jiwa raga secara penuh kepada guru ini secara filosofis merupakan realisasi sebagian tahap laku tarekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan Hakikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hakikat (Jawa laku manah, sembah jiwa) adalah tahap perjalanan yang sempurna. Pencapaian tahap ini diperoleh dengan mengenal Tuhan lewat dirinya, di antaranya dengan salat, berdoa, berdikir, atau menyebut nama Tuhan secara terus-menerus (bdk. Zahri, 1984:88). Amalan yang dilakukan pada tahap ini semata-mata menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. Hidupnya yang lahir ditinggalkan dan melaksanakan hidupnya yang batin (Muder, 1983:24). Dengan cara demikian maka tirai yang merintangi hamba dengan Tuhan akan tersingkap. Tirai yang memisahkan hamba dengan Tuhan adalah hawa nafsu kebendaan. Setelah tirai tersingkap, hamba akan merasakan bahwa diri hamba dan alam itu tidak ada, yang ada hanyalah “Yang Ada”, Yang Awal tidak ada permulaan dan Yang Akhir tidak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian, hamba menjadi betul-betul dekat dengan Tuhan. Hamba dapat mengenal Tuhan dan melihat-Nya dengan mata hatinya. Rohani mencapai kesempurnaan. Jasmani takluk kepada rohani. Karena jasmani takluk kepada rohani maka tidak ada rasa sakit, tidak ada susah, tidak ada miskin, dan juga maut tidak ada. Nyaman sakit, senang susah, kaya miskin, semua ini merupakan wujud ciptaan Tuhan yang berasal dari Tuhan. Segala sesuatu milik Tuhan dan akan kembali kepada-Nya, manusia hanya mendaku saja. Maut merupakan perpindahan rohani dari sangkar kecil kepada kebebasan yang luas, mencari Tuhan, kekasihnya. Mati atau maut adalah alamat cinta yang sejati (Aceh, 1987:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap ini biasa disebut keadaan mati dalam hidup dan hidup dalam kematian. Saat tercapainya tingkatan hakikat terjadi dalam suasana yang terang benderang gemerlapan dalam rasa lupa-lupa ingat, antara sadar dan tidak sadar. Dalam keadaan seperti ini muncul Nyala Sejati atau Nur Ilahi (Mulyono, 1978:126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian tahap hakikat yang dilakukan atau dialami oleh tokoh Bima, di antaranya ialah: mengenal Tuhan lewat dirinya, mengalami dan melihat dalam suasana alam kosong, dan melihat berbagai macam cahaya (pancamaya, empat warna cahaya, sinar tunggal berwarna delapan, dan benda bagaikan boneka gading yang bersinar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Mulai Melihat Dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setelah Bima menjalankan banyak laku maka hatinya menjadi bersih. Dengan hati yang bersih ini ia kemudian dapat melihat Tuhannya lewat dirinya. Penglihatan atas diri Bima ini dilambangkan dengan masuknya tokoh utama ini ke dalam badan Dewaruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima masuk ke dalam badan Dewaruci melalui “telinga kiri”. Menurut Hadis, di antaranya Al-Buchari, telinga mengandung unsur Ketuhanan. Bisikan Ilahi, wahyu, dan ilham pada umumnya diterima melalui “telinga kanan”. Dari telinga ini terus ke hati sanubari. Secara filosofis dalam masyarakat Jawa, “kiri” berarti ‘buruk, jelek, jahat, tidak jujur’, dan “kanan” berarti ‘baik (dalam arti yang luas)’. Masuk melalui “telinga kiri” berarti bahwa sebelum mencapai kesempurnaan Bima hatinya belum bersih (bdk. Seno-Sastroamidjojo, 1967:45-46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bima masuk dalam badan Dewaruci, ia kemudian melihat berhadapan dengan dewa kerdil yang bentuk dan rupanya sama dengan Bima sewaktu kecil. Dewa kerdil yang bentuk dan rupanya sama dengan Bima waktu muda itu adalah Dewaruci; penjelmaan Yang Mahakuasa sendiri (bdk. Magnis-Suseno, 1984:115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima berhadapan dengan Dewaruci yang juga merupakan dirinya dalam bentuk dewa kerdil. Kisah Bima masuk dalam badan Dewaruci ini secara filosofis melambangkan bahwa Bima mulai berusaha untuk mengenali dirinya sendiri. Dengan memandang Tuhannya di alam kehidupan yang kekal, Bima telah mulai memperoleh kebahagiaan (bdk. Mulyono, 1982:133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan diri lewat simbol yang demikian secara filosofis sebagai realisasi bahwa Bima telah mencapai tahap hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Mengalami dan Melihat dalam Suasana Alam Kosong&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima setelah masuk dalam badan dewaruci melihat dan merasakan bahwa dirinya tidak melihat apa-apa. Yang ia lihat hanyalah kekosongan pandangan yang jauh tidak terhingga. Ke mana pun ia berjalan yang ia lihat hanya angkasa kosong, dan samudra yang luas yang tidak bertepi. Keadaan yang tidak bersisi, tiada lagi kanan kiri, tiada lagi muka belakang, tiada lagi atas bawah, pada ruang yang tidak terbatas dan bertepi menyiratkan bahwa Bima telah memperoleh perasaan batiniahnya. Dia telah lenyap sama sekali dari dirinya, dalam keadaan kebakaan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya telah hancur lebur kecuali wujud yang mutlak. Dalam keadaan seperti ini manusia menjadi fana ke dalam Tuhan (Simuh, 1983:312).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang Ilahi dan yang alami walaupun kecil jasmaninya telah terhimpun menjadi satu, manunggal (Daudy, 1983:188). Zat Tuhan telah berada pada diri hambabnya (Simuh, 1983:311),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bima telah sampai pada tataran Hakikat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa Bima karena merasakan tidak melihat apa-apa, ia sangat bingung. Tiba-tiba ia melihat dengan jelas Dewaruci bersinar kelihatan cahayanya. Lalu ia melihat dan merasakan arah mata angin, utara, selatan, timur, barat, atas dan bawah, serta melihat matahari. Keadaan mengetahui arah mata angin ini menyiratkan bahwa ia telah kembali dalam keadaan sadar. Sebelumnya ia dalam keadaan tidak sadar karena tidak merasakan dan tidak melihat arah mata angin. Merasakan dalam keadaan sadar dan tidak sadar dalam rasa lupa-lupa ingat menyiratkan bahwa Bima secara filosofis telah sampai pada tataran hakikat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami suasana alam kosong antara sadar dan tidak sadar, ia melihat berbagai macam cahaya. Cahaya yang dilihatnya itu ialah: pancamaya, sinar tunggal berwarna delapan, empat warna cahaya, dan benda bagaikan boneka gading yang bersinar. Hal melihat berbagai macam cahaya seperti itu secara filosofis melambangkan bahwa Bima telah sampai pada tataran hakikat. Ia telah menemukan Tuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Melihat Pancamaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh utama Bima disebutkan melihat pancamaya. Pancamaya adalah cahaya yang melambangkan hati yang sejati, inti badan. Ia menuntun kepada sifat utama. Itulah sesungguhnya sifat. Oleh Dewaruci, Bima disuruh memperlihatkan dan merenungkan cahaya itu dalam hati, agar supaya ia tidak tersesat hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menyesatkan hidup dilambangkan dengan tiga macam warna cahaya, yaitu: merah, hitam, dan kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Melihat Empat Warna Cahaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima disebutkan melihat empat warna cahaya, yaitu: hitam, merah, kuning, dan putih. Isi dunia sarat dengan tiga warna yang pertama. Ketiga warna yang pertama itu pengurung laku, penghalang cipta karsa menuju keselamatan, musuhnya dengan bertapa. Barang siapa tidak terjerat oleh ketiga hal itu, ia akan selamat, bisa manunggal, akan bertemu dengan Tuhannya. Oleh karena itu, perangai terhadap masing-masing warna itu hendaklah perlu diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hitam lebih perkasa, perbuatannya marah, mengumbar hawa nafsu, menghalangi dan menutup kepada hal yang tidak baik. Yang merah menunjukkan nafsu yang tidak baik, iri hati dan dengki keluar dari sini. Hal ini menutup (membuat buntu) kepada hati yang selalu ingat dan waspada. Yang kuning pekerjaannya menghalangi kepada semua cipta yang mengarah menuju kebaikan dan keselamatan. Oleh Sri Mulyono (1982:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu yang muncul dari warna hitam disebut aluamah, yang dari warna merah disebut amarah, dan yang muncul dari warna kuning disebut sufiah. Nafsu aluamah amarah, dan sufiah merupakan selubung atau penghalang untuk bertemu dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang putih yang nyata. Hati tenang tidak macam-macam, hanya satu yaitu menuju keutamaan dan keselamatan. Namun, yang putih ini hanya sendiri, tiada berteman sehingga selalu kalah. Jika bisa menguasai yang tiga hal, yaitu yang merah, hitam, dan kuning, manunggalnya hamba dengan Tuhan terjadi dengan sendirinya; sempurna hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Melihat Sinar Tunggal Berwarna Delapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima dalam badan Dewaruci selain melihat pancamaya melihat urub siji wolu kang warni ‘sinar tunggal berwarna delapan’. Disebutkan bahwa sinar tunggal berwarna delapan adalah “Sesungguhnya Warna”, itulah Yang Tunggal. Seluruh warna juga berada pada Bima. Demikian pula seluruh isi bumi tergambar pada badan Bima. Dunia kecil, mikrokosmos, dan dunia besar, makrokosmos, isinya tidak ada bedanya. Jika warna-warna yang ada di dunia itu hilang, maka seluruh warna akan menjadi tidak ada, kosong, terkumpul kembali kepada warna yang sejati, Yang Tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Melihat Benda bagaikan Boneka Gading yang Bersinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bima dalam badan Dewaruci di samping melihat pancamaya, empat warna cahaya, sinar tunggal berwarna delapan, ia melihat benda bagaikan boneka gading yang bersinar. Itu adalah Pramana, secara filosofis melambangkan Roh. Pramana ‘Roh’ kedudukannya dibatasi oleh jasad. Dalam teks diumpamakan bagaikan lebah tabuhan. Di dalamnya terdapat anak lebah yang menggantung menghadap ke bawah. Akibatnya mereka tidak tahu terhadap kenyataan yang ada di atasnya (Hadiwijono, 1983:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filisofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan Makrifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Makrifat (Jawa laku rasa, sembah rasa) adalah perjalanan menuju manusia sempurna yang paling tinggi. Secara harfiah makrifat berarti pengetahuan atau mengetahui sesuatu dengan seyakin-yakinnya (Aceh, 1987:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tasawuf, makrifat berarti mengenal langsung atau mengetahui langsung tentang Tuhan dengan sebenar-benarnya atas wahyu atau petunjuk-Nya (Nicholson, 1975:71), meliputi zat dan sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian tataran ini diperoleh lewat tataran tarekat, yaitu ditandai dengan mulai tersingkapnya tirai yang menutup hati yang merintangi manusia dengan Tuhannya. Setelah tirai tersingkap maka manusia akan merasakan bahwa diri manusia dan alam tidak ada, yang ada hanya Yang Ada. Dalam hal seperti ini zat Tuhan telah masuk menjadi satu pada manusia. Manusia telah merealisasikan kesatuannya dengan Yang Ilahi. Keadaan ini tidak dapat diterangkan (Nicholson, 1975:148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jawa tan kena kinaya ngapa) (Mulyono, 1982:47), yang dirasakan hanyalah indah (Zahri, 1984:89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat Jawa hal ini disebut dengan istilah manunggaling kawula Gusti, pamoring kawula Gusti, jumbuhing kawula Gusti, warangka manjing curiga curiga manjing warangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini manusia tidak akan diombang-ambingkan oleh suka duka dunia. Ia akan berseri bagaikan bulan purnama menyinari bumi, membuat dunia menjadi indah. Di dunia ia menjadi wakil Tuhan (wakiling Gusti), menjalankan kewajiban-kewajiban-Nya dan memberi inspirasi kepada manusia yang lain (de Jong, 1976:69; Mulder, 1983:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mampu mendengar, merasa, dan melihat apa yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia yang masih diselubungi oleh kebendaan, syahwat, dan segala kesibukan dunia yang fana ini (Aceh, 1987:70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan diri manusia semata-mata menjadi laku karena Tuhan (Subagya, 1976:85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang dialami oleh Bima yang mencerminkan bahwa dirinya telah mencapai tahap makrifat, di antaranya ia merasakan: keadaan dirinya dengan Tuhannya bagaikan air dengan ombak, nikmat dan bermanfaat, segala yang dimaksud olehnya tercapai, hidup dan mati tidak ada bedanya, serta berseri bagaikan sinar bulan purnama menyinari bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Hamba (Bima) dengan Tuhan bagaikan Air dengan Ombak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud “Yang Sesungguhnya”, yang meliputi segala yang ada di dunia, yang hidup tidak ada yang menghidupi, yang tidak terikat oleh waktu, yaitu Yang Ada telah berada pada Bima, telah menunggal menjadi satu. Jika telah manunggal penglihatan dan pendengaran Bima menjadi penglihatan dan pendengaran-Nya (bdk. Nicholson, 1975:100-1001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan lahir dan badan batin Suksma telah ada pada Bima, hamba dengan Tuhan bagaikan api dengan asapnya, bagaikan air dengan ombak, bagaikan minyak di atas air susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana pun juga hamba dengan zat Tuhannya tetap berbeda (Nicholson, 1975:158-159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mendekati kesamaan hanyalah dalam sifatnya. Dalam keadaan manunggal manusia memiliki sifat-sifat Ilahi (Hadiwijono, 1983:94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan manusia dalam keadaan yang sempurna dengan Tuhannya, bagaikan air dengan ombak ada kesamaannya dengan yang terdapat dalam kepercayaan agama Siwa. Dalam agama Siwa kesatuan antara hamba dengan dewa Siwa disebutkan seperti kesatuan air dengan laut, sehingga keduanya tidak dapat dibedakan lagi. Tubuh Sang Yogin yang telah mencapai kalepasan segera akan berubah menjadi tubuh dewa Siwa. Ia akan mendapatkan sifat-sifat yang sama dengan sifat dewa Siwa (Hadiwijono, 1983:45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Merasakan Nikmat dan Bermanfaat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima setelah manunggal dengan Tuhannya tidak merasakan rasa khawatir, tidak berniat makan dan tidur, tidak merasakan lapar dan mengantuk, tidak merasakan kesulitan, hanya nikmat yang memberi berkah karena segala yang dimaksud dapat tercapai. Hal ini menyebabkan Bima ingin manunggal terus. Ia telah memperoleh kebahagiaan nikmat rahmat yang terkandung pada kejadian dunia dan akhirat. Sinar Ilahi yang melahirkan kenikmatan jasmani dan kebahagian rohani telah ada pada Bima. Oleh kaum filsafat, itulah yang disebut surga (Hamka, 1984:139). Keadaan ini secara filosofis melambangkan bahwa Bima telah mencapai tahap makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Segala yang Dimaksud oleh Bima Tercapai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang menjadi niat hatinya terkabul, apa yang dimaksud tercapai, dan apa yang dicipta akan datang, jika hamba telah bisa manunggal dengan Tuhannya. Segala yang dimaksud oleh Bima telah tercapai. Keadaan ini secara filosofis melambangkan bahwa Bima telah mencapai tataran makrifat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segala yang diniatkan oleh hamba yang tercapai ini kadang-kadang bertentangan dengan hukum alam sehingga menjadi suatu keajaiban. Keajaiban itu dapat terjadi sewaktu hamba dalam kendali Ilahi (Nicholson, 1975:132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam keajaiban, yang pertama yang dilakukan oleh para wali disebut keramat dan yang kedua keajaiban yang dilakukan oleh para nabi disebut mukjizat (Nicholson, 1975:129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Bima Merasakan Bahwa Hidup dan Mati Tidak Ada Bedanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan mati tidak ada bedanya karena dalam hidup di dunia hendaklah manusia dapat mengendalikan atau mematikan nafsu yang tidak baik dalam dalam kematian manusia akan kembali menjadi satu dengan Tuhannya. Mati merupakan perpindahan rohani dari sangkar kecil menuju kepada kebebasan yang luas, kembali kepada-Nya. Dalam kematian raga nafsu yang tidak sempurna dan yang menutupi kesempurnaan akan rusak. Yang tinggal hanyalah Suksma. Ia kemudian bebas merdeka sesuai kehendaknya kembali manunggal kepada Yang Kekal (Marsono, 1997:799). Keadaan bahwa hidup dan mati tidak ada bedanya secara filosofis melambangkan bahwa tokoh Bima telah mencapai tahap makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Filosofis Hati Bima Terang bagaikan Bunga yang Sedang Mekar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bima setelah mengetahui, menghayati, dan mengalami manunggal sempurna dengan Tuhannya karena mendapatkan wejangan dari Dewaruci, ia hatinga terang bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar. Dewaruci kemudian musnah. Bima kembali kepada alam dunia semula. Ia naik ke darat kembali ke Ngamarta. Keadaan hati yang terang benderang bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar secara filosofis melambangkan bahwa Bima telah mencapai tahap makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kisah Bima dalam mencari tirta pawitra dalam cerita Dewaruci secara filosofis melambangkan bagaimana manusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkan paraning dumadi ‘asal dan tujuan hidup manusia’ atau manunggaling kawula Gusti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini termuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya. Konsepsi manusia disebutkan bahwa ia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dijadikan dari air. Ia wajib menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu tugas guru hanya memberi petunjuk. Manusia tidak memiliki karena segala yang ada adalah milik-Nya. Ia wajib selalu ingat terhadap Tuhannya, awas dan waspada terhadap segala godaan nafsu yang tidak baik, sebab pada akhirnya manusia akan kembali kepada-Nya. Konsepsi Tuhan disebutkan bahwa Ia Yang Awal dan Yang Akhir, Hidup dan Yang Menghidupkan, Mahatahu, dan Mahabesar. Ia tan kena kinaya ngapa ‘tidak dapat dikatakan dengan apa pun’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjalanan batin Bima dalam menuju manusia sempurna ini dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat (Jawa sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-8518660408977767584?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/8518660408977767584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=8518660408977767584' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8518660408977767584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/8518660408977767584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/serat-dewo-ruci.html' title='Serat Dewo Ruci'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtuOALmSfaI/AAAAAAAAAH8/WCYlf7fxKVw/s72-c/bratasena_3106aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-2186013164957094041</id><published>2007-09-02T21:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:33:58.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wejangan Sunan Kalijogo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Wejangan Kanjeng Sunan Kalijogo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wejangan Kanjeng Sunan Kalijogo marang Kyai Ageng Bayat Semarang (Sekar Macapat – kanthi Tembang Dandang Gulo).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Urip iku neng ndonya tan lami.&lt;br /&gt;Umpamane jebeng menyang pasar.&lt;br /&gt;Tan langgeng neng pasar bae.&lt;br /&gt;Tan wurung nuli mantuk.&lt;br /&gt;Mring wismane sangkane uni.&lt;br /&gt;Ing mengko aja samar.&lt;br /&gt;Sangkan paranipun.&lt;br /&gt;Ing mengko podo weruha.&lt;br /&gt;Yen asale sangkan paran duk ing nguni.&lt;br /&gt;Aja nganti kesasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yen kongsiho sasar jeroning pati.&lt;br /&gt;Dadya tiwas uripe kesasar.&lt;br /&gt;Tanpa pencokan sukmane.&lt;br /&gt;Separan-paran nglangut.&lt;br /&gt;Kadya mega katut ing angin.&lt;br /&gt;Wekasan dadi udan.&lt;br /&gt;Mulih marang banyu.&lt;br /&gt;Dadi bali muting wadag.&lt;br /&gt;Ing wajibe sukma tan kena ing pati&lt;br /&gt;Langgeng donya akherat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-2186013164957094041?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/2186013164957094041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=2186013164957094041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2186013164957094041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/2186013164957094041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/wejangan-kanjeng-sunan-kalijogo.html' title='Wejangan Kanjeng Sunan Kalijogo'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-5876547287046007447</id><published>2007-08-07T00:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:33:26.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufistik Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serat Wujil'/><title type='text'>Serat Wujil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sunan Bonang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1&lt;br /&gt;Inilah ceritera si Wujil Berkata pada guru yang diabdinya Ratu Wahdat. Ratu Wahdat nama gurunya Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung Yang tinggal di desa Bonang Ia minta maaf Ingin tahu hakikat Dan seluk beluk ajaran agama Sampai rahasia terdalam &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Sepuluh tahun lamanya Sudah Wujil Berguru kepada Sang Wali Namun belum mendapat ajaran utama Ia berasal dari Majapahit Bekerja sebagai abdi raja Sastra Arab telah ia pelajari Ia menyembah di depan gurunya Kemudian berkata Seraya menghormat Minta maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;"Dengan tulus saya mohon Di telapak kaki tuan Guru Mati hidup hamba serahkan Sastra Arab telah tuan ajarkan Dan saya telah menguasainya Namun tetap saja saya bingung Mengembara kesana-kemari Tak berketentuan. Dulu hamba berlakon sebagai pelawak Bosan sudah saya Menjadi bahan tertawaan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Ya Syekh al-Mukaram! Uraian kesatuan huruf Dulu dan sekarang Yang saya pelajari tidak berbedaTidak beranjak dari tatanan lahir Tetap saja tentang bentuk luarnya Saya meninggalkan Majapahit Meninggalkan semua yang dicintai Namun tak menemukan sesuatu apa Sebagai penawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Diam-diam saya pergi malam-malam Mencari rahasia Yang Satu dan jalan sempurna Semua pendeta dan ulama hamba temui Agar terjumpa hakikat hidup Akhir kuasa sejati Ujung utara selatan Tempat matahari dan bulan terbenam Akhir mata tertutup dan hakikat maut Akhir ada dan tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Ratu Wahdat tersenyum lembut "Hai Wujil sungguh lancang kau Tuturmu tak lazim Berani menagih imbalan tinggi Demi pengabdianmu padaku Tak patut aku disebut Sang Arif Andai hanya uang yang diharapkan Dari jerih payah mengajarkan ilmu Jika itu yang kulakukan Tak perlu aku menjalankan tirakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Siapa mengharap imbalan uang Demi ilmu yang ditulisnya Ia hanya memuaskan diri sendiri Dan berpura-pura tahu segala hal Seperti bangau di sungai Diam, bermenung tanpa gerak. Pandangnya tajam, pura-pura suci Di hadapan mangsanya ikan-ikan Ibarat telur, dari luar kelihatan putih Namun isinya berwarna kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Matahari terbenam, malam tiba Wujil menumpuk potongan kayu Membuat perapian, memanaskan Tempat pesujudan Sang Zahid Di tepi pantai sunyi di Bonang Desa itu gersang Bahan makanan tak banyak Hanya gelombang laut Memukul batu karang Dan menakutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Sang Arif berkata lembut "Hai Wujil, kemarilah!" Dipegangnya kucir rambut Wujil Seraya dielus-elus Tanda kasih sayangnya "Wujil, dengar sekarang Jika kau harus masuk neraka Karena kata-kataku Aku yang akan menggantikan tempatmu"…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;"Ingatlah Wujil, waspadalah! Hidup di dunia ini Jangan ceroboh dan gegabah Sadarilah dirimu Bukan yang Haqq Dan Yang Haqq bukan dirimu Orang yang mengenal dirinya Akan mengenal Tuhan Asal usul semua kejadian Inilah jalan makrifat sejati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Kebajikan utama (seorang Muslim) Ialah mengetahui hakikat salat Hakikat memuja dan memuji Salat yang sebenarnya Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib Tetapi juga ketika tafakur Dan salat tahajud dalam keheningan Buahnya ialah menyerahkan diri senantiasa Dan termasuk akhlaq mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Apakah salat yang sebenar-benar salat? Renungkan ini: Jangan lakukan salat Andai tiada tahu siapa dipuja Bilamana kaulakukan juga Kau seperti memanah burung Tanpa melepas anak panah dari busurnya Jika kaulakukan sia-sia Karena yang dipuja wujud khayalmu semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Lalu apa pula zikir yang sebenarnya? Dengar: Walau siang malam berzikir Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan Zikirmu tidak sempurna Zikir sejati tahu bagaimana Datang dan perginya nafas Di situlah Yang Ada, memperlihatkan Hayat melalui yang empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Yang empat ialah tanah atau bumi Lalu api, udara dan air Ketika Allah mencipta Adam Ke dalamnya dilengkapi Anasir ruhani yang empat: Kahar, jalal, jamal dan kamal Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya Begitulah kaitan ruh dan badan Dapat dikenal bagaimana Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Anasir tanah melahirkan Kedewasaan dan keremajaan Apa dan di mana kedewasaan Dan keremajaan? Dimana letak Kedewasaan dalam keremajaan? Api melahirkan kekuatan Juga kelemahan Namun di mana letak Kekuatan dalam kelemahan? Ketahuilah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Sifat udara meliputi ada dan tiada Di dalam tiada, di mana letak ada? Di dalam ada, di mana tempat tiada? Air dua sifatnya: mati dan hidup Di mana letak mati dalam hidup? Dan letak hidup dalam mati? Kemana hidup pergi Ketika mati datang? Jika kau tidak mengetahuinya Kau akan sesat jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;Pedoman hidup sejati Ialah mengenal hakikat diri Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk Oleh karena itu ketahuilah Tempat datangnya yang menyembah Dan Yang Disembah Pribadi besar mencari hakikat diri Dengan tujuan ingin mengetahui Makna sejati hidup Dan arti keberadaannya di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;Kenalilah hidup sebenar-benar hidup Tubuh kita sangkar tertutup Ketahuilah burung yang ada di dalamnya Jika kau tidak mengenalnya Akan malang jadinya kau Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil Sia-sia semata Jika kau tak mengenalnya. Karena itu sucikan dirimu Tinggalah dalam kesunyian Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;Keindahan, jangan di tempat jauh dicari Ia ada dalam dirimu sendiri Seluruh isi jagat ada di sana Agar dunia ini terang bagi pandangmu Jadikan sepenuh dirimu Cinta Tumpukan pikiran, heningkan cipta Jangan bercerai siang malam Yang kaulihat di sekelilingmu Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;Dunia ini Wujil, luluh lantak Disebabkan oleh keinginanmu Kini, ketahui yang tidak mudah rusak Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi Bentangan pengetahuan ini luas Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya Orang yang mengenal hakikat Dapat memuja dengan benar Selain yang mendapat petunjuk ilahi Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;Karena itu, Wujil, kenali dirimu Kenali dirimu yang sejati Ingkari benda Agar nafsumu tidur terlena Dia yang mengenal diri Nafsunya akan terkendali Dan terlindung dari jalan Sesat dan kebingungan Kenal diri, tahu kelemahan diri Selalu awas terhadap tindak tanduknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;Bila kau mengenal dirimu Kau akan mengenal Tuhanmu Orang yang mengenal Tuhan Bicara tidak sembarangan Ada yang menempuh jalan panjang Dan penuh kesukaran Sebelum akhirnya menemukan dirinya Dia tak pernah membiarkan dirinya Sesat di jalan kesalahan Jalan yang ditempuhnya benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;Wujud Tuhan itu nyata Mahasuci, lihat dalam keheningan Ia yang mengaku tahu jalan Sering tindakannya menyimpang Syariat agama tidak dijalankan Kesalehan dicampakkan ke samping Padahal orang yang mengenal Tuhan Dapat mengendalikan hawa nafsu Siang malam penglihatannya terang Tidak disesatkan oleh khayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;Diam dalam tafakur, Wujil Adalah jalan utama (mengenal Tuhan) Memuja tanpa selang waktu Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya) Disebabkan oleh makrifat Tubuhnya akan bersih dari noda Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini Dari orang arif yang tahu Agar kau mencapai hakikat Yang merupakan sumber hayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;Wujil, jangan memuja Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja Juga sia-sia orang memuja Tanpa kehadiran Yang Dipuja Walau Tuhan tidak di depan kita Pandanglah adamu Sebagai isyarat ada-Nya Inilah makna diam dalam tafakur Asal mula segala kejadian menjadi nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;Renungi pula, Wujil! Hakikat sejati kemauan Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita Berpikir dan menyebut suatu perkara Bukan kemauan murni Kemauan itu sukar dipahami Seperti halnya memuja Tuhan Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak Pun tidak membuatmu membenci orang Yang dihukum dan dizalimi Serta orang yang berselisih paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;Orang berilmu Beribadah tanpa kenal waktu Seluruh gerak hidupnya Ialah beribadah Diamnya, bicaranya Dan tindak tanduknya Malahan getaran bulu roma tubuhnya Seluruh anggota badannya Digerakkan untuk beribadah Inilah kemauan murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;Kemauan itu, Wujil! Lebih penting dari pikiran Untuk diungkapkan dalam kata Dan suara sangatlah sukar Kemauan bertindak Merupakan ungkapan pikiran Niat melakukan perbuatan Adalah ungkapan perbuatan Melakukan shalat atau berbuat kejahatan Keduanya buah dari kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-5876547287046007447?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/5876547287046007447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=5876547287046007447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5876547287046007447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/5876547287046007447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/08/serat-wujil.html' title='Serat Wujil'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4072291674941035758.post-3156358327781498030</id><published>2007-08-07T00:12:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:48:06.465-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Al-Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faktor-Faktor Kesalahan Akal Menurut al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Faktor-Faktor Kesalahan Akal Menurut al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada lima faktor yang disebutkan dalam al-Qur'an yang dapat memperbesar kesalahan kerja akal dalam menjalankan fungsinya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lebih mengutamakan dugaan (dzan) daripada hal-hal yang pasti.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Al-Qur'an Surah al-An'am: 116&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Dan jika kamu menuruti kebanyakan (mayoriti) orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti prasangka belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." &lt;/i&gt;Ayat Qur'an &lt;b&gt;Surah Al-Isro': 36&lt;/b&gt;, yang bermaksud: &lt;i&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya."&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengikuti jejak langkah nenek moyang, lalu menerima segala yang klasik itu tanpa disertai pembuktian.&lt;/b&gt; Lihat &lt;b&gt;Surah al-Baqaroh: 170&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Dan apabila dikatakan kepada mereka:" Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab:"(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami." (Apakah) mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun. Dan tidak mendapat petunjuk?" &lt;/i&gt;Lihat juga &lt;b&gt;Surah al-Maidah: 77&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;104&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Al-Qashas&lt;/b&gt;: &lt;b&gt;28&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;36&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Al-Syuara': 6, 69&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;74&lt;/b&gt;. Jika apa yang dianut dan diyakini oleh nenek moyang itu dapat dibuktikan kebenaran berdasarkan pembuktian-pembuktian secara aqliah (akal) yang wajar maka al-Qur'an akan membenarkan hal itu. Lihat &lt;b&gt;Surah Yusuf: 38&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya) tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri(Nya)." &lt;/i&gt;Dalam ayat tersebut, Allah SWT mengabadikan sikap Nabi Yusuf AS dengan dalil-dalil yang cukup kuat dapat membuktikan kebenaran ajaran pendahulunya yaitu ajaran Tauhid (ajaran yang tidak mempersekutukan Allah SWT) dan kemudian diikutinya. Dapat juga dilihat dalam al-Qur'an &lt;b&gt;Surah az-Zuhruf: 22-24&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengikuti Dorongan Hawa Nafsu (kepentingan-kepentingan pribadi).&lt;/b&gt; Lihat &lt;b&gt;Surah an-Najm: 23&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakan; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka. Dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka." &lt;/i&gt;Lihat juga &lt;b&gt;Surah aan-An'am: 119&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Surah Muhammad: 14&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;16&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Surah Rum: 29&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Surah Al-Qosshos: 50&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Terpengaruh pribadi-pribadi (tokoh-tokoh) tertentu tanpa pembuktian status peribadi tersebut sama ada dia layak diikuti (ditaati) atau tidak. &lt;/b&gt;Lihat &lt;b&gt;Surah al-Ahzab: 67&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Dan mereka berkata:" Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)."&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tergesa-gesa dalam membenarkan atau mengingkari sesuatu tanpa dibuktikan terlebih dahulu termasuk suatu hal yang tidak dibenarkan oleh Islam.&lt;/b&gt; Lihat &lt;b&gt;Surah Al-A'rof: 169&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;".....yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar...." &lt;/i&gt;Maksudnya janganlah menyimpulkan bahwa sesuatu itu benar (datang) dari Allah walhal belum dibuktikan kebenarannya (kesimpulan tersebut). Tergesa-gesa dalam mengingkari sesuatu. Al-Qur'an &lt;b&gt;Surah Yunus: 39&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;i&gt;"Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (Rasul-rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu."&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4072291674941035758-3156358327781498030?l=artikel-sufi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/feeds/3156358327781498030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4072291674941035758&amp;postID=3156358327781498030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3156358327781498030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4072291674941035758/posts/default/3156358327781498030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/08/faktor-faktor-kesalahan-akal-menurut-al.html' title='Faktor-Faktor Kesalahan Akal Menurut al-Qur&apos;an'/><author><name>Mistikus Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12369972157361408465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-9aNynYZFts4/TdFLIpBW_iI/AAAAAAAAAc8/iigUM0fr-Kw/s220/AQ%2525206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
